Rinjani Tak Boleh Rusak, Gubernur NTB Dorong Geopark Berbasis Pelestarian, Budaya, dan Pariwisata Berkualitas

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 5 Desember 2025 - 21:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat menjadi narasumber dalam kegiatan Indonesia’s Geopark Leader Forum Building Knowledge for Indonesia Geopark Development yang diselenggarakan Bappenas di Jakarta

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat menjadi narasumber dalam kegiatan Indonesia’s Geopark Leader Forum Building Knowledge for Indonesia Geopark Development yang diselenggarakan Bappenas di Jakarta

SUMBAWAPOST.com | Jakarta-Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa pengembangan pariwisata membutuhkan narasi yang kuat dan berkarakter, khususnya pada kawasan strategis seperti Gunung Rinjani yang kaya akan nilai budaya, alam, dan sejarah. Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber dalam kegiatan Indonesia’s Geopark Leader Forum ‘Building Knowledge for Indonesia Geopark Development’ yang diselenggarakan Bappenas di Jakarta, Rabu (3/12)2025).

Menurutnya, Rinjani bukan sekadar destinasi alam, tetapi juga menyimpan kekayaan narasi yang sangat luas untuk dikembangkan sebagai daya tarik pariwisata berkelas dunia.

“Gunung Rinjani mempunyai begitu banyak narasi yang bisa diangkat. Mulai dari narasi budaya yang sangat kaya, dengan lebih dari 10 subkultur Sasak di kawasan ini. Meskipun sama-sama Sasak, wilayah tengah, utara, hingga timur memiliki karakter dan ekspresi kebudayaan yang berbeda,” ujar Gubernur.

Lebih lanjut, Gubernur menekankan bahwa esensi utama geopark adalah preservation atau pelestarian. Pelestarian ini mencakup warisan budaya yang terbentuk selama ratusan tahun, keindahan lingkungan Rinjani, serta ketahanan ekonomi masyarakat lokal yang hidup berdampingan dengan alam. Ia menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan hubungan masyarakat dengan lingkungannya, terutama di tengah meningkatnya tekanan investasi besar yang mulai masuk ke kawasan Rinjani.

Baca Juga :  Ketua DPW PBB NTB Nadirah Al-Habsyi Sampaikan Duka Cita Atas Wafatnya Anggota DPRD NTB, H. Asaat Abdullah

Tak hanya soal lingkungan, Gubernur juga menyoroti pentingnya kohesi sosial serta mendorong pengembangan pariwisata Rinjani melalui pendekatan quality tourism, bukan sekadar mengejar jumlah kunjungan wisatawan. Menurutnya, Pulau Lombok yang relatif kecil dan rentan terhadap dampak perubahan iklim memerlukan strategi pariwisata yang lebih hati-hati agar manfaat ekonomi tetap tercapai tanpa merusak lingkungan sebagai kekuatan utama Geopark Rinjani.

Dalam paparannya, Gubernur juga menjelaskan peran Pemerintah Provinsi NTB sebagai orkestrator dalam mengarahkan seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam pengembangan Geopark Rinjani. Ia mengakui bahwa meskipun selama ini telah banyak pendanaan mengalir dari berbagai pihak, termasuk NGO, namun hasil pengembangan kawasan belum menunjukkan dampak yang signifikan bagi masyarakat.

Baca Juga :  Panwaslu Asakota Sosialisasi dan Bentuk Kampung Pengawasan Partisipatif

“Sekarang kami sedang membangun pendamping-pendamping atau fasilitator untuk memetakan masalah-masalah sosial yang menghambat perubahan. Setelah itu, mereka memetakan potensi lokal yang bisa dikembangkan untuk mengangkat masyarakat dari kemiskinan. Orkestrasinya berada di level provinsi, tetapi melibatkan semua pihak,” jelasnya.

Di akhir pemaparannya, Gubernur menekankan pentingnya menyusun konsep pengembangan yang solid bagi Geopark Rinjani. Ia menyampaikan bahwa saat ini dirinya tengah mendampingi tim Geopark untuk merampungkan masterplan atau konsep besar pengembangan di setiap lokasi. Setelah konsep tersebut selesai yang dianalogikan seperti Detail Engineering Design (DED) untuk proyek fisik, maka di level sosial juga dibutuhkan Detail Social Engineering Design, yang hingga kini masih dalam tahap penyusunan.

Berita Terkait

Pesisir NTB Terancam Tenggelam, Kepala Bappeda Ingatkan Dampak Perubahan Iklim dan Kenaikan Laut
Tak Hanya Jaga NKRI, Dandim 1608/Bima Peduli Pendidikan Lewat Beasiswa Mahasiswa STIS
Gubuk Talabiu Jadi Sarang Sabu, Satresnarkoba Polres Bima Bongkar Jaringan dan Ungkap Tiga Identitas Pelaku
Pasutri di Bolo Bima Kompak Jual Sabu, Kini Keduanya Cek In Masuk Sel
Akhir Perjuangan Mahasiswa Perantau Kaltara: Asrama Rp18 Miliar Resmi Berdiri di Sumbawa
Bukan Ditangani Kejati, Kasus Gratifikasi DPRD NTB Dialihkan ke Kejari Mataram
3.500 Kantong Darah per Bulan Dibutuhkan, DPC Demokrat Kota Mataram Ambil Peran Gelar Donor Darah
Arahan Presiden Prabowo: Kurma Lombok Utara Disiapkan Jadi Konsumsi Jamaah Haji Nasional
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Januari 2026 - 15:33 WIB

Pesisir NTB Terancam Tenggelam, Kepala Bappeda Ingatkan Dampak Perubahan Iklim dan Kenaikan Laut

Minggu, 18 Januari 2026 - 14:27 WIB

Tak Hanya Jaga NKRI, Dandim 1608/Bima Peduli Pendidikan Lewat Beasiswa Mahasiswa STIS

Minggu, 18 Januari 2026 - 11:42 WIB

Gubuk Talabiu Jadi Sarang Sabu, Satresnarkoba Polres Bima Bongkar Jaringan dan Ungkap Tiga Identitas Pelaku

Sabtu, 17 Januari 2026 - 21:12 WIB

Pasutri di Bolo Bima Kompak Jual Sabu, Kini Keduanya Cek In Masuk Sel

Sabtu, 17 Januari 2026 - 18:48 WIB

Akhir Perjuangan Mahasiswa Perantau Kaltara: Asrama Rp18 Miliar Resmi Berdiri di Sumbawa

Berita Terbaru

Pasangan suami istri terduga pelaku peredaran narkoba jenis sabu saat diamankan di Mapolsek Bolo, Polres Bima, Polda NTB. Dari tangan pelaku, polisi mengamankan 15 poket sabu, uang tunai Rp7,17 juta, serta sejumlah barang bukti lainnya.

Hukum & Kriminal

Pasutri di Bolo Bima Kompak Jual Sabu, Kini Keduanya Cek In Masuk Sel

Sabtu, 17 Jan 2026 - 21:12 WIB