Merantau dengan Mimpi, Tersandung Takdir: Kisah Haru Pemuda Dompu Terlantar Dua Hari di Jakarta

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 15 Mei 2025 - 15:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Jakarta-
Musibah tak mengenal waktu dan tempat. Itulah yang dialami Aldo Adriyansyah (18), pemuda asal Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang harus merasakan getirnya terlantar di tengah hiruk pikuk Ibu Kota Jakarta.

Berbekal informasi samar dari seorang teman bernama Masni yang bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga di Jakarta, Aldo nekat merantau ke Jakarta. Namun belum sempat menapakkan kaki dengan mantap di tanah rantau, musibah menimpanya di perjalanan. Saat berada di atas kapal laut, tas miliknya yang berisi perlengkapan dan handphone raib dicuri. Hanya tersisa uang Rp500 ribu di saku celana yang menyelamatkannya dari kelaparan di awal kedatangannya.

Baca Juga :  Pilkada Serentak 2024: NTB Masih Masuk Provinsi yang Rawan

Tiba di Jakarta dan tidak memiliki siapa pun untuk dihubungi, Aldo pun kebingungan dan terombang-ambing selama dua hari. Dalam kondisi nyaris putus asa, seorang warga menyarankannya untuk mencari Kantor Perwakilan Pemerintah Provinsi NTB di Jakarta.

Beruntung, Kamis (15/5/2025) sekitar pukul 14.30 WIB, Aldo berhasil menemukan Kantor Badan Penghubung Daerah Provinsi NTB. Di sana, ia disambut dan diterima langsung oleh Kepala Subbidang Hubungan Antar Lembaga. Dengan suara bergetar, Aldo menceritakan semua yang dialaminya sejak berangkat dari kampung halaman.

Mendengar cerita tersebut, Kepala Badan Penghubung Daerah Provinsi NTB, Lalu Achmad Sukarman, S.STP, MH langsung sigap mengambil langkah. Melalui koordinasi internal bersama Kasubag Tata Usaha, Kasubbid HAL, dan staf, pihaknya segera mengupayakan bantuan untuk pemulangan Aldo ke Dompu.

Baca Juga :  Laut Bukan Milik Investor, Gubernur NTB Serukan Revolusi Konservasi di Pandanan

“Setelah semua data diri lengkap kami peroleh, kami fasilitasi kepulangan Aldo via darat dengan kendaraan bus. Diperkirakan perjalanan akan memakan waktu sekitar 48 jam. Semoga selamat sampai tujuan dan segera berkumpul kembali dengan keluarga,” ungkap Sukarman.

Tindakan cepat dan tanggap ini menjadi bukti nyata kehadiran Badan Penghubung NTB sebagai rumah besar bagi warga NTB di perantauan. Sebuah pengingat bahwa di tengah kota megapolitan yang kadang terasa asing, masih ada tangan hangat yang siap membantu warganya yang sedang dalam kesulitan.

Berita Terkait

Puluhan Tahun Perangi Narkotika, Mengapa Pasarnya Tak Pernah Mati?
300 Warga Bima NTB Mengungsi Usai Gempa M7,7, Warga dari Desa Mana Saja? Ini Rinciannya
Ratusan Maba FHISIP Unram 2026 Mulai Langkah Baru, PKKMB Jadi Gerbang Kehidupan Kampus
Menenun “GAPUK Sejahtera”: Dosen UIN Mataram Pengabdian Integratif di Desa Lingkar Kampus
Inilah Lokasi Kerusakan di Bima Usai Diguncang Gempa M7,7 Flores
Gempa M7,7 Flores Terasa hingga Bima: Rumah, Masjid hingga Gudang Bulog Rusak, Warga Luka
270 ASN dari 30 OPD NTB Lupa Jadi Pejabat, Mendadak Jadi Atlet, Ini Cabornya
HUT ke-81 RI, Wagub NTB Ajak ASN Lepas Penat dan Perkuat Persaudaraan
Berita ini 357 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 22:05 WIB

Puluhan Tahun Perangi Narkotika, Mengapa Pasarnya Tak Pernah Mati?

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 18:23 WIB

300 Warga Bima NTB Mengungsi Usai Gempa M7,7, Warga dari Desa Mana Saja? Ini Rinciannya

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:01 WIB

Ratusan Maba FHISIP Unram 2026 Mulai Langkah Baru, PKKMB Jadi Gerbang Kehidupan Kampus

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:56 WIB

Menenun “GAPUK Sejahtera”: Dosen UIN Mataram Pengabdian Integratif di Desa Lingkar Kampus

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:18 WIB

Inilah Lokasi Kerusakan di Bima Usai Diguncang Gempa M7,7 Flores

Berita Terbaru

Dr. Ufran, Ketua Bagian Hukum Pidana FHISIP Universitas Mataram (Unram), Penulis artikel Puluhan Tahun Perang Narkotika, Mengapa Pasarnya Tak Pernah Mati?

Hukum & Kriminal

Puluhan Tahun Perangi Narkotika, Mengapa Pasarnya Tak Pernah Mati?

Sabtu, 15 Agu 2026 - 22:05 WIB

Sejumlah Titik di Kota Bima dan Kabupaten Bima Dilaporkan Terdampak Gempa M7,7 yang Berpusat di Wilayah Flores, NTT, Sabtu (15/8/2026). BPBD NTB melakukan pendataan dan verifikasi kerusakan di lapangan.

Pemerintahan

Inilah Lokasi Kerusakan di Bima Usai Diguncang Gempa M7,7 Flores

Sabtu, 15 Agu 2026 - 12:18 WIB