Pemeriksaan Pasien di RSJ NTB Memakai Teknologi Pemindai Otak

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 12 Juli 2024 - 10:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPost, Mataram – Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Mutiara Sukma milik daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) secara rutin hadir di Car Free Udayana memberikan informasi terkait layanan RSJ di masyarakat sebagai bentuk peningkatan pelayanan dan sosialisasi soal kesehatan.

“Kami terus meningkatkan layanan dan informasi kepada masyarakat agar makin memahami kesehatan jiwa”, kata Direktur RSJ Mutiara Sukma dr Hj Wiwin Nurhasida saat melakukan audiensi dengan Pj Gubenur NTB Dr Hassanudin di kantor Gubernur, Rabu kemarin.

Selain itu, ia menyampaikan bahwa RSJ Mutiara Sukma saat ini bertaraf kelas B.

“Dan saat ini juga RSJ Mutiara Sukma telah menggunakan teknologi pemindai gelombang otak dalam pemeriksaan medis,”katanya.

Baca Juga :  Surga Ilmu Jangan Jadi Neraka Santri! Wagub Umi Dinda dan Komnas Perempuan Tuntaskan Kekerasan di Pesantren 

Sehingga, saat ini, pasien tidak lagi menggunakan pola lama dengan metode umum seperti wawancara.

Selain itu, Wiwin Mengatakan, bahwa rumah sakit juga memiliki fasilitas rehabilitasi narkoba dan program pemulihan psikososial bagi pasien agar siap kembali dalam masyarakat.

“Kelebihannya, pasien juga dilatih keterampilan sekaligus menerima hasil dari kegiatan membuat alat cuci tangan, pembuatan telur asin yang dimanfaatkan kembali oleh rumah sakit dalam pemberian gizi pasien juga layanan jasa cuci motor dan mobil oleh pasien penderita gangguan kejiwaan,”urainya.

Dalam kesempatan tersebut, Wiwin juga menyampaikan kondisi fasilitas fisik dan layanan kesehatan lainnya.

Sementara, Pj Gubernur menyampaikan, bahwa seiring kesadaran masyarakat akan kesehatan jiwa, Penjabat Gubernur Nusa Tenggara Barat berharap pelayanan rumah sakit jiwa (RSJ) Mutiara Sukma dijaga dan ditingkatkan.

Baca Juga :  Stop Bikin Anak Takut, Wagub NTB Umi Dinda Minta Guru Jadi Sahabat, Bukan ‘Penguasa Kelas’

“Gangguan kejiwaan tidak hanya yang berat. Sulit tidur, susah konsentrasi dan stress dapat diatasi dengan mendatangi fasilitas kesehatan. Misalnya saat membuka layanan pemeriksaan psikologi pasca Pileg beberapa waktu lalu yang menjadi contoh secara nasional”, sebut Hassanudin saat menerima audiensi jajaran direksi RSJ Mutiara Sukma NTB.

Ditekankannya, layanan dan fasilitas RSJ saat ini lebih baik dan ditingkatkan lagi.

“Terutama sosialisasi tentang kesehatan jiwa dan penanganannya agar masyarakat memanfaatkan fasilitas yang tersedia,”tutupnya.

 

Berita Terkait

Bima-Dompu Bukan Anak Tiri, HMI Sentil Pemprov NTB, 574 Hari Pascabanjir Jalan Rusak Diabaikan
Menuju PON 2028, Wagub Umi Dinda Dorong PERBASASI NTB Cetak Talenta Muda
Dae Yandi Resmi Pimpin Perbasasi NTB, Bawa Misi Besar Menuju PON 2028
KONI Pusat Ambil Alih KONI NTB, Pemilihan Diulang dari Nol dan Tak Ada Uang Pendaftaran
Mori Hanafi Tinggalkan Legasi Besar, NTB Berhasil Jadi Tuan Rumah PON 2028
KONI Pusat Sebut NTB Gudangnya Atlet, PON 2028 Jadi Momentum Pembuktian
KONI NTB Jangan Terjebak Konflik, Mori Hanafi: PON 2028 Sudah di Depan Mata
Wagub Umi Dinda Buka Musorprov XIII KONI NTB, PON 2028 Jadi Tantangan Besar
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:02 WIB

Bima-Dompu Bukan Anak Tiri, HMI Sentil Pemprov NTB, 574 Hari Pascabanjir Jalan Rusak Diabaikan

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:22 WIB

Menuju PON 2028, Wagub Umi Dinda Dorong PERBASASI NTB Cetak Talenta Muda

Senin, 31 Agustus 2026 - 06:08 WIB

Dae Yandi Resmi Pimpin Perbasasi NTB, Bawa Misi Besar Menuju PON 2028

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:45 WIB

KONI Pusat Ambil Alih KONI NTB, Pemilihan Diulang dari Nol dan Tak Ada Uang Pendaftaran

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:59 WIB

Mori Hanafi Tinggalkan Legasi Besar, NTB Berhasil Jadi Tuan Rumah PON 2028

Berita Terbaru