SUMBAWAPost, Mataram – Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Mutiara Sukma milik daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) secara rutin hadir di Car Free Udayana memberikan informasi terkait layanan RSJ di masyarakat sebagai bentuk peningkatan pelayanan dan sosialisasi soal kesehatan.
“Kami terus meningkatkan layanan dan informasi kepada masyarakat agar makin memahami kesehatan jiwa”, kata Direktur RSJ Mutiara Sukma dr Hj Wiwin Nurhasida saat melakukan audiensi dengan Pj Gubenur NTB Dr Hassanudin di kantor Gubernur, Rabu kemarin.
Selain itu, ia menyampaikan bahwa RSJ Mutiara Sukma saat ini bertaraf kelas B.
“Dan saat ini juga RSJ Mutiara Sukma telah menggunakan teknologi pemindai gelombang otak dalam pemeriksaan medis,”katanya.
Sehingga, saat ini, pasien tidak lagi menggunakan pola lama dengan metode umum seperti wawancara.
Selain itu, Wiwin Mengatakan, bahwa rumah sakit juga memiliki fasilitas rehabilitasi narkoba dan program pemulihan psikososial bagi pasien agar siap kembali dalam masyarakat.
“Kelebihannya, pasien juga dilatih keterampilan sekaligus menerima hasil dari kegiatan membuat alat cuci tangan, pembuatan telur asin yang dimanfaatkan kembali oleh rumah sakit dalam pemberian gizi pasien juga layanan jasa cuci motor dan mobil oleh pasien penderita gangguan kejiwaan,”urainya.
Dalam kesempatan tersebut, Wiwin juga menyampaikan kondisi fasilitas fisik dan layanan kesehatan lainnya.
Sementara, Pj Gubernur menyampaikan, bahwa seiring kesadaran masyarakat akan kesehatan jiwa, Penjabat Gubernur Nusa Tenggara Barat berharap pelayanan rumah sakit jiwa (RSJ) Mutiara Sukma dijaga dan ditingkatkan.
“Gangguan kejiwaan tidak hanya yang berat. Sulit tidur, susah konsentrasi dan stress dapat diatasi dengan mendatangi fasilitas kesehatan. Misalnya saat membuka layanan pemeriksaan psikologi pasca Pileg beberapa waktu lalu yang menjadi contoh secara nasional”, sebut Hassanudin saat menerima audiensi jajaran direksi RSJ Mutiara Sukma NTB.
Ditekankannya, layanan dan fasilitas RSJ saat ini lebih baik dan ditingkatkan lagi.
“Terutama sosialisasi tentang kesehatan jiwa dan penanganannya agar masyarakat memanfaatkan fasilitas yang tersedia,”tutupnya.










