Setelah di Lombok Barat, Kini Oknum Pimpinan Pondok Pesantren di Loteng Diduga Cabuli Santriwati

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 8 Juni 2024 - 13:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPost, Lombok Tengah – Kini Pondok Pesantren di Lombok Kembali tercoreng namanya. Setalah sebelumnya oknum pimpinan Pondok Pesantren di Lombok Barat, kini Satreskrim Polres Lombok Tengah sedang menangani kasus dugaan pencabulan yang diduga dilakukan salah seorang oknum tokoh agama pimpinan salah satu yayasan pondok pesantren (ponpes) di Lombok Tengah. Kasus pencabulan ini diduga dilakukan oknum pimpinan ponpes ini kepada para santrinya.

Untuk mengungkap kasus ini, penyidik sudah memeriksa para korban. Namun penyidik masih belum bisa memberikan keterangan terlalu detail karena kasus ini masih didalami. Terduga pelaku juga sedang berada di tanah suci untuk melaksanakan ibadah haji.

Kasatreskrim Polres Lombok Tengah, IPTU Luk Luk il Maqnun ketika dikonfirmasi membenarkan adanya dugaan pencabulan yang diduga dilakukan oleh oknum toga ini. Tapi pihaknya belum bisa menjelaskan secara detail permasalahan itu karena penyidik masih memeriksa saksi-saksi.

Baca Juga :  Rakernas ADVOKAI 2026 Resmi Dibuka, NTB dan ADVOKAI Kolaborasi Cetak 1.000 Paralegal untuk Indonesia

“Belum diamankan (terduga pelaku, red) dan m ada laporan terkait hal itu (pencabulan, red) karena terlapor masih naik haji. Jadi sekarang tidak ada di Indonesia, kita tunggu saja,” ungkap IPTU Luk Luk il Maqnun, Jumat (7/6/2024).

Luk Luk enggan membeberkan terlalu detail terkait dengan persoalan itu karena kasus ini masih dalam proses lidik. Tapi dia mengaku sudah memeriksa korban. Hanya saja pihaknya belum bisa menjelaskan secara detail permasalahan itu karena sampai dengan saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi- saksi.

Baca Juga :  Seleksi SPPI Kacau! Lulus Tapi Digugurkan, HMI MPO Badko Bali Nusra Ancam Kepung Korem 162/Wira Bhakti

“Terlapor masih melaksanakan ibadah haji. Jadi sekarang tidak ada di Indonesia, kita tunggu saja,” katanya.

“Dari korban ada dan sudah kita periksa, untuk sementara masih dalam proses penyelidikan. Tapi nanti sudah detailnya karena pelapor masih di luar takutnya kita susah nyari orangnya nanti,” ujarnya.

Namun diakui, sejauh ini meski korban yang melapor baru satu orang, namun ada juga indikasi korban lebih dari satu orang. Namun untuk mengungkap hal itu, penyidik masih membutuhkan pendalaman. “Yang jelas laporan ada dan kasus ini dugaan pencabulan, kalau lebih detailnya nanti saja, dulu karena terlapor masih belum diamankan,”Katanya.

 

Berita Terkait

700 Patriot Olahraga Kota Mataram Siap Tempur di Porprov NTB 2026, Target 180 Medali Emas
PWI NTB Dukung Sukses Porprov 2026, Ajak Atlet Ukir Prestasi Menuju PON 2028
Bawaslu NTB Gandeng Hanura Perkuat Konsolidasi Demokrasi, Soroti Pemutakhiran Data Partai Menuju Pemilu 2029
Bawaslu NTB Gandeng DPW PPP Evaluasi Pemilu 2024, Matangkan Persiapan Menuju Pemilu 2029
Postur APBD NTB 2027 Diproyeksikan Tembus Rp6,2 Triliun, DPRD Soroti Retribusi Gili dan TPP ASN
Dompet NTB Diprediksi Makin Tebal, Wagub Umi Dinda Ungkap Prioritas APBD 2027
KPU NTB Soroti Politik Uang dan Politik Identitas, Partai Diminta Rutin Perbarui Data SIPOL
KPU NTB Puji Terobosan KPU Lombok Timur, Pendidikan Demokrasi Pertama di Indonesia Masuk Madrasah Aliyah
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 05:24 WIB

700 Patriot Olahraga Kota Mataram Siap Tempur di Porprov NTB 2026, Target 180 Medali Emas

Selasa, 14 Juli 2026 - 20:59 WIB

PWI NTB Dukung Sukses Porprov 2026, Ajak Atlet Ukir Prestasi Menuju PON 2028

Selasa, 14 Juli 2026 - 20:08 WIB

Bawaslu NTB Gandeng Hanura Perkuat Konsolidasi Demokrasi, Soroti Pemutakhiran Data Partai Menuju Pemilu 2029

Selasa, 14 Juli 2026 - 19:58 WIB

Bawaslu NTB Gandeng DPW PPP Evaluasi Pemilu 2024, Matangkan Persiapan Menuju Pemilu 2029

Selasa, 14 Juli 2026 - 19:35 WIB

Postur APBD NTB 2027 Diproyeksikan Tembus Rp6,2 Triliun, DPRD Soroti Retribusi Gili dan TPP ASN

Berita Terbaru