Pemkot Bima Rapatkan Barisan Atasi PKL, Parkir Liar, Sampah Hingga Hewan Ternak 

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 27 Februari 2025 - 03:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Bima- Pemerintah Kota Bima mengadakan Forum Group Discussion (FGD) yang dipimpin oleh Asisten I Setda Kota, Drs. Alwi Yasin, di ruang kerjanya pada Senin, 26 Februari 2025. Diskusi ini bertujuan menyusun strategi untuk menangani berbagai persoalan lingkungan dan sosial yang menjadi sorotan publik.

Sejumlah isu utama dibahas dalam forum ini, termasuk penanganan hewan ternak yang berkeliaran di area publik, pengelolaan sampah, perbaikan taman kota, penataan Pedagang Kaki Lima (PKL), pengawasan parkir liar, serta keberadaan gelandangan dan pengemis (gepeng) yang sering meminta sumbangan di tempat umum.

Baca Juga :  KP4S Gas Pol, Sekda Kota Bima Dukung Aksi ‘Goyang’ Poto Tano 15 Mei

Dalam rapat, Drs. Alwi Yasin menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta guna menciptakan solusi yang efektif dan berkelanjutan.

“Perlunya adanya pengawasan yang lebih ketat serta penataan kota yang lebih ramah bagi warga dan pengunjung,”ungkapnya.

Baca Juga :  Borong Tiga Piala di BAZNAS Award 2025, NTB Buktikan Zakat Bukan Cuma Amal, Tapi Prestasi

Sejumlah langkah konkret diusulkan, seperti penyuluhan kepada pemilik ternak, peningkatan fasilitas pengelolaan sampah, serta penyusunan regulasi yang lebih tegas terkait PKL, parkir liar, dan gepeng.

“Hasil FGD ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan yang lebih baik demi menciptakan kota yang tertata dan nyaman,”terang Alwi Yasin.

 

Berita Terkait

Dituding Dana NTBCare Rp31 Miliar Mengalir ke Pribadi, Bang Zul Buka Suara: Ini Keterlaluan, Audit Saja
Aklamasi Tanpa Lawan, Hartati Nahkodai Kohati HMI Bima 2026-2027, Begini Proses Penetapannya
Gubernur Iqbal Resmikan Pusat Informasi Geopark Rinjani, Tegaskan Status UNESCO Tanpa Kompromi, Ini Alasannya
Diduga Telantarkan Istri Usai Jadi Ajudan Bupati, Polisi di Bima Sepakat Cerai Usai Disidang
Hardiknas 2026, Guru PPPK Paruh Waktu di NTB Era Iqbal-Dinda Dapat Tambahan Insentif Rp500 Ribu
Dipaksakan dan Tak Sah, Subhan Bongkar Dugaan Kejanggalan Muscab PPP Dompu
PPP NTB Bergejolak, Marga Harun Sebut Muscab Dompu Tak Sah dan Bermasalah
Iqbal Libatkan Buruh di ‘Dapur Perda’, Skema PMI Disiapkan Putus Kemiskinan, Umi Dinda Ingatkan Ini
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 20:15 WIB

Dituding Dana NTBCare Rp31 Miliar Mengalir ke Pribadi, Bang Zul Buka Suara: Ini Keterlaluan, Audit Saja

Senin, 4 Mei 2026 - 19:24 WIB

Aklamasi Tanpa Lawan, Hartati Nahkodai Kohati HMI Bima 2026-2027, Begini Proses Penetapannya

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:58 WIB

Gubernur Iqbal Resmikan Pusat Informasi Geopark Rinjani, Tegaskan Status UNESCO Tanpa Kompromi, Ini Alasannya

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:57 WIB

Diduga Telantarkan Istri Usai Jadi Ajudan Bupati, Polisi di Bima Sepakat Cerai Usai Disidang

Sabtu, 2 Mei 2026 - 14:23 WIB

Hardiknas 2026, Guru PPPK Paruh Waktu di NTB Era Iqbal-Dinda Dapat Tambahan Insentif Rp500 Ribu

Berita Terbaru