Pj Gubernur NTB: Mendidik Adalah Transfer Kasih Sayang

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 6 Juli 2024 - 05:40 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Permasalahan terbesar Bangsa Indonesia saat ini adalah kurangnya orang yang mampu olah rasa dan olah hati (keimanan), bukan kurang olah pikir (pintar).

SUMBAWAPost, Mataram- Penjabat (Pj) Gubernur NTB, Dr Hassanudin, mengatakan, mendidik adalah proses mengubah sesuatu yang tidak baik menjadi baik.

“Mendidik adalah transfer emosi (Kasih Sayang). Anak didik tidak akan mengingat nilai bagus yang diberikan tapi akan mengenang perlakuan guru saat mengubah perilaku tidak baik anak didik”, jelas Pj Gubernur NTB yang di wakili Dr Aidy Furqon Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, di hadapan para guru yang bergabung dalam IKA SGI NTB di Balai Guru Penggerak Jempong, saat menghadiri acara pengukuhan pengurus Ikatan Keluarga Aktivis Sekolah Guru Indonesia (IKA SGI) Nusa Tenggara Barat, Mataram, Kamis 4 Juni 2024.

Baca Juga :  Perdagangan Anak di Dompu Terungkap, Bayi 1 Tahun Diduga Dijual Ayah Kandung Rp5 Juta

Membacakan sambutan Pj Gubernur, Aidy mengatakan, kiprah Sekolah Guru Indonesia (SGI) melalui Program Organisasi Penggerak yang dibuat pemerintah guna mendorong hadirnya Sekolah Penggerak yang melibatkan peran serta organisasi masyarakat seperti SGI tetap fokus kepada peningkatan kualitas guru, kepala sekolah dan tenaga kependidikan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam kompetensi literasi dan numerasi.

Baca Juga :  GARDA SATU NTB Apresiasi Bupati Jarot Jaga Hutan, Soroti Tambang Liar Sumbawa

Terkait tema seminar peningkatan profil pelajar Pancasila, Pj Gubernur menyampaikan hal tersebut sangat relevan dengan kondisi sekarang agar anak didik tak hanya cerdas secara keilmuan.

Untuk itu, penguatan pemahaman konsep base learning ADAB project dan program sekolah berbasis adab, guru menjadi aktor utama dalam pengelolaan pendidikan dan pengajaran.

Berita Terkait

PDIP NTB Pecat Musyafirin, Polemik Komisaris Bank NTB Syariah Berujung Keputusan Bulat
Matadata Institute Siapkan 25 Rekomendasi untuk Pemerintahan Iqbal-Dinda, Ini Fokusnya
Gubernur Iqbal Buka Pintu Kritik, Akui NTB Sangat Kompleks
Warga Dompu Meninggal di Kontrakan Mataram, Polisi Ungkap Kronologi dan Sikap Keluarga
NTB Kembali Masuk 3 Besar Pariwisata Ramah Muslim Nasional, Sekda Ungkap Tantangan Berikutnya
Investor Arab Saudi Lirik Sembalun untuk Vila Ramah Muslim, Wagub NTB Gandeng MUI Perkuat Wisata Halal
UMKM Kerajinan Lombok Binaan Disperindag NTB Kantongi Kerja Sama Rp9 Miliar dengan Australia di TEI 2026
Wagub NTB Umi Dinda Jajaki Investasi Wisata Buatan untuk Dongkrak Ekonomi
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:54 WIB

PDIP NTB Pecat Musyafirin, Polemik Komisaris Bank NTB Syariah Berujung Keputusan Bulat

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:26 WIB

Matadata Institute Siapkan 25 Rekomendasi untuk Pemerintahan Iqbal-Dinda, Ini Fokusnya

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Gubernur Iqbal Buka Pintu Kritik, Akui NTB Sangat Kompleks

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Warga Dompu Meninggal di Kontrakan Mataram, Polisi Ungkap Kronologi dan Sikap Keluarga

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:20 WIB

NTB Kembali Masuk 3 Besar Pariwisata Ramah Muslim Nasional, Sekda Ungkap Tantangan Berikutnya

Berita Terbaru

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Menghadiri Kegiatan Silaturahmi Pemikiran dan Tasyakur Satu Tahun Matadata Institute di Mataram.

Pemerintahan

Gubernur Iqbal Buka Pintu Kritik, Akui NTB Sangat Kompleks

Sabtu, 17 Okt 2026 - 12:00 WIB