Saling Lempar Tanggungjawab Soal TKA Asal China di Lobar, Aktivis Datangi DPRD NTB

Avatar

- Jurnalis

Senin, 26 Agustus 2024 - 14:04 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPost, Mataram- Sejumlah Aktivis yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) Nusa Tenggara Barat (NTB) mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nusa  Tenggara Barat (NTB) untuk menggelar audiensi terkait aktivitas Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China yang bekerja di tambang emas diduga ilegal di Sekotong, Lombok Barat, Senin, 26 Agustus 2024.

Audiensi massa diterima langsung Ketua Komisi IV DPRD NTB, Puad dan jajarannya di komisi tersebut.

Koordinator Lapangan ARM NTB, Lukman mengatakan kehadiran mereka untuk mempertanyakan status 15 TKA yang bekerja di tambang emas tersebut.

“Gerakan ini bukan gerakan pertama kali, melainkan ini adalah gerakan kedua pasca audiensi di Kantor Imigrasi Kelas 1A Mataram yang tak kunjung menemukan titik temu karna pimpinan Imigrasi justru meminta untuk bertanya ke Disnakertrans NTB dan DPMPTSP NTB,” katanya.

Baca Juga :  Bukan Musyawarah, Tapi Perang Voting: Interpelasi DAK NTB Kandas, Voting Terbuka Bongkar Siapa Bela Rakyat

Namun audiensi tersebut tertunda hingga Kamis besok, lantaran tidak hadirnya pihak Disnakertrans NTB dan DPMPTSP NTB yang semestinya berbicara soal keberadaan TKA di Sekotong.

Karena kalau komisi saja yang hadir, maka diskusi tidak akan menemukan titik temu karena yang lebih tahu permasalahannya pihak OPD (organisasi perangkat daerah),” ujar Lukman.

Ketua Komisi IV DPRD NTB, Puad menjelaskan bahwa disposisi dari pimpinan DPRD NTB terlambat turun, sehingga informasi terkait audiensi terlambat didapatkan.

“Kita akan menjadwalkan kembali pertemuan sesuai permintaan rekan-rekan aliansi dengan menghadirkan OPD terkait,” ujar Puad.

Baca Juga :  DPRD NTB ‘Patroli’ Jalan Lombok Utara: Biar Nggak Ada Lagi ‘Jalan Ninja’

Ketua Logis NTB, M. Fihiruddin yang hadir pada audiensi tersebut, juga mengingatkan agar DPRD NTB tidak hanya sibuk mengurus posisi pimpinan untuk periode selanjutnya. Namun juga ikut pro-aktif terhadap keberadaan TKA di Sekotong yang membuat heboh masyarakat.

“Jangan hanya sibuk urus masalah posisi pimpinannya saja untuk periode selanjutnya, tapi ketika ada hal yang mendasar terjadi di masyarakat malah tidak diatensi dengan cepat,” kata dia.

Keberadaan TKA China di tambang ilegal di Sekotong sempat menggegerkan publik pasca insiden pembakaran kamp milik TKA China di Sekotong oleh massa tak dikenal. Kasus tersebut kemudian mencuri perhatian publik karena baru mengetahui adanya TKA China yang bekerja di sana

Berita Terkait

Polisi Sisir Kampung Narkoba Karang Bagu Mataram, 19 Pria Diamankan, 4,74 Gram Sabu Disita
PDIP NTB Pecat Musyafirin, Polemik Komisaris Bank NTB Syariah Berujung Keputusan Bulat
Matadata Institute Siapkan 25 Rekomendasi untuk Pemerintahan Iqbal-Dinda, Ini Fokusnya
Gubernur Iqbal Buka Pintu Kritik, Akui NTB Sangat Kompleks
Warga Dompu Meninggal di Kontrakan Mataram, Polisi Ungkap Kronologi dan Sikap Keluarga
NTB Kembali Masuk 3 Besar Pariwisata Ramah Muslim Nasional, Sekda Ungkap Tantangan Berikutnya
Investor Arab Saudi Lirik Sembalun untuk Vila Ramah Muslim, Wagub NTB Gandeng MUI Perkuat Wisata Halal
UMKM Kerajinan Lombok Binaan Disperindag NTB Kantongi Kerja Sama Rp9 Miliar dengan Australia di TEI 2026
Berita ini 64 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 22:53 WIB

Polisi Sisir Kampung Narkoba Karang Bagu Mataram, 19 Pria Diamankan, 4,74 Gram Sabu Disita

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:54 WIB

PDIP NTB Pecat Musyafirin, Polemik Komisaris Bank NTB Syariah Berujung Keputusan Bulat

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:26 WIB

Matadata Institute Siapkan 25 Rekomendasi untuk Pemerintahan Iqbal-Dinda, Ini Fokusnya

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Gubernur Iqbal Buka Pintu Kritik, Akui NTB Sangat Kompleks

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Warga Dompu Meninggal di Kontrakan Mataram, Polisi Ungkap Kronologi dan Sikap Keluarga

Berita Terbaru

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Menghadiri Kegiatan Silaturahmi Pemikiran dan Tasyakur Satu Tahun Matadata Institute di Mataram.

Pemerintahan

Gubernur Iqbal Buka Pintu Kritik, Akui NTB Sangat Kompleks

Sabtu, 17 Okt 2026 - 12:00 WIB