PT GNE Bikin Gaduh: Gubernur vs DPRD NTB Adu Urat Leher Soal Suntikan Dana Rp8 Miliar

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 20 September 2025 - 12:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rencana penyertaan modal Rp8 miliar dari Pemerintah Provinsi NTB kepada PT Gerbang NTB Emas (GNE) memicu tarik-menarik panas antara eksekutif dan legislatif. Gubernur NTB, Dr Lalu Muhamad Iqbal, bersikukuh dana itu tetap digelontorkan meski perusahaan daerah tersebut tengah dikepung utang puluhan miliar dan dugaan tunggakan pajak. Namun, DPRD NTB menolak keras, mendesak audit investigasi hingga merekomendasikan opsi ekstrem sampai pembubaran PT GNE.

SUMBAWAPOST.com, Mataram- Polemik rencana penyertaan modal sebesar Rp8 miliar Pemerintah Provinsi NTB kepada PT Gerbang NTB Emas (GNE) makin panas. Gubernur NTB Dr Lalu Muhamad Iqbal, memastikan alokasi dana tersebut tetap berjalan, meski perusahaan daerah itu tengah terbelit masalah serius mulai dari dugaan tunggakan pajak miliaran rupiah hingga kewajiban utang ke perbankan yang mencapai puluhan miliar.

“Teman-teman tanya komisi III nanti. Perusahaan bermasalah, tapi masih punya potensi. Ini dalam beberapa bulan terakhir bisa membayar utangnya sampai 400 setelah di restitusi, dan fokus pada bisnis inti mereka memang,” kata Gubernur Iqbal kepada wartawan. Usai mengikuti rapat paripurna DPRD NTB. Rabu kemarin (17/9) di Aula Kantor Rinjani Gubernur NTB.

Baca Juga :  100 Hari Iqbal-Dinda Dapat Nilai Plus, tapi Aji Maman DPRD NTB Ingatkan: DAK Jangan Jadi Bom Waktu!

Namun, langkah sang gubernur menuai penolakan keras dari DPRD NTB. Sejumlah anggota dewan menilai suntikan dana Rp8 miliar justru berisiko menimbulkan masalah baru jika tidak diawali dengan audit investigasi menyeluruh.

“Baru bisa dilakukan langkah penyertaan modal setelah Gubernur melaksanakan audit tuntas terhadap PT GNE. Kalau dipaksakan, masyarakat bisa menilai ini hanya pemborosan,” tegas Muhamad Aminurlah, anggota DPRD NTB dari Dapil VI (Kota Bima, Kabupaten Bima, Dompu).

Aminurlah, yang akrab disapa Maman, menegaskan audit keuangan, aset, manajemen, hingga mekanisme bisnis PT GNE wajib dilakukan dulu. “Audit ini adalah pintu masuk untuk tahu penyakit GNE. Tahun ini audit dulu, baru 2026 bisa bicara penyertaan modal,” ujarnya.

Lebih tajam lagi, Komisi III DPRD NTB yang membidangi BUMD bahkan sudah merekomendasikan opsi pembubaran PT GNE. Sekretaris Komisi III, Raden Nuna Abriadi, menyebut perusahaan tersebut ibarat pasien stadium lima yang tak bisa diobati hanya dengan Rp8 miliar.

Baca Juga :  Mataram Kudeta Panggung Qasidah NTB dan Raih Juara Umum, LASQI NJ Akui Penampilan Paling ‘Bersinar’ Tahun Ini'

“GNE ini tidak ada kontribusinya bagi daerah, malah terlilit hutang, menjaminkan aset daerah, menunggak pajak, dan tidak pernah melakukan RUPS. Kalau dibiarkan, suntikan Rp8 miliar itu hanya akan jadi obat sakit kepala sesaat, bukan penyembuh,” ujar politisi PDIP itu.

Raden pun balik bertanya soal urgensi dana tersebut. “Apa urgensinya? Kenapa terburu-buru sekali? Lebih baik audit dulu atau bubarkan sekalian, daripada uang rakyat terbuang,” tegasnya.

PT GNE sendiri sejak berdiri nyaris tak pernah memberi pemasukan berarti bagi kas daerah, meski sudah berulang kali menerima kucuran modal. Kondisi ini membuat rekomendasi pembubaran dari DPRD semakin menguat, di tengah sikap Pemprov yang tetap ngotot memberikan penyertaan modal.

Berita Terkait

Saat Dunia Makin Ribut, KPU NTB Ingatkan Satu Obat Ampuh: Pancasila
Dulu Terseok, Kini Ngebut Usai Utang Beres! RSUP NTB Siap Naik Kelas Jadi Rumah Sakit Pendidikan Unggulan
Hari Lahir Pancasila 2026 di NTB, Miq Iqbal Tegaskan Pancasila Adalah Jangkar Perdamaian Global
Sekolah Rakyat Pertama di Pulau Sumbawa Disiapkan di Bima, Jadi Harapan Baru Pemerataan Pendidikan NTB
KPU NTB Berkurban di Idul Adha, Agus Hilman: Yang Dinilai Bukan Dagingnya, Tapi Ketakwaannya
PKS NTB Sembelih 193 Hewan Kurban, Sebanyak 2.000 Paket Daging Dibagikan untuk Warga
Momentum Halal Bihalal Idul Adha, Harmoni Kepemimpinan Lombok Timur Tuai Apresiasi
Bahlil Lahadalia dan Sari Yuliati Salurkan Sapi Kurban untuk NTB, Golkar Potong Lima Ekor di Mataram
Berita ini 55 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 19:49 WIB

Saat Dunia Makin Ribut, KPU NTB Ingatkan Satu Obat Ampuh: Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 - 18:13 WIB

Dulu Terseok, Kini Ngebut Usai Utang Beres! RSUP NTB Siap Naik Kelas Jadi Rumah Sakit Pendidikan Unggulan

Senin, 1 Juni 2026 - 13:55 WIB

Hari Lahir Pancasila 2026 di NTB, Miq Iqbal Tegaskan Pancasila Adalah Jangkar Perdamaian Global

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:55 WIB

Sekolah Rakyat Pertama di Pulau Sumbawa Disiapkan di Bima, Jadi Harapan Baru Pemerataan Pendidikan NTB

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:04 WIB

KPU NTB Berkurban di Idul Adha, Agus Hilman: Yang Dinilai Bukan Dagingnya, Tapi Ketakwaannya

Berita Terbaru