Masuk Arena Debat Pilgub NTB 2024  Tanpa ID CARD dan Melanggar Tata Tertib Akan Diusir

Avatar

- Jurnalis

Minggu, 20 Oktober 2024 - 12:24 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Dalam rangka memastikan kelancaran jalannya kegiatan Debat antar Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan wakil Gubernur NTB pada tahapan pilkada 2024 yang akan diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTB, Polda NTB melalui Karoops Polda NTB Kombes Pol. Abu Bakar Tertusi SIK, menghadiri Rapat Koordinasi di Kantor KPU NTB, Sabtu 19 Oktober 2024.

Rakor tersebut dalam rangka persiapan penyelenggaraan Debat Publik antar Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB yang akan maju dalam Pilkada NTB tahun 2024.

Karoops Polda NTB usai kegiatan tersebut kepada media menyampaikan bahwa KPU NTB berencana akan menggelar Debat Publik antar Paslon yang rencananya akan diadakan pada 23 Oktober 2024 di Ballroom Lombok Raya Hotel Mataram.

“Rapat koordinasi ini bertujuan untuk membahas persiapan penyelenggaraan Debat publik Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur termasuk didalamnya adalah Pengamanan,”ungkap Karoops Polda NTB.

Dari hasil rapat bahwa Debat tersebut hanya bisa dihadiri oleh massa pendukung masing-masing Paslon sebanyak 100 orang dengan menggunakan ID Card yang didalamnya terisi Bardcord yang hanya bisa digunakan oleh orang yang sudah didaftar. Sementara terkait tehnis pelaksanaan akan diatur oleh KPU NTB.

Pada kegiatan Debat nantinya akan dikawal oleh regu Pengamanan baik di pintu masuk tempat kegiatan maupun di bawah dimana massa pendukung yang tidak memiliki akses masuk menunggu hingga pengamanan di lokasi parkiran.

Baca Juga :  DPRD Soroti Ruas Jalan NTB Tanpa Fasilitas Keamanan, Setiap Hari 1 Orang Meninggal Karena Kecelakaan

“Cukup membantu dengan adanya ID Card yang langsung memiliki bardcord sehingga akan lebih mudah menyeleksi dan mengontrol peserta yang boleh masuk ke dalam ruangan tempat berlangsungnya Debat,”ucapnya.

Ia pun menyampaikan kepada, seluruh panitia penyelenggara dan kepada penanggung jawab Pengamanan serta Padal dan Pawas agar terus secara intens melakukan kordinasi sehingga persiapan pengamanan ataupun langkah-langkah antisipatif dapat segera ditentukan.

“Kami tekankan koordinasi harus dilakukan dengan intens untuk memperlancar jalannya kegiatan tersebut,”pungkasnya.

Anggota Komisioner KPU Provinsi NTB Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Parmas dan SDM, Agus Hilman menjelaskan bahwa dalam debat yang digelar selama 120 menit ini, para Paslon akan beradu gagasan dan visi misi. Pelaksanaan debat ini dipastikan akan digelar dengan suasana yang aman dan nyaman.

“Jika nanti ada kejadian yang mengganggu debat maka kita bisa saja mengeluarkannya. Tapi sampai saat ini kita belum mengatur sanksinya seperti apa karena kami masih meyakini jika masing-masing pendukung Paslon sudah dewasa,” ucapnya.

Hilman menambahkan bahwa dalam tata tertib debat juga telah diatur, agar semua pasangan calon untuk tidak menyampaikan singkatan-singkatan maupun istilah-istilah yang asing sehingga menjebak Paslon tertentu.

“Intinya dalam tatib itu prinsipnya agar setara dan dalam tanda kutip menjatuhkan dengan beberapa istilah-istilah yang memang asing. Semua paslon juga bagroundnya berbeda-beda, jangan sampai kemudian menggunakan singkatan yang susah dipahami,” jelasnya.

Baca Juga :  Pemilih NTB Capai 3,9 Juta, tapi Bawaslu Temukan Kejanggalan: Dari Data Ganda hingga Nama-Nama dari Dalam Kubur, Bima dan Lobar Jadi Sorotan

Para tim pendukung yang akan mendampingi Paslon akan diberikan id card dengan barcode khusus yang tidak bisa lagi digunakan setelah masuk kelokasi debat. Barcode itu nanti akan di scan oleh petugas dan otomatis terdaftar sehingga tidak bisa digunakan kembali atau sekali pakai.

“Hal ini dilakukan, untuk mengantisipasi penambahan orang masuk ke tempat debat. Satu masuk, satu lagi keluar membawa empat Id Card dan masuk lagi. Nah itu tidak bisa lagi digunakan. Jadi konsekwensi nya sekali masuk, ya sudah bisa lagi digunakan untuk di scan,” katanya.

KPU NTB nantinya akan menghimbau dan menyampaikan pada saat technical meeting, agar membawa pendukung lebih dari 100 orang. Masyarakat ataupun para penduduk dapat menyaksikan debat Perdana ini melalui salah satu stasiun televisi nasional baik di rumah maupun lokasi lainnya.

Materi atau tema debat Perdana ini yakni, Reformasi Birokrasi dan Pelayanan Publik Untuk Kesejahteraan Masyarakat. Materi debat itu dibagi menjadi empat sub tema yakni inovasi pemerintahan, kesehatan, pendidikan dan sosial. Ini semua akan dirangkaikan dalam enam segmen.

Pada segmen pertama, menyampaikan visi misi, segmen kedua dan ketiga adalah pendalaman visi misi dimana Paslon menjawab pertanyaan panelis yang sudah disusun oleh masing-masing panelis. Untuk segmen empat dan lima yakni tanya jawab dari masing-masing pasangan calon dan segmen keenam yakni penutup.

Berita Terkait

Bukan Cuma MotoGP! ITDC dan MGPA Tembus 100 BUMN Terbaik, The Mandalika Makin Naik Kelas
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Raih Penghargaan Zakat Terbaik di Grand BAZNAS Awards 2026
NTB Berduka, Tuan Guru Bagu Berpulang: Ilmu dan Keteladanannya Jadi Warisan Umat
PWI Gandeng Lemhannas, Wartawan Diminta Waspadai Perang Kognitif di Era AI
Eks Kapolda NTB Hadi Gunawan Daftar Ketua Demokrat, 11 Surat Dukungan Diverifikasi
Garuda NTB Desak Kejari Buka Alasan SP3 Kasus Bidikmisi UMMAT
HUT ke-81, Iqbal Sentil Pembangunan Lombok Tengah: Jangan Cuma Hebat Tiga Hari Saat MotoGP
Jalan Rusak di Bima Ditimbun Polisi, Dinas PU NTB Sebut Perbaikan Oktober dari APBD-P
Berita ini 57 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:48 WIB

Bukan Cuma MotoGP! ITDC dan MGPA Tembus 100 BUMN Terbaik, The Mandalika Makin Naik Kelas

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:25 WIB

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Raih Penghargaan Zakat Terbaik di Grand BAZNAS Awards 2026

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:10 WIB

NTB Berduka, Tuan Guru Bagu Berpulang: Ilmu dan Keteladanannya Jadi Warisan Umat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:17 WIB

PWI Gandeng Lemhannas, Wartawan Diminta Waspadai Perang Kognitif di Era AI

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:29 WIB

Eks Kapolda NTB Hadi Gunawan Daftar Ketua Demokrat, 11 Surat Dukungan Diverifikasi

Berita Terbaru