Permasalahan terbesar Bangsa Indonesia saat ini adalah kurangnya orang yang mampu olah rasa dan olah hati (keimanan), bukan kurang olah pikir (pintar).
SUMBAWAPost, Mataram- Penjabat (Pj) Gubernur NTB, Dr Hassanudin, mengatakan, mendidik adalah proses mengubah sesuatu yang tidak baik menjadi baik.
“Mendidik adalah transfer emosi (Kasih Sayang). Anak didik tidak akan mengingat nilai bagus yang diberikan tapi akan mengenang perlakuan guru saat mengubah perilaku tidak baik anak didik”, jelas Pj Gubernur NTB yang di wakili Dr Aidy Furqon Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, di hadapan para guru yang bergabung dalam IKA SGI NTB di Balai Guru Penggerak Jempong, saat menghadiri acara pengukuhan pengurus Ikatan Keluarga Aktivis Sekolah Guru Indonesia (IKA SGI) Nusa Tenggara Barat, Mataram, Kamis 4 Juni 2024.
Membacakan sambutan Pj Gubernur, Aidy mengatakan, kiprah Sekolah Guru Indonesia (SGI) melalui Program Organisasi Penggerak yang dibuat pemerintah guna mendorong hadirnya Sekolah Penggerak yang melibatkan peran serta organisasi masyarakat seperti SGI tetap fokus kepada peningkatan kualitas guru, kepala sekolah dan tenaga kependidikan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam kompetensi literasi dan numerasi.
Terkait tema seminar peningkatan profil pelajar Pancasila, Pj Gubernur menyampaikan hal tersebut sangat relevan dengan kondisi sekarang agar anak didik tak hanya cerdas secara keilmuan.
Untuk itu, penguatan pemahaman konsep base learning ADAB project dan program sekolah berbasis adab, guru menjadi aktor utama dalam pengelolaan pendidikan dan pengajaran.










