Petani Lokal Malas Tanam Kedelai, NTB Buka Kran Impor Atasi Kebutuhan 2500 Ton Perbulan

Avatar

- Jurnalis

Senin, 22 Juli 2024 - 23:42 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPost, Mataram – Kebutuhan kedelai di Provinsi NTB mencapai sekitar 2500 ton per bulan, namun petani lokal tidak mampu memenuhi jumlah tersebut sehingga perlu dilakukan impor kedelai.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perdagangan (Kadisdag) Provinsi NTB Baiq Nelly Yuniarti, AP., M.Si saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) dengan pelaku usaha dari Jawa Barat. Rakor tersebut dalam rangka untuk mengatasi masalah dalam arus keluar-masuk komoditi bawang putih dan kedelai, dengan fokus utama menjaga stabilitas pasokan kebutuhan pokok masyarakat NTB.

Disdag juga menyampaikan, tidak hanya soal kebutuhan, tapi harga kedelai saat ini mengalami penurunan, menjadi sekitar Rp. 9.400 – 9.750 per kilogram.

Baca Juga :  Momentum Halal Bihalal Idul Adha, Harmoni Kepemimpinan Lombok Timur Tuai Apresiasi

“Para pengrajin tahu tempe menginginkan agar harga kedelai stabil sekitar Rp. 9.000 per kilogram guna mendukung kelangsungan produksi mereka,”ujarnya.

Adanya praktik bundling (taktik penjualan dengan mengemas lebih dari satu produk/jasa menjadi satu) kedelai oleh distributor minyak goreng juga menjadi perhatian dalam Rakor, di mana hal tersebut dapat mengganggu persaingan pasar yang sehat.

Pusat Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (PUSKOPTI) se-Jawa Barat yang mampu memproduksi berbagai produk turunan sari tempe seperti burger, sate, dan bakso soroti pentingnya stok kedelai yang memadai untuk kelangsungan operasional mereka.

Baca Juga :  Hijabers Mom Mendunia, Gubernur Miq Iqbal Ungkap Wastra NTB Nongol di Forum Internasional

“PUSKOPTI berharap dapat mendapatkan bantuan berupa cold storage untuk menyimpan stok kedelai hingga satu tahun, serta kapal tongkang kecil dengan kapasitas sekitar 1.000 ton untuk mempermudah distribusi dan mengurangi biaya operasional mereka,”ungkapnya.

Selain itu, Dinas Perdagangan NTB berharap Rapat ini dapat menghasilkan langkah-langkah strategis yang efektif untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga komoditas, khususnya kedelai, di NTB.

“Langkah-langkah tersebut diharapkan tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan pokok masyarakat tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan memastikan persaingan pasar yang sehat di tingkat regional,”terang Baiq Nelly.

Berita Terkait

Musdalub Demokrat NTB Antarkan Eks Kapolda Hadi Gunawan Jadi Ketua DPD, Ini Targetnya
Evi Apita Maya Bahas Bantuan Bibit Kopi untuk Petani NTB, Hilirisasi Jadi Sorotan
Bukan Cuma MotoGP! ITDC dan MGPA Tembus 100 BUMN Terbaik, The Mandalika Makin Naik Kelas
Kampung Bebas Narkoba di Kota Bima Dipertanyakan, 4 Titik Digerebek, 7 Orang Diamankan
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Raih Penghargaan Zakat Terbaik di Grand BAZNAS Awards 2026
NTB Berduka, Tuan Guru Bagu Berpulang: Ilmu dan Keteladanannya Jadi Warisan Umat
PWI Gandeng Lemhannas, Wartawan Diminta Waspadai Perang Kognitif di Era AI
Eks Kapolda NTB Hadi Gunawan Daftar Ketua Demokrat, 11 Surat Dukungan Diverifikasi
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:35 WIB

Musdalub Demokrat NTB Antarkan Eks Kapolda Hadi Gunawan Jadi Ketua DPD, Ini Targetnya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Evi Apita Maya Bahas Bantuan Bibit Kopi untuk Petani NTB, Hilirisasi Jadi Sorotan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:48 WIB

Bukan Cuma MotoGP! ITDC dan MGPA Tembus 100 BUMN Terbaik, The Mandalika Makin Naik Kelas

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:40 WIB

Kampung Bebas Narkoba di Kota Bima Dipertanyakan, 4 Titik Digerebek, 7 Orang Diamankan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:25 WIB

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Raih Penghargaan Zakat Terbaik di Grand BAZNAS Awards 2026

Berita Terbaru