Oleh: Ardiansyah Koordinator NasPol NTB
Dalam panggung politik Pilkada NTB, kepiawaian Dr. Zulkieflimansyah dalam memainkan bidal catur politik semakin terlihat jelas. Sejak awal kampanye, Lalu Muhammad Iqbal dan pasangannya, Hj. Indah Damayanti Putri, jarang terlihat bersama menyapa warga di Pulau Lombok. Ketidakharmonisan dan ketidakcocokan dalam cara berpolitik pasangan nomor urut 3 ini semakin mencolok, terutama ketika Iqbal memutuskan untuk turun kampanye sendiri di Sumbawa Barat dan Sumbawa.
Kampanye pasangan ini terlihat kaku dan kurang terkoordinasi, mencerminkan adanya perbedaan visi dan strategi antara kedua calon. Sementara itu, pasangan nomor urut 1, Hj. Rohmi Djalilah dan H. Musafirin, mulai menunjukkan tanda-tanda keretakan. Dukungan yang diharapkan dari TGB, yang sebelumnya menjadi ujung tombak kampanye mereka, kini beralih ke pasangan nomor urut 2.
Meskipun TGB tidak secara terbuka menyatakan dukungannya, kedekatannya dengan Dr. Zul semakin terlihat jelas. Spanduk-spanduk bergambar TGB dan Dr. Zul yang tersebar di masyarakat menjadi bukti nyata dari aliansi baru ini. Kondisi ini membuat pasangan nomor urut 1 semakin rapuh, dengan Hj. Rohmi yang tertunduk menghadapi kenyataan politik yang berubah.
Dalam dinamika politik yang terus berkembang, Dr. Zulkieflimansyah berhasil menunjukkan kepiawaiannya dalam mengatur strategi dan membangun aliansi, menjadikannya pemain utama dalam Pilkada NTB kali ini. Sementara itu, Lalu Muhammad Iqbal harus menghadapi kenyataan pahit dari ketidakmampuannya menjaga kekompakan tim, dan Hj. Rohmi harus menerima kenyataan bahwa dukungan yang diharapkan kini beralih ke pihak lain.
New Surya 2 November 2024










