Polisi Sudah Periksa 50 Saksi di Kasus Meninggalnya Santriwati Ponpes Al Aziziyah

Avatar

- Jurnalis

Senin, 29 Juli 2024 - 17:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPost, Mataram – Kapolresta Mataram Kombes Pol. Dr. Ariefaldi Warganegara SH., SIK., MM., CPHR., CBA., menyampaikan informasi terbaru terkait Perkembangan Kasus dugaan Penganiayaan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Aziziyah Gunungsari, Lombok Barat.

“Sejauh ini Kasus tersebut masih dalam proses. Saat ini penyidik sedang proses pemeriksaan saksi-saksi. Hingga saat ini sekitar 50 lebih saksi telah diperiksa untuk dimintai keterangan, “ungkap Kapolresta Mataram usai memimpin Konferensi pers di Gedung Wira Pratama Polresta Mataram, kemarin.

Baca Juga :  Ketua DPRD Isvie Nyatakan Darurat Kekerasan Seksual di NTB, Ancam Dorong Penutupan Ponpes dan Lembaga Pendidikan Bermasalah

Terkait Hasil otopsi yang dilakukan Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTB, menurut Pria pangkat melati tiga ini secara resmi dan tertulis belum diterima Polresta Mataram, namun secara lisan sudah kami dengar akan tetapi belum dapat diinformasikan karena harus menunggu hasil pembuktian.

“Hasil otopsi itu bisa menjadi salah satu alat bukti apakah dalam kasus ini terdapat tindak kekerasan yang dapat mengarah kepada tindak pidana atau tidak. Kita tunggu saja hasil resminya, “ucap Pria yang kerap disapa Ariefaldi ini.

Baca Juga :  Saran Pansus Ditengah 'Orang Besar Dibalik Tambak Ilegal', Logis: Percuma Ada Oknum Dewan Juga Punya Tambak

Agar situasi Kamtibmas dapat terpelihara dan terjaga dengan baik, Ia berharap kepada masyarakat untuk memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada Polresta Mataram yang saat ini sedang bekerja untuk menyelesaikan dugaan kasus tersebut.

“Kami tentu berkomitmen agar setiap kasus apapun yang sedang ditangani Polresta Mataram termasuk dugaan penganiayaan di Ponpes ini melakukan nya dengan profesional, “pungkasnya

 

Berita Terkait

HMI Sorot Jalan Bima-Dompu, Anggota Komisi IV DPRD NTB Dae Leo Angkat Bicara
Tiga Desa Pasang ‘Benteng Adat’ di Hutan Sesaot, Gubernur Miq Iqbal Perkuat Zona Merah
Warga Jadi ‘Pasukan Infanteri’ Jaga Hutan Sesaot, Gubernur NTB Iqbal: Zona Merah Tak Boleh Disentuh
Hanura NTB Dipacu Menatap 2029, Rio Capella: Musuh Paling Besar Partai Itu Kemalasan
Hanura NTB Bidik Kursi DPRD di 3 Daerah Ini pada Pemilu 2029, Ternyata Ini Alasannya
Hanura NTB Siap ‘Pasang Papan Nama’ di Tiap Desa
Pengurus Kecamatan Hanura NTB 100 Persen Terbentuk, Struktur Desa Mulai Dikebut
TKD Berkurang, Ketua DPRD NTB Dorong Optimalisasi Aset Daerah untuk Dongkrak PAD
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 09:45 WIB

HMI Sorot Jalan Bima-Dompu, Anggota Komisi IV DPRD NTB Dae Leo Angkat Bicara

Rabu, 2 September 2026 - 07:16 WIB

Tiga Desa Pasang ‘Benteng Adat’ di Hutan Sesaot, Gubernur Miq Iqbal Perkuat Zona Merah

Rabu, 2 September 2026 - 05:33 WIB

Warga Jadi ‘Pasukan Infanteri’ Jaga Hutan Sesaot, Gubernur NTB Iqbal: Zona Merah Tak Boleh Disentuh

Selasa, 1 September 2026 - 23:51 WIB

Hanura NTB Dipacu Menatap 2029, Rio Capella: Musuh Paling Besar Partai Itu Kemalasan

Selasa, 1 September 2026 - 22:54 WIB

Hanura NTB Bidik Kursi DPRD di 3 Daerah Ini pada Pemilu 2029, Ternyata Ini Alasannya

Berita Terbaru