Akademisi Bongkar Ancaman ‘Maut’ di Balik TP2D Dompu, Sindiran Pedas Mengarah ke Bupati

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 5 April 2025 - 09:57 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Dompu– Gedung DPRD biasanya tenang saat Jumat siang, tapi 28 Maret 2025 lalu berubah jadi “ring tinju” politik. Tanpa undangan resmi atau jadwal formal, Ketua DPRD Dompu Ir. Muttakun bikin kejutan: rapat kilat bareng akademisi dan tokoh penting daerah. Tak ada jamuan, tak ada basa-basi yang ada hanya peluru opini tajam menyorot masalah pelik Dompu.

“Kalau TP2D dan OPD tidak nyambung, jangan salahkan kalau Bupati dan Wakilnya lebih sibuk matiin api konflik daripada bangun daerah,” tegas Dr. Syafril, Dosen Geografi Politik sekaligus Sekretaris Rektor I UMMAT, memancing bisik-bisik dan detak jantung di ruangan.

Baca Juga :  Revolusi Sunyi Iqbal-Dinda: Hapus Cara Lama, Bangun NTB dengan Meritokrasi

TP2D Disorot, Bupati Tersenggol?

Dr. Syafril tanpa ragu menyebut keberadaan Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) masih kabur. Ia bahkan menuding tim itu berpotensi jadi ‘pembisik beracun’ jika tak dikendalikan.

“Ini bukan ajang balas budi politik. TP2D butuh legitimasi berbasis data, bukan karena siapa yang paling dekat dengan kekuasaan,” katanya tajam, menusuk atmosfer yang makin panas.

Diskusi Meledak, Sindiran Menyambar

Suasana santai di awal berubah jadi ruang bedah penuh luka dalam pembangunan Dompu. Tak cuma soal TP2D, para akademisi juga menguliti masalah tambang, pengangguran, hingga krisis air dan kenakalan remaja.

Baca Juga :  Remaja 17 Tahun di Dompu Ditemukan Gantung Diri di Dapur Rumah Keluarga, Polisi Selidiki Tekanan Batin

“Kalau arah pembangunan penuh drama, ya rakyat yang jadi korban,” tutup Syafril, sambil menyiratkan bahwa sudah saatnya Dompu bangkit dari bayang-bayang konflik internal menuju panggung pembangunan yang sesungguhnya.

Tamu Diskusi: Bukan Kaleng-Kaleng

Turut hadir dalam diskusi panas itu: Prof. Sutarto (UNDIKMA), Yan Mangandar Putra, SH., MH (praktisi hukum), Ilyas Yasin, M.M.Pd (Dosen STKIP Yapis Dompu), Suherman (Masyarakat dan sekaligus tokoh HMI), dan jurnalis senior Suara NTB, Nasrullah.

Berita Terkait

Musdalub Demokrat NTB Antarkan Eks Kapolda Hadi Gunawan Jadi Ketua DPD, Ini Targetnya
Evi Apita Maya Bahas Bantuan Bibit Kopi untuk Petani NTB, Hilirisasi Jadi Sorotan
Bukan Cuma MotoGP! ITDC dan MGPA Tembus 100 BUMN Terbaik, The Mandalika Makin Naik Kelas
Kampung Bebas Narkoba di Kota Bima Dipertanyakan, 4 Titik Digerebek, 7 Orang Diamankan
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Raih Penghargaan Zakat Terbaik di Grand BAZNAS Awards 2026
NTB Berduka, Tuan Guru Bagu Berpulang: Ilmu dan Keteladanannya Jadi Warisan Umat
PWI Gandeng Lemhannas, Wartawan Diminta Waspadai Perang Kognitif di Era AI
Eks Kapolda NTB Hadi Gunawan Daftar Ketua Demokrat, 11 Surat Dukungan Diverifikasi
Berita ini 408 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:35 WIB

Musdalub Demokrat NTB Antarkan Eks Kapolda Hadi Gunawan Jadi Ketua DPD, Ini Targetnya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Evi Apita Maya Bahas Bantuan Bibit Kopi untuk Petani NTB, Hilirisasi Jadi Sorotan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:48 WIB

Bukan Cuma MotoGP! ITDC dan MGPA Tembus 100 BUMN Terbaik, The Mandalika Makin Naik Kelas

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:40 WIB

Kampung Bebas Narkoba di Kota Bima Dipertanyakan, 4 Titik Digerebek, 7 Orang Diamankan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:25 WIB

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Raih Penghargaan Zakat Terbaik di Grand BAZNAS Awards 2026

Berita Terbaru