Senator Cantik Ini Teriak di Senayan: ‘NTB Darurat Sampah dan Hutan Botak

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 17 Mei 2025 - 15:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Jakarta – Dalam Rapat Dengar Pendapat Komite II DPD RI, Senator Daerah Pemilihan (Dapil) Nusa Tenggara Barat (NTB), Mirah Midadan Fahmid, melontarkan kritik tajam terhadap kondisi lingkungan hidup di NTB. Ia menyebut berbagai permasalahan yang terjadi sebagai cerminan kegagalan tata kelola hutan nasional yang berkelanjutan.

Menurut Mirah, NTB kini tidak hanya bergulat dengan ancaman deforestasi, tapi juga menghadapi krisis pengelolaan sampah yang kian pelik. Minimnya fasilitas pengolahan sampah yang memadai menjadi sumber masalah utama.

Baca Juga :  HUT RI ke-80, Gubernur NTB Turun Langsung Bawa Dokter, Sembako, dan Bibit Cabai untuk Warga Terdampak Banjir

“Saya menyoroti keterbatasan fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di wilayah tersebut. Sebagai contoh, TPA Kebon Kongok di Lombok Barat memiliki lahan yang terbatas, sehingga menyebabkan penumpukan sampah di TPST Sandubaya, Kota Mataram,” ungkap Mirah. Sabtu (17/5).

Senator muda ini juga menyentil soal lemahnya pengawasan terhadap kebakaran hutan (karhutla) yang saban tahun menjadi momok menakutkan. Ia mengingatkan bahwa tanggung jawab karhutla seharusnya berada di tangan pemegang izin, sebagaimana diatur dalam Pasal 49 UU Kehutanan.

Baca Juga :  Elpiji 3 Kg Jadi Barang Mewah di NTB, Senator Mirah: Ini Sudah Krisis, Pemerintah Harus Bergerak

“Meski Pasal 49 UU Kehutanan mewajibkan pemegang izin bertanggung jawab atas terjadinya karhutla, infrastruktur pencegahan di NTB masih sangat minim,” ujarnya.

Pernyataan Mirah ini sekaligus menjadi alarm keras bagi pemerintah pusat dan daerah, agar tak lagi abai terhadap kondisi lingkungan yang semakin mengkhawatirkan. “Kita bicara masa depan daerah, generasi, dan keberlanjutan. Bukan sekadar tumpukan sampah atau lahan gundul belaka,” tandasnya.

 

Berita Terkait

Tak Lagi Sekadar Wacana, Koperasi Merah Putih NTB Mulai Panen Cuan Rp1,4 Miliar
393 Jamaah Haji Lombok Timur Tiba di NTB, Sekda Doakan Jadi Haji Mabrur dan Apresiasi Petugas Haji
Tangis Haru Sambut Kepulangan Jamaah Haji NTB, Kloter 1 Lombok Timur Tiba Selamat di Tanah Air
Rp950 Juta per Titik, Dewan PDIP Ahmad Amrullah Desak Polisi Bongkar Dugaan Jual Beli Dapur MBG di Lombok Timur
Bukan Provinsi Pulau Sumbawa! Razikin Usul Nama Nusa Tenggara Tengah, Alasannya Menarik
Saat Dunia Makin Ribut, KPU NTB Ingatkan Satu Obat Ampuh: Pancasila
Dulu Terseok, Kini Ngebut Usai Utang Beres! RSUP NTB Siap Naik Kelas Jadi Rumah Sakit Pendidikan Unggulan
Hari Lahir Pancasila 2026 di NTB, Miq Iqbal Tegaskan Pancasila Adalah Jangkar Perdamaian Global
Berita ini 176 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:53 WIB

Tak Lagi Sekadar Wacana, Koperasi Merah Putih NTB Mulai Panen Cuan Rp1,4 Miliar

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:43 WIB

393 Jamaah Haji Lombok Timur Tiba di NTB, Sekda Doakan Jadi Haji Mabrur dan Apresiasi Petugas Haji

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:43 WIB

Tangis Haru Sambut Kepulangan Jamaah Haji NTB, Kloter 1 Lombok Timur Tiba Selamat di Tanah Air

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:42 WIB

Rp950 Juta per Titik, Dewan PDIP Ahmad Amrullah Desak Polisi Bongkar Dugaan Jual Beli Dapur MBG di Lombok Timur

Selasa, 2 Juni 2026 - 15:56 WIB

Bukan Provinsi Pulau Sumbawa! Razikin Usul Nama Nusa Tenggara Tengah, Alasannya Menarik

Berita Terbaru