Predator Anak di Bima Ditetapkan Tersangka Usai Masyarakat Laporkan Kasat Reskrim ke Polda NTB

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 28 Januari 2025 - 09:10 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Bima- Kasus dugaan pencabulan anak dibawah umur yang dilaporkan tepatnya 11 bulan terhitung 23 Februari 2024 lalu, akhirnya Polres Bima Kabupaten menetapkan seorang warga Cenggu Kecamatan Belo atas nama Syafruddin sebagai tersangka kasus pencabulan anak di bawah umur usai sejumlah oknum polisi baik mantan Kasat dan Kasat Reskrim Polres Bima dilaporkan ke Polda NTB.

“Sehubungan dengan rujukan tersebut diatas, bersama ini disampaikan kepada saudara bahwa sejak tanggal 23 Januari 2025, telah ditetapkan sebagai Tersangka dalam perkara Tindak Pidana Persetubuhan dan perbuatan cabul terhadap anak yang terjadi pada Hari Jum’at tanggal 23 Februari 2024,” isi surat perihal pemberitahuan penetapan tersangka atas nama Syafruddin tertanggal 23 Januari 2025 ditujukan kepada Kajari Bima.

Diketahui, peristiwa tersebut sekitar pukul 17.00 Wita tanggal 23 Februari 2024 bertempat Bertempat di Rt 007 Rw 003, Desa Cenggu, Kecamatan Belo Kabupaten Bima. Kasus tersebut langsung dilaporkan oleh ibu korban ke PPA Polres Bima Kabupaten 24 Februari 2024.

Dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polres Bima Abdul Malik membenarkan penetapan tersangka terduga pelaku tersebut. “Iya sudah tersangka, besok kami jadwalkan untuk pemanggilan sebagai tersangka,” kata Malik, Selasa 28 Januari 2025 melalui sambungan telfon.

Menurutnya, penetapan tersangka itu tidak langsung harus ditahan, katanya harus melalui serangkaian penyelidikan lebih lanjut. “Meski pun sudah ditetapkan tersangka, tidak serta merta langsung ditahan,” tegasnya.

Sebelumnya, Masyarakat Bima geram melihat perkembangan kasus pencabulan tersebut sehingga sedikitnya empat (4) oknum Polres Kabupaten Bima dilaporkan ke Polda NTB.

Ibrahim Bram Abdollah, menjelaskan, laporan tersebut masuk di tiga pintu di Polda NTB, di antaranya pintu Kabag Wassidik Ditreskrimum, Kabid Propam dan pintu Irwasda Polda NTB.

“Atas nama masyarakat saya melaporkan sedikitnya empat oknum polisi di Polres Bima, empat oknum itu diduga kuat mengabaikan laporan masyarakat dalam kasus dugaan pencabulan anak di bawah umur yang terjadi setahun silam,” kata Ibrahim Bram Abdollah pada media ini, Selasa 21 Januari 2024, usai menyampaikan laporan.

Baca Juga :  Bupati Dompu Bahas Festival Lakey dan Pengembangan Pasar Modern di Dua Kementerian Pusat

Bram sapaannya itu menjelaskan, empat oknum polres Bima itu antara lain, Kasat Reskrim Polres Bima Abdul Malik, mantan Kasat Reskrim Polres Bima Masdidin dan dua oknum penyidik masing-masing Nanang Qosim dan Hamzah.

“Mereka-mereka ini diduga kuat mengabaikan laporan keluarga korban tersebut,” bebernya.

Mantan aktivis HMI itu menjelaskan, kasus dugaan pencabulan tersebut dialami oleh bocah umur 8 tahun diduga dilakukan oleh seorang kakek bernama Syafruddin setahun yang lalu tepatnya tanggal 23 Februari 2024 sore hari dan sudah dilaporkan sehari pasca-kejadian tepatnya 24 Februari 2024.

Namun kasus tersebut, hingga saat ini menurutnya sudah memasuki tahun 2025 belum juga ada kepastian hukum.

“Saya sudah tanya ke orang tua korban tidak ada progres apa pun. Kepada para penyidik juga termasuk Kasat Reskrim Polres Bima saya tanya, jawaban mereka belum cukup bukti hingga saat ini,” bebernya.

 

Berita Terkait

Pernah Jadi Orang Nomor Satu di Polri, Kini Tersangka! Ini Jejak Karier dan Kekayaan Jenderal Bintang Empat Listyo Sigit
Geger Kabar Sejumlah Jenderal Polri Ditangkap dan Diamankan di Mako Brimob, Ini Respons Mabes Polri
Bikin ASN Betah Ngantor, Wagub NTB Puji Disnakertrans Sulap Pekarangan Jadi Kebun Produktif
Okupansi Hotel di NTB Merosot, Tingkat Hunian Hotel Berbintang Turun Jadi 44,86 Persen
Bukan Sekadar Terima Beasiswa, 100 Mahasiswa Unram Ditantang Jadi Penggerak Pertanian Modern
Tak Cuma Beri Beasiswa ke Mahasiswa Unram, JHL Siapkan Investasi Pabrik Kelapa di NTB
100 Mahasiswa Pertanian Unram Terima Beasiswa Kelapa dari Yayasan JHL Merah Putih Kasih
Ekspor NTB Tembus Rp6,94 Triliun, Daya Tukar Petani Menguat, Produksi Padi dan Jagung Naik
Berita ini 408 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 21:45 WIB

Pernah Jadi Orang Nomor Satu di Polri, Kini Tersangka! Ini Jejak Karier dan Kekayaan Jenderal Bintang Empat Listyo Sigit

Selasa, 3 November 2026 - 17:05 WIB

Geger Kabar Sejumlah Jenderal Polri Ditangkap dan Diamankan di Mako Brimob, Ini Respons Mabes Polri

Selasa, 3 November 2026 - 13:11 WIB

Bikin ASN Betah Ngantor, Wagub NTB Puji Disnakertrans Sulap Pekarangan Jadi Kebun Produktif

Selasa, 3 November 2026 - 08:07 WIB

Okupansi Hotel di NTB Merosot, Tingkat Hunian Hotel Berbintang Turun Jadi 44,86 Persen

Senin, 2 November 2026 - 17:44 WIB

Bukan Sekadar Terima Beasiswa, 100 Mahasiswa Unram Ditantang Jadi Penggerak Pertanian Modern

Berita Terbaru