Tak Cukup Pandai Ngaji, Komnas Perempuan Desak Sertifikasi Mental Bagi Guru Pesantren di NTB

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 28 Mei 2025 - 16:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram- Ketua Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), Maria Ulfah Anshor, menyampaikan sejumlah rekomendasi penting. Ia mendorong agar Pemprov NTB menjadi pelopor dalam membangun sistem perlindungan perempuan yang konkret dan menyeluruh.

Hal itu disampaikan saat menggelar pertemuan strategis dengan Pemerintah Provinsi NTB bersama untuk memperkuat perlindungan terhadap perempuan korban kekerasan, khususnya di lingkungan pondok pesantren. Pertemuan berlangsung di ruang kerja Wakil Gubernur NTB pada Rabu (28/5).

Ia juga menyoroti pentingnya mekanisme pencegahan berkelanjutan agar pelaku kekerasan tidak kembali mengulangi perbuatannya setelah menjalani hukuman. Di sisi lain, ia menegaskan pentingnya upaya perlindungan agar korban tidak mengalami manipulasi atau intimidasi lanjutan.

Komnas Perempuan berharap upaya pencegahan dapat dilakukan mulai dari level paling bawah, tidak hanya dalam bentuk penyuluhan, tetapi juga melalui aksi nyata. Salah satu usulan yang disampaikan adalah pemberlakuan sertifikasi kesehatan mental bagi tenaga pendidik, “untuk memastikan bahwa mereka tidak memiliki riwayat gangguan sosial atau kejiwaan. Melindungi anak bangsa dan menegakkan hukum bagi pelaku merupakan tanggung jawab kita bersama,” pungkas Maria Ulfah, menegaskan pentingnya kolaborasi dan komitmen nyata dalam menangani persoalan ini secara menyeluruh.

Baca Juga :  Pj Gubernur NTB Utus 53 Kafilah Diajang MTQ Tingkat Nasional Tahun 2024 di Samarinda

Sementara Wakil Gubernur NTB Hj Indah Dhamayanti Putri atau akrab disapa Umi Dinda menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi untuk menangani berbagai bentuk kekerasan dan pelecehan di lingkungan lembaga pendidikan, termasuk pesantren, yang selama ini menjadi pilar penting dalam membangun karakter generasi muda.

“Di tengah upaya membangun NTB, kita patut bersyukur atas tumbuhnya lembaga-lembaga pendidikan yang berkualitas. Namun, tidak bisa kita pungkiri, ada tantangan yang juga muncul, salah satunya adalah kasus pelecehan dan kekerasan yang kerap terjadi dan dilaporkan,” ujar Umi Dinda.

Baca Juga :  Banjir Bandang Wera Bima: 3 Jembatan Putus, 2 Orang Meninggal, 6 Orang Hilang

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi yang berkelanjutan dan evaluasi terhadap sistem perlindungan yang sudah berjalan. Menurutnya, pengungkapan kasus kekerasan tidak selalu mudah, terutama ketika melibatkan tokoh-tokoh yang memiliki pengaruh kuat di komunitas.

Sebagai bagian dari langkah konkret, Pemprov NTB menyatakan siap memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk dengan pemerintah kabupaten/kota dan Kantor Kementerian Agama setempat, terutama di wilayah dengan tingkat kerentanan yang tinggi.

“Pemerintah provinsi berkomitmen membentuk sistem rujukan bersama untuk menangani kasus-kasus ini secara lebih terstruktur dan responsif,” tambahnya.

 

 

Berita Terkait

Komisi V DPRD NTB Berguru ke Bali Soal Tata Kelola Pendidikan, Sumbangan atau Pungutan
Status Politik Musyafirin Disorot, Dekan FHISIP Unram: Kader Aktif Partai Tak Boleh Jadi Komisaris
Jelang MotoGP, Wagub NTB Umi Dinda Dorong UMKM Perempuan Kuasai Digital Marketing
Rp83,39 Miliar untuk Jalan Batu Dulang-Tepal, Iqbal: Lombok dan Sumbawa Harus Tumbuh Bersama
Pajak Motor di Atas 150 CC di NTB Naik Mulai 1 Oktober 2026, Ini Besarannya
MotoGP Mandalika Tak Boleh Cuma Ramai Saat Balapan, Wagub NTB Dorong Ekonomi Bergerak Sepanjang Tahun
HMI Cabang Dompu Desak Distanbun Buka Data Penerima Alsintan, Soroti Kelompok Tani Fiktif
Musyafirin Tolak Mundur dari PDIP, Tetap Jadi Komisaris Bank NTB Syariah, Rachmat Hidayat Pastikan Dipecat
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:30 WIB

Komisi V DPRD NTB Berguru ke Bali Soal Tata Kelola Pendidikan, Sumbangan atau Pungutan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:37 WIB

Status Politik Musyafirin Disorot, Dekan FHISIP Unram: Kader Aktif Partai Tak Boleh Jadi Komisaris

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Jelang MotoGP, Wagub NTB Umi Dinda Dorong UMKM Perempuan Kuasai Digital Marketing

Jumat, 2 Oktober 2026 - 10:13 WIB

Rp83,39 Miliar untuk Jalan Batu Dulang-Tepal, Iqbal: Lombok dan Sumbawa Harus Tumbuh Bersama

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:19 WIB

Pajak Motor di Atas 150 CC di NTB Naik Mulai 1 Oktober 2026, Ini Besarannya

Berita Terbaru