SUMBAWAPOST.com, Bima – Panitia Pengawas Pemilu (Panwascam) Kecamatan Asakota, Kota Bima mengajak warga untuk berani menolak politik uang dan politisasi SARA di Pilkada 2024.
Ajakan tersebut disampaikan saat sosialisasi pengawasan pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur serta wali kota dan wakil wali kota Bima 2024, di Lingkungan Rasalewi, Kelurahan Jatibaru, Kecamatan Asakota, Kota Bima, Minggu, 29 September 2024
“Mari kita sama-sama menolak politik uang dan politisasi SARA. Mendukung sah-sah saja, tapi hindari politik uang dan Politisasi SARA,” ajak Anggota Panwascam Asakota, Deden Solihin.
Ia mengaku kegiatan sosialisasi pengawasan g yang dilakukan saat ini, bertujuan untuk memberikan edukasi, meminimalisir dan mencegah adanya tindak pidana pemilu (Tipilu). Mengingat saat ini, Pilkada 2024 sudah memasuki tahapan kampanye.
“Kami harapkan juga warga juga aktif melaporkan ada oknum-oknum tertentu yang memberikan uang atau beras (sembako) untuk memiliki paslon tertentu. Karena itu masuk unsur pidana,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Deden berharap warga untuk bersama-sama mengawasi Pilkada 2024 agar bisa berjalan aman dan damai. Diharapkan warga tidak terpancing denga provokasi, saling menghina, mengejek ataupun menjelekan paslon lain.
“Pilkada 2024 yang Jujur adil (jurdil), dan langsung umum bebas dan rahasia (Luber) harus kita sukseskan bersama-sama,” harapnya.
Sosialisasi pengawasan pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur serta wali kota dan wakil wali kota Bima 2024, yang digelar Panwascam Asakota turut tiga anggota Panwascam Asakota, Lurah Jatibaru, Babinkamtibmas, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta para Ketua RT dan RW. Sosialisasi itu juga menghadirkan pemateri Asrul Sani eks Anggota Bawaslu Kota Bima










