Para Ahli 4 Negara Kumpul Di NTB, Bahas Masalah Ini

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 6 Juli 2024 - 06:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPost, Mataram – Sejumlah Negara mendatangi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Kehadiran sejumlah ahli dari sejumlah negara tersebut dalam rangka untuk menggelar International Conference on Rehabilitation and Maintenance in Civil Engineering (ICRMCE) ke-6 yang intens pada bidang rekaya sipil, khususnya dalam hal kebijakan, desain, konstruksi, rehabilitasi, dan pemeliharaan, lingkungan binaan yang berkelanjutan.

Penjabat (Pj) Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Mayjen TNI (Purn) Dr. Hassanudin, S.IP., M.M, menegaskan komitmen Pemerintah NTB untuk mendukung berbagai inisiatif yang bertujuan meningkatkan ketahanan dan kualitas infrastruktur di daerah NTB.

“Kami berkomitmen untuk terus mendukung berbagai inisiatif yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan dan kualitas infrastruktur Daerah ini.” kata dia di Lombok Raya Hotel, Kamis 4 Juli 2024. Saat menghadiri acara International Conference on Rehabilitation and Maintenance in Civil Engineering (ICRMCE) ke-6

“Konferensi internasional ini mengumpulkan para akademisi, praktisi, dan profesional di bidang teknik sipil dari empat negara diantaranya Taiwan, Australia, Jepang dan Malaysia untuk membahas isu-isu terkini dan berbagi pengetahuan tentang rehabilitasi dan pemeliharaan infrastruktur sipil,”sambung ia.

Pj Gubernur Hassanudin memaparkan sangat relevan tema yang diusung dalam konferensi itu tentang _Policy, Design, Construction, Rehabilitation, and Maintenance, for Sustainable built environment_ dengan tantangan Global yang di hadapi, pembangunan yang berkelanjutan menjadi kunci utama untuk memastikan bahwa generasi mendatang dapat menikmati lingkungan yang sehat, aman, dan nyaman.

Baca Juga :  Bupati Dompu Pamerkan Busana Muna Pa’a: Bukti Nyata Cinta Budaya Lokal

“Tema Konferensi Internasional ini terkait rehabilitasi dan pemeliharaan infrastruktur sipil sangat relevan dengan kebutuhan kita saat ini,” Sambungnya.

Pj Gubernur Hassanudin juga mengungkapkan persoalan tersebut tidak hanya membutuhkan teknologi dan metode yang inovatif, tetapi juga kebijakan yang tepat serta kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan praktisi dalam upaya memajukan infrastruktur di NTB. Dirinya berharap agar konferensi itu dapat menjadi ajang untuk memperkuat jaringan dan kerjasama yang dapat mendukung pembangunan infrastruktur yang lebih baik serta memberikan edukasi dan sosialisasi yang baik kepada masyarakat untuk lebih memahami mengenai kebijakan desain, konstruksi, rehabilitasi, dan pemeliharaan lingkungan binaan yang berkelanjutan.

“Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan praktisi sangat penting untuk memajukan infrastruktur di NTB. Mari kita manfaatkan konferensi ini untuk memperkuat jaringan dan kerjasama demi pembangunan yang lebih baik dan berkelanjutan,” tambahnya.

Sementara itu di sudut lain dalam agenda yang sama dijelaskan Dekan Fakultas Teknik Univeristas Sebelas Maret, Dr. techn. Ir. Sholihin As’ad, M.T menjelaskan Univeristas Sebelas Maret yang berkolaborasi dengan Universitas Mataram, dan beberapa Universitas dari luar negeri serta di dukung oleh beberapa sponsor, yang peserta dari konferensi internasional tersebut rata-rata Dosen berkumpul untuk berbagi banyak pengalaman dan pengetahuan yang di dapat di daerah masing-masing termasuk teknologi baru di teknik sipil yang bisa di kembangkan dan bisa bermanfaat untuk masyarakat, mahasiswa bahkan bisa menjadi topik tesis dan disertasi.

Baca Juga :  Sampaikan Hasil Audiensi dengan MenPAN-RB, Aliansi Honorer 518: Ada Peluang PPPK Paruh Waktu Tambahan

“Jadi kami dari solo universitas sebelas Maret, Universitas Mataram, dan beberapa Universitas dari luar negeri kami kumpul untuk berbagi pengalaman banyak hal-hal termasuk teknologi baru di teknik sipil, jadi kami saling berbagi cerita, dan pengetahuan,” jelas Dekan Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret.

Dari informasi yang di himpun pada rangkaian acara di Konferensi ICRMCE ke-6 itu diisi dengan berbagai sesi presentasi, dan diskusi panel, yang membahas berbagai topik terkait rehabilitasi dan pemeliharaan infrastruktur sipil. Penyelenggaraan konferensi internasional itu diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam peningkatan kualitas infrastruktur di NTB. Dengan adanya pertukaran pengetahuan dan pengalaman dari berbagai negara, diharapkan akan muncul inovasi-inovasi baru yang dapat diterapkan di NTB dan luar NTB untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Berita Terkait

Bima-Dompu Bukan Anak Tiri, HMI Sentil Pemprov NTB, 574 Hari Pascabanjir Jalan Rusak Diabaikan
Menuju PON 2028, Wagub Umi Dinda Dorong PERBASASI NTB Cetak Talenta Muda
Dae Yandi Resmi Pimpin Perbasasi NTB, Bawa Misi Besar Menuju PON 2028
KONI Pusat Ambil Alih KONI NTB, Pemilihan Diulang dari Nol dan Tak Ada Uang Pendaftaran
Mori Hanafi Tinggalkan Legasi Besar, NTB Berhasil Jadi Tuan Rumah PON 2028
KONI Pusat Sebut NTB Gudangnya Atlet, PON 2028 Jadi Momentum Pembuktian
KONI NTB Jangan Terjebak Konflik, Mori Hanafi: PON 2028 Sudah di Depan Mata
Wagub Umi Dinda Buka Musorprov XIII KONI NTB, PON 2028 Jadi Tantangan Besar
Berita ini 49 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:02 WIB

Bima-Dompu Bukan Anak Tiri, HMI Sentil Pemprov NTB, 574 Hari Pascabanjir Jalan Rusak Diabaikan

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:22 WIB

Menuju PON 2028, Wagub Umi Dinda Dorong PERBASASI NTB Cetak Talenta Muda

Senin, 31 Agustus 2026 - 06:08 WIB

Dae Yandi Resmi Pimpin Perbasasi NTB, Bawa Misi Besar Menuju PON 2028

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:45 WIB

KONI Pusat Ambil Alih KONI NTB, Pemilihan Diulang dari Nol dan Tak Ada Uang Pendaftaran

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:59 WIB

Mori Hanafi Tinggalkan Legasi Besar, NTB Berhasil Jadi Tuan Rumah PON 2028

Berita Terbaru