PPS Dapat Restu Daerah: Mahasiswa, Masyarakat dan DPRD NTB Sudah ‘Ijab Kabul’, Pemerintah Kapan Sahkan?

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 16 Mei 2025 - 10:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Komite Percepatan Pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa (KP4S) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Kamis siang (15/5/2025).

Dalam aksi tersebut, para mahasiswa mendesak percepatan pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa (PPS) serta menuntut pemerintah pusat mencabut moratorium daerah otonom baru (DOB).

Demonstrasi ini merupakan bagian dari rangkaian aksi serupa yang digelar serentak di beberapa titik strategis seperti Pelabuhan Poto Tano dan Kantor Gubernur NTB. Aksi ini menunjukkan konsolidasi yang melibatkan berbagai elemen masyarakat dari Pulau Sumbawa.

Peserta aksi menyerukan harapan agar pemerintah daerah dan DPRD NTB mengambil sikap tegas untuk mendukung pembentukan PPS sebagai langkah strategis mempercepat pembangunan di wilayah tersebut.

Anggota Komisi I DPRD NTB, Marga Harun, secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap tuntutan mahasiswa. Ia bahkan menandatangani dukungan di atas materai sebagai bentuk komitmen politik.

“Kami mendukung penuh perjuangan masyarakat Pulau Sumbawa untuk menjadi provinsi tersendiri,” ujar Marga Harun.

Baca Juga :  Aktivis Fihiruddin Siap Bertarung Dengan Pimpinan DPRD NTB Sampai MA Di Perkara 105 M

Lebih lanjut, Marga menegaskan bahwa perjuangan membentuk PPS bukanlah bentuk pemisahan, melainkan cita-cita bersama untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat.

“PPS itu bukan ingin memisahkan diri, tapi merupakan bentuk kita ingin bersama-sama mewujudkan mimpi dan cita-cita rakyat,” tegasnya.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Provinsi NTB. Sekretaris Daerah NTB, Lalu Gita Ariadi, menerima massa aksi di Gedung Sangkareang, Kantor Gubernur NTB, dan menyampaikan dukungannya terhadap aspirasi pembentukan PPS.

Di akhir pertemuan, Gita turut menandatangani rekomendasi pembentukan PPS yang diajukan oleh massa aksi.

“Kita menjemput kesejahteraan bersama. Bukan bertanding tapi bersanding dengan sebaik-baiknya,” kata Lalu Gita.

“Siapa tahu Pulau Sumbawa seperti Brunei Darussalam dan Lombok adalah Singapura. Hidup dengan sektor jasa, why not,” ujarnya.

Meski begitu, Gita menyadari bahwa moratorium pemekaran DOB masih berlaku secara nasional. Ia menilai aksi ini sebagai bagian dari konsolidasi jelang kemungkinan dibukanya kembali peluang pemekaran oleh pemerintah pusat.

“Saya kira aksi hari ini sebagai bentuk konsolidasi sebelum dibukanya moratorium,” ujarnya.

Baca Juga :  Bawaslu NTB Ingatkan TPS Tidak Berdekatan dengan Posko Timses

Gita juga mengingatkan agar wacana pemekaran ini tidak dibenturkan dengan isu budaya dan tidak dilandasi kebencian. Ia berharap tidak ada tindakan seperti blokade Pelabuhan Poto Tano maupun Kayangan.

Ia meminta massa agar menyampaikan aspirasi secara simpatik dan konstruktif.

“Jangan sampai ada blokade karena yang akan rugi masyarakat sendiri. Ini hal (tuntutan pemekaran daerah, Red) yang biasa saja. Dengan pemekaran, Insya Allah makin banyak yang mengurus masyarakat,” tegasnya.

Aksi berlangsung damai dan tertib dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Tidak ada laporan insiden atau bentrokan selama unjuk rasa berlangsung.

Pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa telah lama menjadi aspirasi masyarakat setempat. Mereka meyakini bahwa dengan terbentuknya provinsi baru, pembangunan akan lebih merata dan sesuai dengan kebutuhan lokal.

Semangat untuk menjadikan Pulau Sumbawa sebagai provinsi tersendiri terus menyala. Masyarakat berharap pemerintah pusat segera membuka kembali kran pemekaran daerah dan memberi ruang bagi wilayah yang siap naik status menjadi provinsi.

Berita Terkait

Bima-Dompu Bukan Anak Tiri, HMI Sentil Pemprov NTB, 574 Hari Pascabanjir Jalan Rusak Diabaikan
Menuju PON 2028, Wagub Umi Dinda Dorong PERBASASI NTB Cetak Talenta Muda
Dae Yandi Resmi Pimpin Perbasasi NTB, Bawa Misi Besar Menuju PON 2028
KONI Pusat Ambil Alih KONI NTB, Pemilihan Diulang dari Nol dan Tak Ada Uang Pendaftaran
Mori Hanafi Tinggalkan Legasi Besar, NTB Berhasil Jadi Tuan Rumah PON 2028
KONI Pusat Sebut NTB Gudangnya Atlet, PON 2028 Jadi Momentum Pembuktian
KONI NTB Jangan Terjebak Konflik, Mori Hanafi: PON 2028 Sudah di Depan Mata
Wagub Umi Dinda Buka Musorprov XIII KONI NTB, PON 2028 Jadi Tantangan Besar
Berita ini 118 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:02 WIB

Bima-Dompu Bukan Anak Tiri, HMI Sentil Pemprov NTB, 574 Hari Pascabanjir Jalan Rusak Diabaikan

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:22 WIB

Menuju PON 2028, Wagub Umi Dinda Dorong PERBASASI NTB Cetak Talenta Muda

Senin, 31 Agustus 2026 - 06:08 WIB

Dae Yandi Resmi Pimpin Perbasasi NTB, Bawa Misi Besar Menuju PON 2028

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:45 WIB

KONI Pusat Ambil Alih KONI NTB, Pemilihan Diulang dari Nol dan Tak Ada Uang Pendaftaran

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:59 WIB

Mori Hanafi Tinggalkan Legasi Besar, NTB Berhasil Jadi Tuan Rumah PON 2028

Berita Terbaru