Evaluasi Data Pilkada 2024, KPU NTB Gelar Rapat Panas di Tengah Ramadan

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 22 Maret 2025 - 15:46 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Suasana memanas di kantor KPU NTB saat rapat tindak lanjut Focus Group Discussion (FGD) evaluasi Pilkada 2024 digelar pada Jumat 21 Maret 2025 kemarin. Di tengah suasana Ramadan yang seharusnya penuh berkah, perdebatan soal sinkronisasi data dan rekomendasi justru menjadi sorotan utama.

Rapat ini dihadiri oleh seluruh KPU kabupaten/kota se-NTB bersama sekretaris masing-masing. Ketua Divisi Perencanaan Data dan Informasi, Halidy, langsung menggebrak dengan peringatan keras.

“Kita tidak boleh ada perbedaan data! Setiap angka harus klop antara kabupaten/kota dengan provinsi. Jangan sampai ada laporan yang meragukan kredibilitas KPU,” tegasnya.

Baca Juga :  Tenun NTB Curi Panggung di IFW 2026, Karya QV by Viviana Tuai Sorotan

FGD atau Adu Strategi?

Di sisi lain, Ketua Divisi SDM dan Parmas, Agus Hilman, menyoroti perlunya evaluasi mendalam. Ia meminta peserta mengupas tuntas seluruh tahapan Pilkada 2024, dari pre-election hingga post-election.

“Kita harus gali semua yang belum maksimal. Jangan sampai ada celah yang bisa jadi bumerang di kemudian hari,” serunya dengan nada serius.

Sementara itu, Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan, Mastur, memberikan peringatan tegas soal ketidaksesuaian rekomendasi dengan permasalahan yang ditemukan.

“Jangan sampai masalah A, tapi rekomendasinya B. Ini bisa berbahaya dan menciptakan kebingungan. Kita harus lebih teliti dalam merumuskan rekomendasi,” ujarnya, menyoroti potensi blunder dalam evaluasi.

Baca Juga :  DPRD NTB Sahkan Perubahan Perda Pajak dan Retribusi, Potensi PAD Bertambah Rp160 Miliar

Kisah Sukses atau Rapot Merah?

Di tengah diskusi yang semakin tajam, Ketua Divisi Teknis, Zuriati, justru mengajak peserta melihat sisi positif. Ia mengingatkan bahwa evaluasi tidak hanya soal mencari kesalahan, tetapi juga menemukan best practice.

“Jangan fokus ke kekurangan saja. Kita harus ambil pelajaran dari hal-hal baik yang bisa jadi contoh ke depannya,” ujarnya dengan optimis.

 

Berita Terkait

PDIP NTB Pecat Musyafirin, Polemik Komisaris Bank NTB Syariah Berujung Keputusan Bulat
Matadata Institute Siapkan 25 Rekomendasi untuk Pemerintahan Iqbal-Dinda, Ini Fokusnya
Gubernur Iqbal Buka Pintu Kritik, Akui NTB Sangat Kompleks
Warga Dompu Meninggal di Kontrakan Mataram, Polisi Ungkap Kronologi dan Sikap Keluarga
NTB Kembali Masuk 3 Besar Pariwisata Ramah Muslim Nasional, Sekda Ungkap Tantangan Berikutnya
Investor Arab Saudi Lirik Sembalun untuk Vila Ramah Muslim, Wagub NTB Gandeng MUI Perkuat Wisata Halal
UMKM Kerajinan Lombok Binaan Disperindag NTB Kantongi Kerja Sama Rp9 Miliar dengan Australia di TEI 2026
Wagub NTB Umi Dinda Jajaki Investasi Wisata Buatan untuk Dongkrak Ekonomi
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:54 WIB

PDIP NTB Pecat Musyafirin, Polemik Komisaris Bank NTB Syariah Berujung Keputusan Bulat

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:26 WIB

Matadata Institute Siapkan 25 Rekomendasi untuk Pemerintahan Iqbal-Dinda, Ini Fokusnya

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Gubernur Iqbal Buka Pintu Kritik, Akui NTB Sangat Kompleks

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Warga Dompu Meninggal di Kontrakan Mataram, Polisi Ungkap Kronologi dan Sikap Keluarga

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:20 WIB

NTB Kembali Masuk 3 Besar Pariwisata Ramah Muslim Nasional, Sekda Ungkap Tantangan Berikutnya

Berita Terbaru

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Menghadiri Kegiatan Silaturahmi Pemikiran dan Tasyakur Satu Tahun Matadata Institute di Mataram.

Pemerintahan

Gubernur Iqbal Buka Pintu Kritik, Akui NTB Sangat Kompleks

Sabtu, 17 Okt 2026 - 12:00 WIB