Tanggapan KPU NTB Soal Pantarlih Gunakan Joki Coklit Pemilih Pilkada 2024

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 9 Juli 2024 - 10:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPost, Mataram – Badan Pengawas Pemilu Nusa Tenggara Barat (Bawaslu NTB) menyampaikan beberapa pelanggaran dalam proses pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih Pilkada 2024, di antaranya ditemukan Pantarlih menggunakan joki saat coklit pemilih.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisioner Komisi Pemilahan Umum Nusa Tenggara Barat (KPU NTB) Hilman menyampaikan belum menerima laporan tersebut dari Bawaslu NTB.

“Sayangnya belum disampaikan secara langsung. Terlebih ke KPU Provinsi sampai saat ini, siapa yang melakukan praktik perjokian? Di TPS mana saja? Di daerah kabupaten/kota mana?, sehingga tentu terkendala untuk ditindaklanjuti. Kami malah tahunya dari pemberitaan media,”kata Ketua Divisi Sosdiklih Parmas dan SDM KPU Provinsi NTB Hilman, menanggapi temuan dari Bawaslu NTB, saat dikonfirmasi media ini di Mataram. Selasa 09 Juli 2024.

Selain itu, Hal-hal yang disebutkan oleh Bawaslu NTB kepada sejumlah media, Hilman menegaskan, bahwa pihaknya sendiri sudah melakukan tindakan preventif sebelum tahapan Coklit.

“Kami sampaikan ke seluruh jajaran kabupaten/kota untuk memastikan seluruh jajaran tertib dan menjalankan tugas sesuai peraturan dan prosedur saat melakukan coklit. Hal ini bahkan ditekankan sampai saat Bimtek sebelum dilaksanakan coklit oleh Pantarlih,”terangnya.

Baca Juga :  Pj Gubernur NTB HL Gita Ariadi Dicopot atau Diberhentikan? Penggantinya Pensiunan TNI

Terhadap temuan dari Bawaslu NTB tersebut, KPU sendiri menyampaikan apresiasi.

“Kami apresiasi sebagai bentuk kerja pengawasan berjalan dengan baik,”katanya.

Sebelumnya, Pantarlih di seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Pada periode pertama 24-27 Juni 2024, jajaran Bawaslu NTB telah melakukan pengawasan terhadap proses Pencocokan dan Penelitian (Coklit) Data Pemilih di Pilkada 2024 yang dilakukan oleh Pantarlih di seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sementara pada periode kedua, sejak tanggal 28 Juni sampai dengan 7 Juli 2024, Bawaslu NTB sendiri sudah melakukan uji sampling atau uji petik terhadap pemilih yang sudah di coklit. Lebih lanjut, terhadap sejumlah temuan yang ditemukan pada pelaksanaan pengawasan melekat terhadap sub-tahapan Coklit, yakni ditemukan adanya Pantarlih menggunakan jasa orang lain (Joki) untuk melakukan proses coklit.

Baca Juga :  Pemprov NTB Gelar Nobar Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB Iqbal-Dinda

“Petugas Pantarlih memakai Joki dengan cara meminta saudaranya untuk mengumpulkan foto-copy Kartu Keluarga (KK) pemilih,”kata Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas dan Humas Bawaslu NTB Hasan Basri.

Dari data tersebut, sambung Mantan Ketua Bawaslu Kota Mataram itu, selanjutnya pantarlih melakukan pencocokan dan penelitian terhadap data adminduk yang dikumpulkan oleh joki tersebut dengan Formulir Model A Daftar Pemilih KPU dari rumahnya. “Tanpa mendatangi rumah pemilih,”terangnya.

Terkait hal itu, Hasan menegaskan pihaknya meminta agar KPU Provinsi NTB lebih serius dalam melakukan Coklit.

“Pada tahapan Coklit, Kami meminta kepada KPU NTB agar lebih maksimal dalam bekerja,” ucapnya.

Menurutnya, Coklit merupakan tahapan krusial, untuk menjamin agar hak pilih Warga Masyarakat NTB terpenuhi. Temuan Bawaslu di atas merupakan bukti nyata adanya potensi permasalahan pemutakhiran data pemilih.

“Kami mengajak masyarakat bersama-sama mengawasi jalannya semua tahapan, demi suksesnya Pilkada 2024,” ajaknya.

 

 

Berita Terkait

Saat Dunia Makin Ribut, KPU NTB Ingatkan Satu Obat Ampuh: Pancasila
Dulu Terseok, Kini Ngebut Usai Utang Beres! RSUP NTB Siap Naik Kelas Jadi Rumah Sakit Pendidikan Unggulan
Hari Lahir Pancasila 2026 di NTB, Miq Iqbal Tegaskan Pancasila Adalah Jangkar Perdamaian Global
Sekolah Rakyat Pertama di Pulau Sumbawa Disiapkan di Bima, Jadi Harapan Baru Pemerataan Pendidikan NTB
KPU NTB Berkurban di Idul Adha, Agus Hilman: Yang Dinilai Bukan Dagingnya, Tapi Ketakwaannya
PKS NTB Sembelih 193 Hewan Kurban, Sebanyak 2.000 Paket Daging Dibagikan untuk Warga
Momentum Halal Bihalal Idul Adha, Harmoni Kepemimpinan Lombok Timur Tuai Apresiasi
Bahlil Lahadalia dan Sari Yuliati Salurkan Sapi Kurban untuk NTB, Golkar Potong Lima Ekor di Mataram
Berita ini 104 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 19:49 WIB

Saat Dunia Makin Ribut, KPU NTB Ingatkan Satu Obat Ampuh: Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 - 18:13 WIB

Dulu Terseok, Kini Ngebut Usai Utang Beres! RSUP NTB Siap Naik Kelas Jadi Rumah Sakit Pendidikan Unggulan

Senin, 1 Juni 2026 - 13:55 WIB

Hari Lahir Pancasila 2026 di NTB, Miq Iqbal Tegaskan Pancasila Adalah Jangkar Perdamaian Global

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:55 WIB

Sekolah Rakyat Pertama di Pulau Sumbawa Disiapkan di Bima, Jadi Harapan Baru Pemerataan Pendidikan NTB

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:04 WIB

KPU NTB Berkurban di Idul Adha, Agus Hilman: Yang Dinilai Bukan Dagingnya, Tapi Ketakwaannya

Berita Terbaru