Kasta NTB Desak Pemerintah Bergerak Perketat Pengawasan, Minta APH Tindak Tegas Manipulasi Harga Pupuk Subsidi

Avatar

- Jurnalis

Senin, 3 Februari 2025 - 11:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Lombok Tengah– Kasta NTB DPD Lombok Tengah mendesak aparat penegak hukum dan OPD terkait untuk segera memaksimalkan pengawasan serta penindakan terhadap praktik distribusi dan penjualan pupuk subsidi di seluruh wilayah Kabupaten Lombok Tengah. Seruan ini muncul setelah banyak laporan dari para petani yang menyatakan bahwa harga pembelian pupuk subsidi di tingkat pengecer masih jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Menurut Lalu Andi, Ketua Kasta NTB DPD Lombok Tengah, harga eceran tertinggi untuk pupuk subsidi ditetapkan sebagai berikut:
1. Pupuk subsidi jenis urea sebesar Rp 2.250 per kilogram
2. Pupuk subsidi NPK sebesar Rp 2.300 per kilogram
3. Pupuk NPK kakao sebesar Rp 3.300 per kilogram
4. Pupuk organik sebesar Rp 800 per kilogram

Ketentuan HET tersebut berlaku sejak 1 Januari 2025. Namun, hasil investigasi yang dilakukan oleh pengurus Kasta di beberapa desa dan kecamatan mengungkapkan adanya oknum pengecer yang secara sepihak menjual pupuk subsidi jenis urea dengan harga mencapai Rp 4.500 per kilogram, serta pupuk jenis ponska dijual dengan harga Rp 3.500 per kilogram.

Baca Juga :  NTB Gaspol Jadi Lumbung Pangan Nasional, Distanbun dan Kementan RI Kawal Ketat Program OPLAH 2025

“Segala bentuk praktik manipulasi harga pupuk subsidi, baik oleh distributor maupun pengecer, merupakan penyalahgunaan fasilitas yang harus ditindak tegas sesuai dengan aturan yang berlaku. Mempermainkan harga pupuk subsidi kepada para petani yang secara legal terdaftar di e-RDKK sebagai penerima pupuk subsidi adalah kejahatan yang mengancam produktivitas dan kualitas hasil pertanian serta merampas hak para petani demi kepentingan pribadi,” tegas Lalu Andi.

Lebih lanjut, Lalu Andi menambahkan bahwa lemahnya pengawasan dari OPD terkait dan kurangnya penindakan serius oleh aparat kepolisian dalam menangani setiap kasus manipulasi harga pupuk subsidi harus segera diperbaiki. “Setiap musim tanam tiba, praktik seperti ini kembali muncul, menunjukkan betapa seriusnya masalah pengawasan dan penindakan yang selama ini belum optimal,” ujarnya.

Baca Juga :  Tugas Kuliah Rasa Festival! PGSD UNSWA Tampilkan Tari, Bikin Dosen Lupa Nilai E

Kasta NTB DPD Lombok Tengah mengharapkan agar pihak aparat penegak hukum, bersama dengan OPD terkait, dapat melakukan langkah-langkah preventif dan represif guna memberantas praktik manipulasi harga pupuk subsidi.

“Langkah ini dianggap penting untuk melindungi hak-hak petani serta menjaga kestabilan harga pupuk subsidi sesuai dengan ketentuan pemerintah yang telah ditetapkan,”ungkapnya.

Dengan adanya penindakan tegas, diharapkan para pelaku penyalahgunaan ini akan diproses sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, “sehingga harga pupuk subsidi kembali sesuai dengan HET dan memberikan manfaat maksimal bagi para petani di Kabupaten Lombok Tengah,”tutupnya.

Berita Terkait

Saat Dunia Makin Ribut, KPU NTB Ingatkan Satu Obat Ampuh: Pancasila
Dulu Terseok, Kini Ngebut Usai Utang Beres! RSUP NTB Siap Naik Kelas Jadi Rumah Sakit Pendidikan Unggulan
Hari Lahir Pancasila 2026 di NTB, Miq Iqbal Tegaskan Pancasila Adalah Jangkar Perdamaian Global
Sekolah Rakyat Pertama di Pulau Sumbawa Disiapkan di Bima, Jadi Harapan Baru Pemerataan Pendidikan NTB
KPU NTB Berkurban di Idul Adha, Agus Hilman: Yang Dinilai Bukan Dagingnya, Tapi Ketakwaannya
PKS NTB Sembelih 193 Hewan Kurban, Sebanyak 2.000 Paket Daging Dibagikan untuk Warga
Momentum Halal Bihalal Idul Adha, Harmoni Kepemimpinan Lombok Timur Tuai Apresiasi
Bahlil Lahadalia dan Sari Yuliati Salurkan Sapi Kurban untuk NTB, Golkar Potong Lima Ekor di Mataram
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 19:49 WIB

Saat Dunia Makin Ribut, KPU NTB Ingatkan Satu Obat Ampuh: Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 - 18:13 WIB

Dulu Terseok, Kini Ngebut Usai Utang Beres! RSUP NTB Siap Naik Kelas Jadi Rumah Sakit Pendidikan Unggulan

Senin, 1 Juni 2026 - 13:55 WIB

Hari Lahir Pancasila 2026 di NTB, Miq Iqbal Tegaskan Pancasila Adalah Jangkar Perdamaian Global

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:55 WIB

Sekolah Rakyat Pertama di Pulau Sumbawa Disiapkan di Bima, Jadi Harapan Baru Pemerataan Pendidikan NTB

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:04 WIB

KPU NTB Berkurban di Idul Adha, Agus Hilman: Yang Dinilai Bukan Dagingnya, Tapi Ketakwaannya

Berita Terbaru