Serapan Gabah NTB Lampaui Target, Bulog Pastikan Stok Pangan Aman Lebih dari 30 Bulan

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 16 Desember 2025 - 09:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Ketahanan Pangan NTB Dr. H. Aidy Furqan, S. Pd., M.Pd dan Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB Muhamad Riadi, S.P, M.Ec.Dev

Kepala Dinas Ketahanan Pangan NTB Dr. H. Aidy Furqan, S. Pd., M.Pd dan Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB Muhamad Riadi, S.P, M.Ec.Dev

SUMBAWAPOST.com | Mataram- Perum Bulog Kantor Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat kinerja gemilang dalam pengadaan gabah dan beras sepanjang tahun 2025. Realisasi penyerapan mencapai 188.754 ton setara beras, atau 103,75 persen dari target yang ditetapkan. Capaian tersebut dipaparkan dalam Rapat Evaluasi Pengadaan Gabah dan Beras Tahun 2025 yang digelar di Ballroom Aston Inn Hotel, Mataram, Senin malam. (15/12/2025).

Rapat evaluasi ini dihadiri jajaran strategis lintas instansi, di antaranya Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Kepala BPS Provinsi NTB, para Kepala Dinas Ketahanan Pangan kabupaten/kota, pimpinan PT Sucofindo Area Pelayanan Mataram, BGR Logistik Indonesia Area Mataram, Forum Wartawan Ekonomi NTB, mitra pengadaan pangan, gabungan kelompok tani, serta jajaran Perum Bulog Kanwil NTB.

Pemimpin Wilayah (Pimwil) Perum Bulog Kanwil NTB Mara Kamin Siregar menegaskan bahwa NTB memegang peran strategis sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Sepanjang 2025, Bulog NTB menyerap 320.171 ton gabah kering panen (GKP) dan 17.847 ton beras, dengan kontribusi NTB mencapai 5,78 persen dari total pengadaan nasional sebesar 3,21 juta ton setara beras.

“Seluruh kapasitas pergudangan Bulog NTB yang berjumlah 16 kompleks dengan daya tampung 117.500 ton saat ini terisi penuh. Kami juga memanfaatkan gudang mitra dan sewa untuk memastikan kesiapan stok,” ujarnya.

Baca Juga :  Remaja 17 Tahun di Dompu Ditemukan Gantung Diri di Dapur Rumah Keluarga, Polisi Selidiki Tekanan Batin

Saat ini, stok beras di wilayah NTB tercatat sekitar 160.700 ton, terdiri atas Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebesar 158.849 ton dan stok komersial sekitar 1.852 ton. Dengan jumlah tersebut, Bulog memastikan ketersediaan beras di NTB aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga lebih dari 30 bulan ke depan. Selain beras, Bulog NTB juga mengelola stok gula, minyak goreng, serta jagung pipilan yang sebagian telah disalurkan untuk kebutuhan peternak dan distribusi antarwilayah.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi NTB yang diwakili Kepala Dinas Ketahanan Pangan NTB Dr. H. Aidy Furqan, S. Pd., M.Pd.,menekankan bahwa ketahanan pangan tidak semata diukur dari ketersediaan stok, tetapi juga dari keterjangkauan harga dan pola konsumsi masyarakat. Berdasarkan hasil pemantauan, harga beras medium dan premium di NTB masih berada dalam kisaran Harga Eceran Tertinggi (HET), meski komoditas minyak goreng memerlukan perhatian khusus akibat tingginya permintaan.

“Meski NTB surplus pangan, peningkatan pengadaan tetap penting sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bencana, fluktuasi harga, dan kerawanan pangan di sejumlah wilayah,” katanya.

Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB Muhamad Riadi, S.P, M.Ec.Dev dalam paparannya menyoroti pentingnya peningkatan serapan gabah sebagai instrumen penyangga harga di tingkat petani. Berdasarkan data Kerangka Sampel Area (KSA) 2025, produksi padi NTB mencapai 1,69 juta ton gabah kering giling atau setara sekitar 965.644 ton beras. Namun demikian, serapan Bulog dinilai masih perlu terus ditingkatkan untuk menjaga stabilitas harga saat panen raya.

