Sumbawa Resmi Jadi Pusat Industri Ayam Nasional, Investasi Rp1,3 Triliun Dimulai

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 7 Februari 2026 - 12:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com| Sumbawa-Kabupaten Sumbawa resmi masuk dalam peta industri perunggasan nasional setelah dimulainya Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi senilai Rp1,3 triliun. Groundbreaking proyek strategis ini dilakukan langsung oleh Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhammad Iqbal, di Desa Serading, Kecamatan Moyo Hilir, Jumat (6/2/2026) sore.

Kegiatan tersebut dilaksanakan serentak secara virtual bersama enam proyek hilirisasi lainnya di berbagai daerah di Indonesia.

Secara nasional, proyek hilirisasi ini memiliki nilai investasi Rp20 triliun di bawah naungan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Dari total tersebut, Kabupaten Sumbawa berhasil mengamankan investasi sebesar Rp1,3 triliun untuk pengembangan industri ayam terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Gubernur NTB, Miq Iqbal, menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar pembangunan kandang ayam, melainkan langkah awal industrialisasi perunggasan yang komprehensif di NTB.

“Jika ekosistem ini berjalan, NTB tidak hanya menjadi produsen bahan baku, tetapi pusat produksi unggas yang mandiri dan berdaya saing,” ujarnya.

Baca Juga :  Gubernur NTB Turun Langsung ke Posyandu Batukliang Utara, Soroti 4 Anak Stunting dan Ajak Warga Jaga ‘Jantung’ Lombok

Menurutnya, program ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian pangan daerah, membuka lapangan kerja baru, serta meningkatkan kesejahteraan peternak lokal.

Direktur Hilirisasi Peternakan Kementerian Pertanian RI, Dr. Makmun, menyampaikan bahwa kehadiran industri ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam membangun ekosistem perunggasan nasional di luar Pulau Jawa.

NTB dinilai sangat strategis karena produksi jagungnya menempati peringkat tiga nasional, sementara jagung menyumbang sekitar 50 persen komposisi pakan unggas.

Selama ini, peternak di NTB menghadapi kendala keterbatasan akses bibit unggul dan pakan. Melalui program hilirisasi ini, negara hadir dengan solusi konkret melalui keterlibatan BUMN seperti PT Berdikari dan PT Perkebunan Nusantara III.

Kedua BUMN tersebut akan fokus pada pembibitan, pembangunan pabrik pakan, serta penyediaan day old chick (DOC) berkualitas dengan harga terjangkau bagi peternak.

Baca Juga :  NTB Makmur Mendunia Meninggal Dunia: Requiem atas Janji yang Dikhianati

Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, mengungkapkan bahwa hadirnya program hilirisasi ayam terintegrasi ini merupakan hasil perjuangan panjang pemerintah daerah.

“Proyek ini sempat hampir keluar dari daftar proyek nasional sebelum akhirnya berhasil dipastikan kembali melalui komunikasi intensif dengan pemerintah pusat serta dukungan berbagai pihak,”ungkapnya.

Menurutnya, industri ayam terintegrasi akan memperkuat rantai pasok, menekan biaya produksi peternak, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Ia juga menegaskan bahwa pembangunan ini selaras dengan program prioritas nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) dan upaya memperkuat ketahanan serta kemandirian pangan nasional.

“Kehadiran BUMN dalam proyek ini diharapkan memberikan kepastian usaha bagi peternak, mulai dari penyediaan bibit, pakan, hingga pemasaran, sehingga harga tidak sepenuhnya dikendalikan mekanisme pasar yang kerap merugikan peternak kecil,”tutupnya.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Mangkir Dua Kali Diperiksa atas Dugaan Selingkuh dengan Menantu Wabup, Bupati Dompu Dilaporkan ke DPP Gerindra
NTB Gercep Jemput Program Pemuda ke Kemenpora, Targetkan Generasi Unggul Mendunia
637 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di NTB Jadi Sorotan, Pemprov Siapkan Aplikasi Aduan Cepat
Rem Blong di Turunan Sonto Saba Dompu, Truk Sapi Terjun ke Parit: Dua Peternak Tewas
Porprov NTB 2026 Diproyeksikan Jadi Ajang Seleksi Atlet PON 2028, Peserta Tembus 7.000 Atlet
Perencanaan Rampung Juli, Kantor DPRD NTB Dibangun Akhir 2026 dengan Anggaran Rp100 Miliar Lebih
NTB Gas Ekonomi Biru Lewat NSDL, Tapi Masih Tersandera Data dan SDM
Saat Dompet Banyak Orang Menipis, Peternak NTB Justru Masih Tebal-NTP Tembus 113,54
Berita ini 65 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 17:52 WIB

Mangkir Dua Kali Diperiksa atas Dugaan Selingkuh dengan Menantu Wabup, Bupati Dompu Dilaporkan ke DPP Gerindra

Selasa, 7 April 2026 - 15:37 WIB

NTB Gercep Jemput Program Pemuda ke Kemenpora, Targetkan Generasi Unggul Mendunia

Kamis, 2 April 2026 - 18:25 WIB

637 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di NTB Jadi Sorotan, Pemprov Siapkan Aplikasi Aduan Cepat

Kamis, 2 April 2026 - 16:27 WIB

Rem Blong di Turunan Sonto Saba Dompu, Truk Sapi Terjun ke Parit: Dua Peternak Tewas

Kamis, 2 April 2026 - 12:21 WIB

Porprov NTB 2026 Diproyeksikan Jadi Ajang Seleksi Atlet PON 2028, Peserta Tembus 7.000 Atlet

Berita Terbaru