Tugas Kuliah Rasa Festival! PGSD UNSWA Tampilkan Tari, Bikin Dosen Lupa Nilai E

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 12 Juni 2025 - 15:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Bima – Suasana kampus Universitas Nggusuwaru (UNSWA) berubah semarak dan penuh warna, saat para mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) tampil memukau dalam pertunjukan seni bertajuk ‘Gerak Gembira Warna Budaya’. Pentas ini bukan sekadar tugas akhir matakuliah, tapi juga panggung ekspresi budaya dan pengingat akan pentingnya merawat warisan seni nusantara.

Digelar di aula utama kampus, acara tersebut menyedot perhatian sivitas akademika. Hadir secara langsung Wakil Rektor I UNSWA Dr. Tasrif, M.Pd, Wakil Rektor III Amiruddin, S.Pd., M.Pd, Ketua Prodi PGSD Ahyansyah, M.Pd, para dosen, dan tentu saja mahasiswa yang larut dalam kemeriahan budaya dari berbagai penjuru tanah air.

Baca Juga :  Resmi Jadi Kapten Kapal BKOW NTB, Umi Dinda Minta Jangan Sekadar Selfie, Tapi Berkontribusi

Dari gerak gemulai tari Bali, hentakan energik tari Saman Aceh, hingga kelembutan tari Bima, semuanya dibawakan secara kolaboratif dan penuh penghayatan oleh mahasiswa PGSD. Pentas ini menjadi ajang unjuk bakat, sekaligus ujian akhir yang dinilai langsung oleh dosen pengampu.

Dalam sambutannya saat membuka acara, Dr. Tasrif, M.Pd menyampaikan apresiasi tinggi kepada Prodi PGSD.

“Kegiatan ini sangat edukatif dan memiliki nilai seni budaya yang kuat. Kami mendorong agar pentas semacam ini menjadi agenda rutin bulanan, bahkan bisa dikembangkan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah maupun pihak swasta,” tegasnya disambut tepuk tangan hadirin. Kamis (12/06).

Baca Juga :  Menyambut HUT Polantas ke 69, Satlantas Polres Bima Bagi Helm ke Pengguna Jalan

Pertunjukan ini tak hanya jadi tontonan menarik, tapi juga wahana pembelajaran kontekstual. Nilai-nilai multikulturalisme, kreativitas, kerja sama tim, hingga kepekaan budaya tumbuh dan hidup di atas panggung mini tersebut. ‘Gerak Gembira Warna Budaya’ sukses membuktikan bahwa kampus bukan cuma tempat belajar teori, tapi juga tempat melestarikan identitas bangsa.

 

Berita Terkait

Saat Dunia Makin Ribut, KPU NTB Ingatkan Satu Obat Ampuh: Pancasila
Dulu Terseok, Kini Ngebut Usai Utang Beres! RSUP NTB Siap Naik Kelas Jadi Rumah Sakit Pendidikan Unggulan
Hari Lahir Pancasila 2026 di NTB, Miq Iqbal Tegaskan Pancasila Adalah Jangkar Perdamaian Global
Sekolah Rakyat Pertama di Pulau Sumbawa Disiapkan di Bima, Jadi Harapan Baru Pemerataan Pendidikan NTB
KPU NTB Berkurban di Idul Adha, Agus Hilman: Yang Dinilai Bukan Dagingnya, Tapi Ketakwaannya
PKS NTB Sembelih 193 Hewan Kurban, Sebanyak 2.000 Paket Daging Dibagikan untuk Warga
Momentum Halal Bihalal Idul Adha, Harmoni Kepemimpinan Lombok Timur Tuai Apresiasi
Bahlil Lahadalia dan Sari Yuliati Salurkan Sapi Kurban untuk NTB, Golkar Potong Lima Ekor di Mataram
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 19:49 WIB

Saat Dunia Makin Ribut, KPU NTB Ingatkan Satu Obat Ampuh: Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 - 18:13 WIB

Dulu Terseok, Kini Ngebut Usai Utang Beres! RSUP NTB Siap Naik Kelas Jadi Rumah Sakit Pendidikan Unggulan

Senin, 1 Juni 2026 - 13:55 WIB

Hari Lahir Pancasila 2026 di NTB, Miq Iqbal Tegaskan Pancasila Adalah Jangkar Perdamaian Global

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:55 WIB

Sekolah Rakyat Pertama di Pulau Sumbawa Disiapkan di Bima, Jadi Harapan Baru Pemerataan Pendidikan NTB

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:04 WIB

KPU NTB Berkurban di Idul Adha, Agus Hilman: Yang Dinilai Bukan Dagingnya, Tapi Ketakwaannya

Berita Terbaru