Baca Juga :  Setelah Susah Payah Diburu dan Ditangkap, Polresta Mataram Diam-Diam Bebaskan Bos Debt Collector Biadab PT LNI

Ia juga menegaskan bahwa penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram harus ditegakkan secara konsisten di lapangan. Dengan dukungan TNI melalui Tim Jemput Gabah serta kebijakan penurunan harga pupuk hingga 20 persen, stabilitas harga gabah sepanjang 2025 dinilai terjaga dan berdampak positif terhadap semangat petani menanam padi.

“Ketika harga terjamin dan biaya produksi menurun, petani akan dengan sendirinya meningkatkan produksi. Ini menjadi kunci keberlanjutan swasembada pangan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bulog NTB juga menyerahkan penghargaan dan apresiasi kepada Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB serta Komando Resor Militer 162/Wira Bhakti atas kontribusi aktif dalam mendukung penyerapan gabah dan beras sepanjang 2025. Rapat evaluasi ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antarinstansi agar pengadaan gabah dan beras pada 2026 dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.

Berita Terkait

Pesisir NTB Terancam Tenggelam, Kepala Bappeda Ingatkan Dampak Perubahan Iklim dan Kenaikan Laut
Tak Hanya Jaga NKRI, Dandim 1608/Bima Peduli Pendidikan Lewat Beasiswa Mahasiswa STIS
Gubuk Talabiu Jadi Sarang Sabu, Satresnarkoba Polres Bima Bongkar Jaringan dan Ungkap Tiga Identitas Pelaku
Pasutri di Bolo Bima Kompak Jual Sabu, Kini Keduanya Cek In Masuk Sel
Akhir Perjuangan Mahasiswa Perantau Kaltara: Asrama Rp18 Miliar Resmi Berdiri di Sumbawa
Bukan Ditangani Kejati, Kasus Gratifikasi DPRD NTB Dialihkan ke Kejari Mataram
3.500 Kantong Darah per Bulan Dibutuhkan, DPC Demokrat Kota Mataram Ambil Peran Gelar Donor Darah
Arahan Presiden Prabowo: Kurma Lombok Utara Disiapkan Jadi Konsumsi Jamaah Haji Nasional
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Januari 2026 - 15:33 WIB

Pesisir NTB Terancam Tenggelam, Kepala Bappeda Ingatkan Dampak Perubahan Iklim dan Kenaikan Laut

Minggu, 18 Januari 2026 - 14:27 WIB

Tak Hanya Jaga NKRI, Dandim 1608/Bima Peduli Pendidikan Lewat Beasiswa Mahasiswa STIS

Minggu, 18 Januari 2026 - 11:42 WIB

Gubuk Talabiu Jadi Sarang Sabu, Satresnarkoba Polres Bima Bongkar Jaringan dan Ungkap Tiga Identitas Pelaku

Sabtu, 17 Januari 2026 - 21:12 WIB

Pasutri di Bolo Bima Kompak Jual Sabu, Kini Keduanya Cek In Masuk Sel

Sabtu, 17 Januari 2026 - 18:48 WIB

Akhir Perjuangan Mahasiswa Perantau Kaltara: Asrama Rp18 Miliar Resmi Berdiri di Sumbawa

Berita Terbaru

Pasangan suami istri terduga pelaku peredaran narkoba jenis sabu saat diamankan di Mapolsek Bolo, Polres Bima, Polda NTB. Dari tangan pelaku, polisi mengamankan 15 poket sabu, uang tunai Rp7,17 juta, serta sejumlah barang bukti lainnya.

Hukum & Kriminal

Pasutri di Bolo Bima Kompak Jual Sabu, Kini Keduanya Cek In Masuk Sel

Sabtu, 17 Jan 2026 - 21:12 WIB