Pemuda di Kota Mataram Ditemukan Gantung Diri, Ini Penyebabnya

Avatar

- Jurnalis

Senin, 6 Januari 2025 - 09:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram- Seorang Pemuda berusia 28 tahun, berinisial IGARAS ditemukan tewas gantung diri di gudang rumahnya pada Sabtu siang (04/01/2025) sekitar pukul 14:15 WITA. Peristiwa memilukan tersebut terjadi di Abiantubuh Cakranegara, Kota Mataram.

Kejadian tragis ini pertama kali diketahui oleh orang tua korban, berinisial IKSPY. Menurut keterangan, awalnya orang tua korban mendengar dering telepon dari kamar anaknya. Ketika hendak menyerahkan telepon tersebut, korban tidak ditemukan di kamarnya, lalu dicari kerumah belakang yang letaknya berada di belakang rumah.

“Setelah memeriksa seluruh kamar, saya memutuskan untuk mengecek gudang di samping rumah. Betapa terkejutnya saya saat melihat anak saya tergantung di Plafon,”ungkap orang tua korban kepada petugas.

Baca Juga :  Kapolda NTB dan BNNP NTB Perkuat Sinergi Berantas Narkoba

Kapolsek Sandubaya Kompol Imam Maladi SIK. Menyatakan pihaknya langsung bergerak ke tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima laporan. Personil piket fungsi Polsek Sandubaya bersama unit identifikasi Sat Reskrim Polresta Mataram segera melakukan evakuasi dan olah TKP.

“Ketika petugas tiba di lokasi, korban sudah diturunkan oleh keluarga dan warga setempat,”jelas Kompol Imam

Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui pernah menjalani perawatan di rumah sakit jiwa dan belakangan ini menunjukkan perubahan prilaku korban menjadi pendiam dan tampak kehilangan semangat hidup.

Baca Juga :  Wartawan Digeret ke Basement dan Ditampar Oknum LSM di Lombok Tengah

“Dugaan sementara, Korban mengalami depresi berat, Keluarga menyatakan ikhlas menerima musibah ini dan menolak dilakukan autopsi,”tambahnya.

Kapolsek Sandubaya turut menyampaikan rasa belasungkawa atas tragedi ini dan menghimbau masyarakat untuk lebih peka terhadap kondisi psikologis anggota keluarga mereka.

“Jika ada anggota keluarga dan kerabat yang menunjukkan tanda-tanda depresi segera berikan perhatian lebih atau bawa mereka ke ahli untuk mendapatkan bantuan profesional,”pesannya. Senin (6/1/2025)

“Tragedi ini menjadi pengingat pentingnya dukungan mental dan emosional dalam keluarga, khususnya bagi mereka yang tengah menghadapi tekanan hidup atau gangguan psikologis,”sambung ia.

Berita Terkait

Bima-Dompu Bukan Anak Tiri, HMI Sentil Pemprov NTB, 574 Hari Pascabanjir Jalan Rusak Diabaikan
Menuju PON 2028, Wagub Umi Dinda Dorong PERBASASI NTB Cetak Talenta Muda
Dae Yandi Resmi Pimpin Perbasasi NTB, Bawa Misi Besar Menuju PON 2028
KONI Pusat Ambil Alih KONI NTB, Pemilihan Diulang dari Nol dan Tak Ada Uang Pendaftaran
Mori Hanafi Tinggalkan Legasi Besar, NTB Berhasil Jadi Tuan Rumah PON 2028
KONI Pusat Sebut NTB Gudangnya Atlet, PON 2028 Jadi Momentum Pembuktian
KONI NTB Jangan Terjebak Konflik, Mori Hanafi: PON 2028 Sudah di Depan Mata
Wagub Umi Dinda Buka Musorprov XIII KONI NTB, PON 2028 Jadi Tantangan Besar
Berita ini 167 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:02 WIB

Bima-Dompu Bukan Anak Tiri, HMI Sentil Pemprov NTB, 574 Hari Pascabanjir Jalan Rusak Diabaikan

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:22 WIB

Menuju PON 2028, Wagub Umi Dinda Dorong PERBASASI NTB Cetak Talenta Muda

Senin, 31 Agustus 2026 - 06:08 WIB

Dae Yandi Resmi Pimpin Perbasasi NTB, Bawa Misi Besar Menuju PON 2028

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:45 WIB

KONI Pusat Ambil Alih KONI NTB, Pemilihan Diulang dari Nol dan Tak Ada Uang Pendaftaran

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:59 WIB

Mori Hanafi Tinggalkan Legasi Besar, NTB Berhasil Jadi Tuan Rumah PON 2028

Berita Terbaru