Stop Kekerasan Seksual, Gubernur NTB Miq Iqbal Bentuk ‘Pasukan Khusus’ Lawan Predator Anak dan Perempuan

Avatar

- Jurnalis

Senin, 16 Juni 2025 - 14:57 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Maraknya kasus kekerasan seksual di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mendapat perhatian serius dari Gubernur Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal. Sebagai langkah preventif sekaligus represif, Gubernur Iqbal menginisiasi pembentukan Forum Kolaborasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (FKP2KS).

Rapat pembahasan pembentukan forum ini digelar di ruang kerja Gubernur NTB, Senin (16/6/2025), dan dihadiri oleh berbagai unsur penting. Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua TP PKK NTB, Kepala Kanwil Kemenag NTB, Asisten I Setda NTB, Kepala Dinas Dikbud, Kepala Dinas P3AP2KB, Kepala Dinas Sosial, Ketua LPA NTB, perwakilan LBH APIK, serta Kepala Dinas Kominfotik NTB.

Baca Juga :  Miq Iqbal Gercep Redam Demo, Direktur NasPol NTB: Ini Bukan Gubernur Kaleng-Kaleng

Langkah Gubernur ini menunjukkan komitmen kuat untuk membangun governansi kolaboratif lintas sektor dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual, terutama terhadap perempuan dan anak.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) NTB, Yusron Hadi, menyebutkan bahwa pertemuan ini merupakan bentuk respon cepat atas rentetan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi di wilayah NTB dalam beberapa waktu terakhir.

“Pada hari ini Pak Gubernur mengajak kita berdiskusi dan beliau mendukung segera terbentuknya lembaga ini (FKP2KS). Nanti tentunya akan diformulasikan lebih lanjut oleh teman-teman dari OPD terkait,” jelas Kadis.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) NTB, H. Zamroni Azis, mengapresiasi langkah-langkah yang diambil oleh Gubernur NTB. Nantinya akan dilakukan kolaborasi semua instansi sebagai strategi yang tak hanya bersifat reaktif, tetapi juga komprehensif, kolaboratif, dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Laut Bukan Milik Investor, Gubernur NTB Serukan Revolusi Konservasi di Pandanan

“Nah langkah yang kita lakukan sekarang ini adalah strategi pencegahan dan penanganan, itu yang Pak Gubernur minta kepada kami, tentu inilah yang akan kami rumuskan langkah-langkah apa yang akan kami lakukan kedepannya,” tandasnya.

Forum ini nantinya diharapkan menjadi wadah koordinasi dan sinergi antar pemangku kepentingan dalam menyusun langkah strategis pencegahan, perlindungan korban, hingga edukasi masyarakat secara menyeluruh.

 

Berita Terkait

Nazaruddin Resmi Pimpin NasDem Kabupaten Bima, Abdul Muis Jadi Sekretaris
Mori Hanafi Lantik Pengurus NasDem Kabupaten Bima, Konsolidasi Menuju Pemilu 2029
Hianati Hasil Rekonsiliasi, DPP Singkirkan Muzihir, Akri Ambil Alih Kursi Ketua DPW PPP NTB
Kongres HMI XXXIII 2026, Ketua Badko HMI Bali-Nusra: Berani untuk Indonesia, Bukan Boneka Kekuasaan!
Bawaslu RI Salurkan Santunan untuk Keluarga Almarhum PNS Bawaslu Mataram
Kopi NTB Dilirik Turki dan Inggris di TEI 2026
Kacang Mete Songgajah NTB Dilirik Jepang, Turki dan Serbia di TEI 2026
Sate Rembiga dan Ayam Taliwang NTB Dilirik Jepang dan Papua Nugini di TEI 2026
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:27 WIB

Nazaruddin Resmi Pimpin NasDem Kabupaten Bima, Abdul Muis Jadi Sekretaris

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Mori Hanafi Lantik Pengurus NasDem Kabupaten Bima, Konsolidasi Menuju Pemilu 2029

Senin, 19 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Hianati Hasil Rekonsiliasi, DPP Singkirkan Muzihir, Akri Ambil Alih Kursi Ketua DPW PPP NTB

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:25 WIB

Kongres HMI XXXIII 2026, Ketua Badko HMI Bali-Nusra: Berani untuk Indonesia, Bukan Boneka Kekuasaan!

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:19 WIB

Bawaslu RI Salurkan Santunan untuk Keluarga Almarhum PNS Bawaslu Mataram

Berita Terbaru