SUMBAWAPOST.com, Mataram –Sebanyak 37 delegasi dari berbagai negara dijadwalkan menghadiri ajang internasional Indonesia GastroDiplomacy Series (IGS) yang digelar di Provinsi Nusa Tenggara Barat pada 8–11 Mei 2025.
Asisten II Setda Provinsi NTB, Lalu Moh Faozal, menjelaskan bahwa dari total delegasi tersebut, 15 orang merupakan duta besar (dubes) dari negara sahabat.
“Sebanyak 10 dubes hadir bersama pasangan (istri), dan 15 lainnya hadir sendiri. Selain itu, ada dua konsulat jenderal, empat kepala misi (head of mission), dua konsul jenderal, satu deputi dubes, empat perwakilan negara, dan satu staf pendamping. Total semuanya 37 orang,” jelas Faozal, Rabu (7/5).
Para delegasi akan mulai tiba di Bandara Internasional Lombok pada Kamis (8/5) menggunakan tiga penerbangan. Satu perwakilan dari Inggris dijadwalkan tiba pada Jumat (9/5), sehingga total ada empat penerbangan. Seluruh delegasi akan disambut langsung oleh Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal.
Selama tiga hari kunjungan, para delegasi dijadwalkan mengikuti berbagai agenda. Dimulai dengan jamuan makan malam di Hotel Merumatta Senggigi, Lombok Barat. Pada Jumat (9/5), rombongan akan mengunjungi Kota Tua Ampenan dan disambut oleh Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana. Agenda dilanjutkan dengan kunjungan ke Museum NTB dan ekspose di Bank NTB Syariah, sementara istri-istri dubes akan diajak mengunjungi NTB Mall.
Selanjutnya, para dubes dijadwalkan bertolak ke Desa Wisata Bilebante di Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, dan akan diterima oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar.
Sabtu (10/5), delegasi akan mengunjungi Sirkuit Mandalika dan bersantai di Bukit 360. Di sana, mereka akan mengikuti kegiatan penanaman pohon dan menyaksikan perhelatan balap internasional GT World Challenge yang sedang berlangsung di Mandalika.
Menurut Faozal, kunjungan ini merupakan bagian dari promosi pariwisata NTB ke dunia internasional. Selain menarik wisatawan mancanegara, agenda ini juga diarahkan untuk membuka peluang investasi.
“Ada peluang besar untuk menarik investasi di sektor pariwisata, sekaligus memperluas akses pasar bagi UMKM lokal,” ujarnya.
Meski tidak ada acara penyambutan besar, Faozal menegaskan bahwa kunjungan ini sangat penting dalam memperkuat posisi NTB sebagai daerah dengan potensi agro-maritim dan pariwisata unggulan.
“Kami berharap kunjungan ini menjadi langkah besar untuk mengenalkan potensi NTB ke tingkat global,” tambahnya.
.










