Elpiji 3 Kg Jadi Barang Mewah di NTB, Senator Mirah: Ini Sudah Krisis, Pemerintah Harus Bergerak

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 1 Agustus 2025 - 10:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Kekhawatiran masyarakat NTB terhadap kelangkaan gas elpiji 3 kilogram (LPG subsidi) tak kunjung reda. Hingga akhir Juli 2025, antrean panjang warga demi mendapatkan tabung gas melon/gas LPG masih terlihat di berbagai wilayah.

Senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal NTB, Mirah Midadan Fahmid, menyoroti serius kondisi tersebut. Ia menilai pemerintah terlihat lamban dalam merespons keluhan masyarakat yang kesulitan mendapatkan LPG bersubsidi.

“Ini bukan sekadar kelangkaan gas, tapi sudah menyentuh hajat hidup orang banyak. Warga tidak bisa masak, pelaku UMKM terganggu operasionalnya, dan dampaknya benar-benar terasa di lapangan. Pemerintah harus bergerak cepat,” tegas Mirah dalam keterangannya, Kamis (31/7).

Baca Juga :  Kualitas Pendidikan NTB Hanya 36,80, Jauh di Bawah Nasional, Senator Mirah Sebut TKA Alarm Serius

Di sejumlah daerah seperti Kecamatan Sape dan Kota Bima, antrean warga terlihat mengular sejak pagi buta. Di Kabupaten Sumbawa pun situasi tak jauh berbeda. Banyak warga rela menunggu berjam-jam dengan harapan bisa membawa pulang satu tabung gas.

Mirah menambahkan, kondisi ini jelas memukul kehidupan masyarakat kecil. Ia mendesak pemerintah pusat dan daerah segera melakukan langkah nyata, mulai dari penambahan distribusi hingga pengawasan penyaluran LPG 3 kg agar tepat sasaran.

Baca Juga :  Inspektorat Kabupaten Bima Angkat Suara: Efisiensi Anggaran Hambat Pengawasan dan Penindakan di OPD hingga Desa

“Kalau masalah ini terus dibiarkan, yang rugi masyarakat kecil. Jangan sampai pemerintah hanya sekadar menunggu laporan, tapi tidak ada aksi nyata di lapangan,” ujarnya menohok.

Menurutnya, keterlambatan penanganan juga berpotensi memicu permainan harga di tingkat pengecer. “Saat ini saja ada indikasi harga di lapangan sudah melambung jauh di atas HET. Ini harus diusut dan dibenahi,” pungkasnya.

 

Berita Terkait

Sekda Baru Dilantik, Ketua DPRD Isvie  ‘Warning’ Keras: Benahi Birokrasi dan Selamatkan Keuangan NTB
Di Tengah Efisiensi, Anggaran Makan-Minuman DPRD NTB Justru Capai Rp38 Miliar
Rektor Unram Siapkan Jalur Khusus Alumni: Dari Mentor hingga Orang Tua Asuh Mahasiswa
Konsolidasi Nasional IKA Unram, Ketua dan Rektor Kompak ‘Gas’ Ratusan Ribu Alumni Agar Tak Sekadar Nama
Halal Bihalal IKA Unram Jadi Ajang Konsolidasi Nasional, Alumni Didorong Perkuat Peran Strategis
Halal Bihalal IKA Unram, Isvie Rupaeda Tegaskan Peran Alumni Jadi Kunci Kemajuan Kampus
Perpres 4/2026 Disorot, Sawah NTB Beralih Fungsi, Direktur Mi6: Ini Sawah atau Real Estate Sih?
Soal Reklamasi Amahami, Persatuan Pemuda NTB Desak Kejati Tangkap Wali Kota Bima
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 18:50 WIB

Sekda Baru Dilantik, Ketua DPRD Isvie  ‘Warning’ Keras: Benahi Birokrasi dan Selamatkan Keuangan NTB

Senin, 13 April 2026 - 13:46 WIB

Di Tengah Efisiensi, Anggaran Makan-Minuman DPRD NTB Justru Capai Rp38 Miliar

Sabtu, 11 April 2026 - 23:50 WIB

Rektor Unram Siapkan Jalur Khusus Alumni: Dari Mentor hingga Orang Tua Asuh Mahasiswa

Sabtu, 11 April 2026 - 22:35 WIB

Konsolidasi Nasional IKA Unram, Ketua dan Rektor Kompak ‘Gas’ Ratusan Ribu Alumni Agar Tak Sekadar Nama

Sabtu, 11 April 2026 - 21:55 WIB

Halal Bihalal IKA Unram Jadi Ajang Konsolidasi Nasional, Alumni Didorong Perkuat Peran Strategis

Berita Terbaru