TP4K NTB: Solusi atau Beban Baru?, Koko Ruy: Evaluasi OPD Dinilai Lebih Urgen

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 13 Maret 2025 - 17:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Wacana Gubernur NTB membentuk Tim Percepatan Pembangunan dan Penguatan Koordinasi (TP4K) menuai sorotan tajam. Alih-alih mempercepat pembangunan, sejumlah pihak justru menilai evaluasi dan penataan OPD seharusnya lebih diutamakan sebelum menambah tim baru.

Kritik datang dari berbagai kalangan, termasuk Rusdiansyah alias Koko Ruy, seorang lawyer kondang asal NTB. Ia menegaskan bahwa efektivitas dan efisiensi OPD perlu dibenahi lebih dulu agar OPD bisa menjalankan Fungsi Pemerintahan terutama fungsi regulasi, pembangunan, pemberdayaan, dan pelayanan publik secara optimal.

Baca Juga :  Jelang Pencoblosan Pilkada NTB 2024, KAHMI Ingatkan Hal ini Ke Masyarakat, Penyelenggara, Parpol dan Calon

“Jangan sampai Kehadiran TP4K malah menggangu efektivitas OPD yang sudah ada. Kalau kelembagaan belum beres, tim baru hanya akan menambah beban birokrasi,” tegas Koko Ruy. Kamis 14 Maret 2025.

Selain itu, sorotan juga mengarah pada pola rekrutmen pejabat OPD yang selama ini dianggap kurang transparan dan tidak berbasis meritokrasi. Konsep meritokrasi yang sering digadang-gadang Iqbal Dinda sebagai solusi reformasi birokrasi dinilai masih sebatas jualan politik tanpa implementasi nyata.

Baca Juga :  Komisi IV DPRD NTB Tekan BBWS Cari Solusi Adil Soal Lahan Bendungan Meninting

“Percuma bikin TP4K kalau birokrasi masih dikuasai orang-orang yang diangkat bukan karena kompetensi. Evaluasi penataan berkelanjutan terhadap OPD harus dimulai dari dalam OPD sendiri,” cetusnya.

Kini, pertanyaan besar pun mencuat, “Apakah TP4K akan menjadi terobosan nyata atau sekadar tim tambahan yang membebani anggaran tanpa dampak signifikan? Ditengah Efesiensi anggaran,”terang Koko Ruy

Berita Terkait

Dompu Dapat Rapor Merah KPK, Tata Kelola Pemerintahan Era Bambang Firdaus Dipertanyakan
HMI Dompu Resmi Laporkan Rekomendasi Fraksi DPRD, BK Diminta Bertindak
Gubernur NTB Iqbal Ungkap Banyak Aset Provinsi Tak Tercatat dan Belum Bersurat
Gubernur Iqbal Bongkar Sistem Pendapatan NTB: Buruknya Secara Sistemik
Kader Jaelani-Marga Harun Mulai Disandingkan untuk 2029, Peta Politik Dompu Kembali Jadi Sorotan
Maluku Utara ‘Berguru’ ke NTB, Belajar Jurus Kelola Laut
Mori Hanafi Tagih Janji Pemerintah, Desak Kepastian Dana Gedung DPRD NTB 2027
ASN Dinas Pertanian NTB Disorot, Ada yang Tak Masuk Kerja hingga 93 Hari
Berita ini 63 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 17:54 WIB

Dompu Dapat Rapor Merah KPK, Tata Kelola Pemerintahan Era Bambang Firdaus Dipertanyakan

Jumat, 4 September 2026 - 15:05 WIB

HMI Dompu Resmi Laporkan Rekomendasi Fraksi DPRD, BK Diminta Bertindak

Jumat, 4 September 2026 - 11:26 WIB

Gubernur NTB Iqbal Ungkap Banyak Aset Provinsi Tak Tercatat dan Belum Bersurat

Jumat, 4 September 2026 - 10:00 WIB

Gubernur Iqbal Bongkar Sistem Pendapatan NTB: Buruknya Secara Sistemik

Jumat, 4 September 2026 - 01:10 WIB

Kader Jaelani-Marga Harun Mulai Disandingkan untuk 2029, Peta Politik Dompu Kembali Jadi Sorotan

Berita Terbaru