Wakil Ketua DPRD NTB Nilai Perampingan DP3AP2KB ke Dinas Sosial Kurang Tepat

Avatar

- Jurnalis

Minggu, 13 April 2025 - 07:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

oplus_2

oplus_2

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Wakil Ketua DPRD NTB, Muzihir, menilai rencana perampingan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) ke dalam Dinas Sosial NTB kurang tepat.

“Saya rasa itu tidak pas. Bagaimanapun, keberadaan DP3AP2KB itu sangat penting,” ujar Muzihir kepada wartawan, kemarin.

Ia menekankan bahwa kebijakan perampingan organisasi perangkat daerah (OPD) seharusnya dilakukan berdasarkan kajian mendalam. Apalagi, kata dia, di saat ada OPD yang dirampingkan, justru ada juga dinas yang digemukkan atau bahkan dibentuk baru.

“Contohnya, Dinas Pendidikan dan Olahraga digabung. Tapi di sisi lain justru mau dibentuk Dinas Kebudayaan. Pertanyaannya, sejauh mana urgensi budaya di NTB ini sampai harus dibuatkan dinas sendiri?” kritiknya.

Baca Juga :  Polda NTB Rekrut Bintara Polri Berkompetensi Khusus, Berikut Jadwal, Jurusan dan Syaratnya

Menurut politisi PPP itu, kondisi kebudayaan di NTB belum sekompleks di daerah lain seperti Jawa Tengah atau Jawa Timur.

“Budaya kita di NTB tidak sebanyak yang ada di Jawa Tengah atau Jawa Timur. Jadi menurut saya, cukup dijadikan bidang di dinas yang sudah ada,” tegasnya.

Saat ditanya soal argumen pembentukan Dinas Kebudayaan demi menyelaraskan struktur dengan kementerian di tingkat pusat, Muzihir menyatakan keberatan.

Baca Juga :  Sejarah Baru! Partai Dan Nama 7 Srikandi di DPRD Provinsi NTB 2024-2029

“Kalau semua harus diselaraskan dengan kementerian, ya berarti semua OPD harus digemukkan. Tidak bisa dipukul rata begitu,” cetusnya.

Muzihir mengungkapkan, hingga saat ini DPRD NTB belum membahas draft perampingan OPD karena dokumennya baru diterima pada Rabu (9/4).

“Draft baru masuk. Nantinya kami akan melakukan kunjungan ke provinsi lain untuk studi banding,” tuturnya.

Ia juga menyebut, meski baru sebatas draft, rencana perampingan ini sudah menimbulkan reaksi dari masyarakat.

“Baru masuk draft saja, sudah ada yang hearing ke dewan. Bergejolak ini,” pungkasnya.

 

Berita Terkait

Dari Negeri Seribu Masjid ke Negeri Seribu Perlindungan, Ketua DPRD NTB Serukan Revolusi Keselamatan Santri
Kasus Dugaan Pelecehan Santri di Bima Naik Penyidikan, 11 Korban Terungkap, Pimpinan Ponpes Belum Jadi Tersangka
Demokrasi Tak Boleh Pilih Kasih, KPU NTB Gandeng Sentra Paramita Rangkul Kelompok Rentan dan Marjinal
Temuan BPK RI Pada Tata Kelola Aset Pemprov NTB: Evaluasi dan Strategi Pembenahan Kedepan
Masa Jabatan Ketua Umum Partai Politik Digugat ke MK, Pemohon Minta Dibatasi Maksimal Dua Periode
Eceng Gondok Bendungan Batujai Dibidik Jadi Produk Ekspor, Disperindag NTB Dorong Industri Bernilai Tambah
Bendungan Batujai Disiapkan Jadi Hub Seaplane Pertama di Indonesia, Investasi Awal Capai Rp450 Miliar
NTB Raih WTP ke-15 Berturut-turut, Ketua DPRD Isvie Tegaskan Komitmen Kawal Rekomendasi BPK
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:17 WIB

Dari Negeri Seribu Masjid ke Negeri Seribu Perlindungan, Ketua DPRD NTB Serukan Revolusi Keselamatan Santri

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:37 WIB

Kasus Dugaan Pelecehan Santri di Bima Naik Penyidikan, 11 Korban Terungkap, Pimpinan Ponpes Belum Jadi Tersangka

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:22 WIB

Demokrasi Tak Boleh Pilih Kasih, KPU NTB Gandeng Sentra Paramita Rangkul Kelompok Rentan dan Marjinal

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:42 WIB

Temuan BPK RI Pada Tata Kelola Aset Pemprov NTB: Evaluasi dan Strategi Pembenahan Kedepan

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:15 WIB

Masa Jabatan Ketua Umum Partai Politik Digugat ke MK, Pemohon Minta Dibatasi Maksimal Dua Periode

Berita Terbaru