Santri dan Pengurus Ponpes Al Aziziyah Lombok Barat Diperiksa Atas Meninggalnya Santriwati

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 4 Juli 2024 - 17:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPost, Mataram- Dugaan Penganiayaan yang terjadi di dalam Pondok Pesantren (Ponpes) Al Aziziyah Gunungsari Kabupaten Lombok Barat kini sedang dalam proses. Dugaan penganiayaan tersebut mengakibatkan santriwati Nurul Izzati (15) akhirnya meninggal dunia setelah sekian hari dirawat di ruang ICU RSUD Kabupaten Lombok Timur.

Sebelumnya pada Selasa 2 Juni 2024 Penyidik PPA Sat Reskrim Polresta Mataram telah menggelar Berita acara Pemeriksaan di Lombok Timur dengan memeriksa 10 saksi, 7 diantaranya Tenaga Kesehatan dan 3 lain masyarakat umum.

Kemudian pada Kamis 04 Juni 2024 Penyidik Unit PPA Kembali memeriksa saksi dari pihak Pondok Pesantren Al-Aziziyah. Penyidik memeriksa 4 orang dimana 2 diantaranya Santri dan dua lainnya pengurus Ponpes yang salah satunya wali kelas dari Santriwati Almarhum Nurul Izzati (15).

Baca Juga :  NTB Terima Alokasi Anggaran Rp27,07 Triliun di 2025, ini Rinciannya

Terkait pemeriksaan ke 4 Pihak dari Ponpes tersebut, Kuasa hukum Ponpes Al-Aziziyah Herman Saputra Sorenggana, SH., menegaskan prihal itu kepada awak media di sela-sela pemeriksaan kliennya di Unit PPA Sat Reskrim Polresta Mataram, Kamis 4 Juni 2024.

Dalam wawancaranya, Herman sapaan akrabnya membenarkan ada 2 santri dan 2 pengurus Ponpes Al-Aziziyah yang diperiksa penyidik hari ini. Hingga saat diwawancara media, ia mengaku pemeriksaan belum selesai dan ke 4 orang di periksa terpisah.

“Pemeriksaannya belum selesai, saat ini sedang break beberapa menit dan akan dimulai kembali. Sejauh ini sekitar belasan pertanyaan sudah dijawab oleh klien kami, sekarang masih istirahat, tentu masih ada beberapa pertanyaan lagi yang barangkali akan ditanya penyidik, “jelas Herman.

Baca Juga :  Mandalika Lombok, Makin Dekatkan Pembalap MotoGP 2024 dengan Penggemar

Menurutnya, langkah yang diambil oleh Sat Reskrim Polresta Mataram dalam mengusut tuntas dugaan kasus tersebut adalah sangat benar.

“Ini keinginan semua orang, keinginan masyarakat, keinginan keluarga agar kasus ini dapat diungkap. Keinginan tersebut sama dengan keinginan kami di Pondok Pesantren (Pondopes), agar semuanya jelas kasus ini harus diselidiki. Itu sebabnya kami mendukung sekaligus mendorong pihak kepolisian mengusut tuntas kasus ini, “tegasnya.

Berita Terkait

Saat Dunia Makin Ribut, KPU NTB Ingatkan Satu Obat Ampuh: Pancasila
Dulu Terseok, Kini Ngebut Usai Utang Beres! RSUP NTB Siap Naik Kelas Jadi Rumah Sakit Pendidikan Unggulan
Hari Lahir Pancasila 2026 di NTB, Miq Iqbal Tegaskan Pancasila Adalah Jangkar Perdamaian Global
Sekolah Rakyat Pertama di Pulau Sumbawa Disiapkan di Bima, Jadi Harapan Baru Pemerataan Pendidikan NTB
KPU NTB Berkurban di Idul Adha, Agus Hilman: Yang Dinilai Bukan Dagingnya, Tapi Ketakwaannya
PKS NTB Sembelih 193 Hewan Kurban, Sebanyak 2.000 Paket Daging Dibagikan untuk Warga
Momentum Halal Bihalal Idul Adha, Harmoni Kepemimpinan Lombok Timur Tuai Apresiasi
Bahlil Lahadalia dan Sari Yuliati Salurkan Sapi Kurban untuk NTB, Golkar Potong Lima Ekor di Mataram
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 19:49 WIB

Saat Dunia Makin Ribut, KPU NTB Ingatkan Satu Obat Ampuh: Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 - 18:13 WIB

Dulu Terseok, Kini Ngebut Usai Utang Beres! RSUP NTB Siap Naik Kelas Jadi Rumah Sakit Pendidikan Unggulan

Senin, 1 Juni 2026 - 13:55 WIB

Hari Lahir Pancasila 2026 di NTB, Miq Iqbal Tegaskan Pancasila Adalah Jangkar Perdamaian Global

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:55 WIB

Sekolah Rakyat Pertama di Pulau Sumbawa Disiapkan di Bima, Jadi Harapan Baru Pemerataan Pendidikan NTB

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:04 WIB

KPU NTB Berkurban di Idul Adha, Agus Hilman: Yang Dinilai Bukan Dagingnya, Tapi Ketakwaannya

Berita Terbaru