Perang Topat: Simbol Harmoni Umat Beragama di Lombok

Avatar

- Jurnalis

Minggu, 15 Desember 2024 - 14:24 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Lombok Barat- Bukan perang biasa. Tradisi unik ini justru merupakan simbol kerukunan umat beragama di pulau Lombok.

Kerap dijuluki sebagai pulau seribu masjid dengan penduduk mayoritas Islam, masyarakat Sasak di pulau Lombok tetap memegang tradisi. Salah satu tradisi unik yang masih terjaga dengan baik adalah ritual Perang Topat yang digelar setiap tahun di pura Lingsar, Desa Lingsar, Kabupaten Lombok Barat.

Dalam ritual ini, masyarakat Islam dan Hindu akan berperang, saling lempar menggunakan ketupat kecil dan jajanan lainnya yang telah disiapkan oleh para pemangku adat.

Menariknya, meskipun berupa perang, tujuan dari ritual adat ini bukanlah untuk saling menyakiti, melainkan sebagai perekat tali persaudaraan dua suku yang berlainan budaya, keyakinan dan agama, yaitu Sasak dan Bali.

Baca Juga :  Seorang Ibu Diduga Bakar Anak Kandung di Sumbawa, Begini Kronologi dan Asalnya

Tradisi Perang Topat dan Pujawali merupakan simbol keharmonisan dan kerukunan antara Suku Sasak yang mayoritas beragama Islam dan Suku Bali yang beragama Hindu di pulau Lombok.

Pj Gubernur NTB, Hassanudin mengatakan senang dan bahagia bisa hadir untuk pertama kalinya dengan suasana harmoni dalam keberagaman lingkungan yang baik.

“Ini semua secara implementasi sudah kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya pada puncak peringatan perang Topat dan Pujawali di Taman Pura Lingsar Lombok Barat, pada Minggu (15/12/24).

Ditambahkan Pj Gubernur, hal ini tidak mudah karena ini merupakan titipan dari para pendahulu namun tanggungjawab moral harus terus dilanjutkan kepada generasi muda selanjutnya.

“Mari kita senantiasa bergembira bersukaria karena ini juga bagian dari peringatan HUT NTB ke-66,” pungkasnya.

Sementara itu, Pj Bupati Lombok Barat, H. Ilham S. Pd., M. Pd., menyampaikan event perang topat dan pujawali ini merupakan event tahunan yang diselenggarakan di pura Lingsar.

Baca Juga :  Pria Kota Mataram Gadai Motor Teman, Modus 'Pinjam Sebentar'

“Tradisi ini sebagai bentuk ungkapan rasa syukur atas hasil panen yang melimpah sekaligus bagian dari upacara pujawali menggunakan sajian berupa ketupat,” ungkapnya.

Selain itu, kegiatan ini dimulai dengan ritual kemaliq di pura Lingsar, kemudian antara umat muslim dan Hindu melakukan tradisi saling lempar ketupat.

“Tradisi saling lempar ketupat ini sebagai perwujudan toleransi dan pluralisme yang hidup terjaga ditengah-tengah masyarakat,”pungkasnya.

Tak lupa Pj Bupati mengajak masyarakat untuk menjaga dan melestarikan budaya agar tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat sehingga kerukunan dan kedamaian terus berlanjut hingga anak cucu dimasa-masa yang akan datang.

Berita Terkait

Bukan Cuma MotoGP! ITDC dan MGPA Tembus 100 BUMN Terbaik, The Mandalika Makin Naik Kelas
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Raih Penghargaan Zakat Terbaik di Grand BAZNAS Awards 2026
NTB Berduka, Tuan Guru Bagu Berpulang: Ilmu dan Keteladanannya Jadi Warisan Umat
PWI Gandeng Lemhannas, Wartawan Diminta Waspadai Perang Kognitif di Era AI
Eks Kapolda NTB Hadi Gunawan Daftar Ketua Demokrat, 11 Surat Dukungan Diverifikasi
Garuda NTB Desak Kejari Buka Alasan SP3 Kasus Bidikmisi UMMAT
HUT ke-81, Iqbal Sentil Pembangunan Lombok Tengah: Jangan Cuma Hebat Tiga Hari Saat MotoGP
Jalan Rusak di Bima Ditimbun Polisi, Dinas PU NTB Sebut Perbaikan Oktober dari APBD-P
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:48 WIB

Bukan Cuma MotoGP! ITDC dan MGPA Tembus 100 BUMN Terbaik, The Mandalika Makin Naik Kelas

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:25 WIB

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Raih Penghargaan Zakat Terbaik di Grand BAZNAS Awards 2026

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:10 WIB

NTB Berduka, Tuan Guru Bagu Berpulang: Ilmu dan Keteladanannya Jadi Warisan Umat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:17 WIB

PWI Gandeng Lemhannas, Wartawan Diminta Waspadai Perang Kognitif di Era AI

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:29 WIB

Eks Kapolda NTB Hadi Gunawan Daftar Ketua Demokrat, 11 Surat Dukungan Diverifikasi

Berita Terbaru