Ratusan Hektare Sawah Gagal Panen di Bima, DPRD NTB Desak Pemprov dan Pemkab Bertindak

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 8 April 2025 - 09:15 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Kota Bima – Pascabanjir yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Wera dan Ambalawi, Kabupaten Bima, tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga menghancurkan jaringan irigasi pertanian warga. Akibatnya, sedikitnya 300 hektare lahan pertanian gagal panen.

“Ratusan hektare lahan produktif rusak parah akibat banjir bandang. Banyak petani yang gagal panen karena sawah mereka diterjang banjir,” ungkap Anggota DPRD NTB, Muhammad Aminurlah, dalam keterangan yang diterima media ini, Selasa, 8 April 2025.

Politisi PAN yang akrab disapa Bang Maman itu menegaskan pentingnya pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten, untuk menginternalisasi semangat Asta Cita Presiden Prabowo. Menurutnya, upaya membangun ketahanan pangan harus dimulai dari perbaikan jaringan irigasi pertanian.

Baca Juga :  Pj Gubernur NTB: Netralitas ASN dan Netralnya Penyelenggara Jadi Ukuran Kualitas Demokrasi

“Setelah banjir, banyak lahan pertanian berubah menjadi aliran sungai. Ini bukti bahwa infrastruktur irigasi kita rapuh. Kalau irigasi tak diperbaiki, DAM dan bendungan tidak dibangun dengan baik, bagaimana mungkin kita bicara soal ketahanan pangan?,” katanya.

Ia pun mendesak Bupati Bima dan  Gubernur NTB agar segera mengambil langkah konkret. “Ini persoalan perut ratusan kepala keluarga di Wera dan Ambalawi. Pemerintah harus hadir untuk memulihkan pertanian mereka,” tegasnya.

Bang Maman juga menyayangkan lambannya respons pemerintah daerah terhadap kerusakan lahan pertanian akibat banjir. “Sampai hari ini belum ada aksi nyata dari Bupati maupun Gubernur. Seolah kerugian para petani ini tak dianggap penting. Padahal mereka butuh solusi dan bantuan segera,” lanjutnya.

Baca Juga :  Gubernur NTB Bongkar Masalah Tambak Udang di Sumbawa

Ia menekankan, tanpa intervensi cepat dan serius, para petani tidak akan bisa kembali menggarap lahan mereka. “Kalau lahan rusak dan tak bisa ditanami, lalu mereka mau makan apa?,” ujarnya retoris.

Diketahui, banjir bandang yang melanda Kecamatan Wera dan Ambalawi pada Minggu, 2 Februari 2025 lalu, menimbulkan dampak signifikan. Selain menelan korban jiwa, bencana tersebut juga merusak fasilitas umum, menghancurkan jaringan irigasi, dan menyebabkan kerugian materi yang cukup besar akibat luapan sungai dan tanah longsor.

Berita Terkait

Musdalub Demokrat NTB Antarkan Eks Kapolda Hadi Gunawan Jadi Ketua DPD, Ini Targetnya
Bukan Cuma MotoGP! ITDC dan MGPA Tembus 100 BUMN Terbaik, The Mandalika Makin Naik Kelas
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Raih Penghargaan Zakat Terbaik di Grand BAZNAS Awards 2026
NTB Berduka, Tuan Guru Bagu Berpulang: Ilmu dan Keteladanannya Jadi Warisan Umat
PWI Gandeng Lemhannas, Wartawan Diminta Waspadai Perang Kognitif di Era AI
Eks Kapolda NTB Hadi Gunawan Daftar Ketua Demokrat, 11 Surat Dukungan Diverifikasi
Garuda NTB Desak Kejari Buka Alasan SP3 Kasus Bidikmisi UMMAT
HUT ke-81, Iqbal Sentil Pembangunan Lombok Tengah: Jangan Cuma Hebat Tiga Hari Saat MotoGP
Berita ini 107 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:35 WIB

Musdalub Demokrat NTB Antarkan Eks Kapolda Hadi Gunawan Jadi Ketua DPD, Ini Targetnya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:48 WIB

Bukan Cuma MotoGP! ITDC dan MGPA Tembus 100 BUMN Terbaik, The Mandalika Makin Naik Kelas

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:25 WIB

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Raih Penghargaan Zakat Terbaik di Grand BAZNAS Awards 2026

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:10 WIB

NTB Berduka, Tuan Guru Bagu Berpulang: Ilmu dan Keteladanannya Jadi Warisan Umat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:17 WIB

PWI Gandeng Lemhannas, Wartawan Diminta Waspadai Perang Kognitif di Era AI

Berita Terbaru