Senator Mirah ‘Ngetok Meja’, Desak Kemenhub Beri Perhatian Penuh pada Transportasi dan Infrastruktur NTB

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 9 September 2025 - 11:57 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Jakarta- Anggota DPD RI asal NTB, Mirah Midadan Fahmid, melontarkan kritik tajam kepada Kementerian Perhubungan RI. Dalam rapat bersama Wamenhub pekan lalu, Senator muda ini menggebrak meja kebijakan, menuntut perhatian serius pemerintah pusat terhadap transportasi dan infrastruktur di Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Saya menyoroti serius beberapa isu penting terkait transportasi dan infrastruktur daerah yang tentunya sangat krusial bagi masa depan pariwisata serta peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” tegas Mirah.

Menurutnya, ada tiga poin utama yang harus segera menjadi prioritas pemerintah pusat:

1. Status Pengelolaan Pelabuhan Gili Trawangan.

Pelabuhan ini menjadi salah satu pintu emas pariwisata NTB, tetapi masih belum jelas status dan pengelolaannya.

Baca Juga :  Anggota DPRD NTB Aji Maman Siapkan Rumah Singgah dan Ambulans Gratis untuk Warga Bima-Dompu di Mataram

2. Akses Transportasi Udara
Mirah menegaskan, akses udara harus mendapat atensi lebih.

“Ini terkait penumpang dan juga infrastruktur. Kalau akses udara tersendat, bagaimana wisatawan mau datang,?” sindirnya.

3. Perbaikan Fasilitas Penerangan Jalan

Mirah juga menyoroti kondisi penerangan jalan di NTB yang dinilai belum maksimal, padahal ini sangat vital untuk keamanan dan kenyamanan wisatawan.

Dalam rapat tersebut, Mirah tegas mendesak Kementerian Perhubungan untuk tidak lagi menunda program-program strategis.

“NTB ini sedang berjuang meningkatkan daya tarik wisata sekaligus memperkuat PAD. Jangan sampai hambatan transportasi membuat kita kehilangan momentum,” ujarnya menohok.

Pernyataan Mirah datang di tengah sorotan publik terhadap lambannya pengembangan infrastruktur pariwisata di NTB. Dengan Mandalika, Gili Trawangan, hingga Sumbawa yang menjadi magnet wisata dunia, NTB sebenarnya memiliki peluang besar mendongkrak ekonomi daerah. Namun, tanpa dukungan penuh dari pemerintah pusat, potensi itu terancam terhambat.

Baca Juga :  Badai NTB di Perkara ITE, 4 Guru Besar hingga Mantan Gubernur NTB Pasang Badan

Jika hambatan akses transportasi dan infrastruktur tidak segera diatasi, NTB bisa kehilangan momentum emasnya. Mirah menegaskan, pemerintah pusat tidak boleh setengah hati dalam mengawal pembangunan daerah.

Suara Mirah Midadan ini menjadi alarm politik sekaligus peringatan keras bagi pemerintah pusat. Tanpa dukungan transportasi dan infrastruktur yang memadai, impian NTB menjadi destinasi wisata kelas dunia hanya akan jadi wacana.

 

Berita Terkait

Musdalub Demokrat NTB Antarkan Eks Kapolda Hadi Gunawan Jadi Ketua DPD, Ini Targetnya
Bukan Cuma MotoGP! ITDC dan MGPA Tembus 100 BUMN Terbaik, The Mandalika Makin Naik Kelas
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Raih Penghargaan Zakat Terbaik di Grand BAZNAS Awards 2026
NTB Berduka, Tuan Guru Bagu Berpulang: Ilmu dan Keteladanannya Jadi Warisan Umat
PWI Gandeng Lemhannas, Wartawan Diminta Waspadai Perang Kognitif di Era AI
Eks Kapolda NTB Hadi Gunawan Daftar Ketua Demokrat, 11 Surat Dukungan Diverifikasi
Garuda NTB Desak Kejari Buka Alasan SP3 Kasus Bidikmisi UMMAT
HUT ke-81, Iqbal Sentil Pembangunan Lombok Tengah: Jangan Cuma Hebat Tiga Hari Saat MotoGP
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:35 WIB

Musdalub Demokrat NTB Antarkan Eks Kapolda Hadi Gunawan Jadi Ketua DPD, Ini Targetnya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:48 WIB

Bukan Cuma MotoGP! ITDC dan MGPA Tembus 100 BUMN Terbaik, The Mandalika Makin Naik Kelas

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:25 WIB

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Raih Penghargaan Zakat Terbaik di Grand BAZNAS Awards 2026

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:10 WIB

NTB Berduka, Tuan Guru Bagu Berpulang: Ilmu dan Keteladanannya Jadi Warisan Umat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:17 WIB

PWI Gandeng Lemhannas, Wartawan Diminta Waspadai Perang Kognitif di Era AI

Berita Terbaru