NTB Belum Ramah Bagi Perempuan, Ketua DPRD Isvie Tuntut Badan Khusus

Avatar

- Jurnalis

Senin, 31 Maret 2025 - 14:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Pernyataan mengejutkan datang dari Ketua DPRD NTB, Hj. Isvie Rupaeda. Ia mengungkapkan fakta mencengangkan bahwa NTB masih belum menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi perempuan. Tingginya angka kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), pelecehan, dan perceraian menjadi alarm bahaya yang tak bisa diabaikan.

“Persoalan perempuan di NTB sangat banyak. KDRT merajalela, pelecehan masih tinggi, dan angka perceraian terus meningkat. Jelas ini bukan situasi yang bisa kita diamkan,” tegas Isvie dalam acara buka puasa bersama di kediamannya di Jalan Langko, Kota Mataram, pada 28 Maret 2025.

Baca Juga :  Perkuat SMK di Wilayah Pelosok, Gubernur NTB Akan Siapkan Investasi BOSDA dan Subsidi Sertifikasi Siswa

Ia menegaskan bahwa NTB membutuhkan badan khusus yang benar-benar fokus menangani masalah perempuan, bukan sekadar formalitas belaka.

“Harus ada dinas yang khusus menangani persoalan perempuan secara serius. Tapi ingat, pemimpin dinas ini harus orang yang kompeten. Jangan hanya karena perempuan, tapi juga harus paham betul akar masalah yang dihadapi,” tambahnya dengan nada tajam.

Baca Juga :  KPU NTB Luncurkan Pelopor Desa Demokrasi Saat Kegiatan Jalan Sehat Pilkada Sumbawa Barat

Menurut Isvie, reformasi birokrasi yang sedang berjalan di NTB harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat, termasuk dalam melindungi hak-hak perempuan.

“Kita butuh kebijakan yang berani dan berdampak. Jangan hanya janji manis, tapi tidak ada perubahan,” tandasnya.

Berita Terkait

Jalan Soromandi Bima Masuk Prioritas IJD 2026, Rp48 Miliar Bersumber dari APBN
Disorot HMI dan DPRD, Pemprov NTB Buka Suara: Jalan Soromandi Masuk IJD 2026, Rp48 Miliar Disiapkan
HMI Sorot Jalan Bima-Dompu, Anggota Komisi IV DPRD NTB Dae Leo Angkat Bicara
Tiga Desa Pasang ‘Benteng Adat’ di Hutan Sesaot, Gubernur Miq Iqbal Perkuat Zona Merah
Warga Jadi ‘Pasukan Infanteri’ Jaga Hutan Sesaot, Gubernur NTB Iqbal: Zona Merah Tak Boleh Disentuh
Hanura NTB Dipacu Menatap 2029, Rio Capella: Musuh Paling Besar Partai Itu Kemalasan
Hanura NTB Bidik Kursi DPRD di 3 Daerah Ini pada Pemilu 2029, Ternyata Ini Alasannya
Hanura NTB Siap ‘Pasang Papan Nama’ di Tiap Desa
Berita ini 113 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 12:13 WIB

Jalan Soromandi Bima Masuk Prioritas IJD 2026, Rp48 Miliar Bersumber dari APBN

Rabu, 2 September 2026 - 10:46 WIB

Disorot HMI dan DPRD, Pemprov NTB Buka Suara: Jalan Soromandi Masuk IJD 2026, Rp48 Miliar Disiapkan

Rabu, 2 September 2026 - 09:45 WIB

HMI Sorot Jalan Bima-Dompu, Anggota Komisi IV DPRD NTB Dae Leo Angkat Bicara

Rabu, 2 September 2026 - 07:16 WIB

Tiga Desa Pasang ‘Benteng Adat’ di Hutan Sesaot, Gubernur Miq Iqbal Perkuat Zona Merah

Rabu, 2 September 2026 - 05:33 WIB

Warga Jadi ‘Pasukan Infanteri’ Jaga Hutan Sesaot, Gubernur NTB Iqbal: Zona Merah Tak Boleh Disentuh

Berita Terbaru