NW Sudah 72 Tahun, Tapi Masih Jalan di Tempat, Eks Pemuda NW Semprot PBNW: Jangan Urus yang Remeh!

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 24 April 2025 - 10:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram– Menjelang Hari Lahir Nahdlatul Wathan (NW) ke-72 dan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW), eks Ketua Pemuda NW NTB, M. Fihiruddin, menyampaikan kritik tajam terhadap pengelolaan organisasi. Ia berharap PBNW bisa tampil lebih profesional dan fokus pada hal-hal fundamental yang menyentuh kebutuhan umat.

“Organisasi ini minim terlibat dalam kegiatan pengembangan ekonomi umat. Padahal, itu aspek mendasar yang seharusnya jadi perhatian utama,” kata Fihiruddin di Mataram, Rabu 23 April 2025.

Ia menilai NW selama ini terlalu disibukkan dengan hal-hal kecil yang tidak menyentuh akar persoalan masyarakat. “Jangan hanya bahas dan urus soal remeh-temeh, sementara hal paling dibutuhkan jamaah dan masyarakat tidak pernah kita jalankan,” sambungnya tegas.

Baca Juga :  Kapolres Dompu Turun Langsung Kawal Gerakan Pangan Murah, 1,5 Ton Beras Ludes dalam 4 Jam

Menurutnya, dengan usia organisasi yang sudah menginjak 72 tahun, dan lembaga pendidikan NW yang sudah berdiri 82 tahun, seharusnya sudah terlihat kemajuan signifikan. Namun kenyataannya, kata dia, organisasi justru stagnan.

“Kalau sudah puluhan tahun berdiri, mestinya ada lompatan besar dalam gerakan. Tapi kan faktanya begini-begini saja. Tidak ada progres yang berarti,” tandasnya.

Ia juga menyoroti lemahnya profesionalisme dalam struktur kepengurusan PBNW. Menurutnya, pengelolaan yang asal-asalan membuat organisasi jauh dari harapan dan cita-cita pendirinya, Almaghfurlah Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.

Baca Juga :  NTB Gaspol Energi Hijau, Miq Iqbal Gandeng Inggris Bangun Super Grid Bali-NTB-NTT dan Dorong Desa Berdaya Jadi Mesin Anti Kemiskinan

“Coba kita renungkan, apakah seperti ini organisasi yang diimpikan guru besar kita? Saya yakin tidak. Maka saya minta seluruh jajaran PBNW mulai berpikir lebih serius dan terstruktur dalam mengelola organisasi,” tegasnya.

Fihiruddin juga menyinggung lemahnya koordinasi internal di tubuh PBNW, yang menurutnya berdampak pada rendahnya akuntabilitas dan kinerja kepengurusan.

“Kita dengar, koordinasi antar struktur sangat lemah. Jabatan struktural tidak difungsikan sebagaimana mestinya. Sekjen misalnya, seharusnya aktif koordinasi, sosialisasi, dan urus administrasi hingga

 

Berita Terkait

Saat Dunia Makin Ribut, KPU NTB Ingatkan Satu Obat Ampuh: Pancasila
Dulu Terseok, Kini Ngebut Usai Utang Beres! RSUP NTB Siap Naik Kelas Jadi Rumah Sakit Pendidikan Unggulan
Hari Lahir Pancasila 2026 di NTB, Miq Iqbal Tegaskan Pancasila Adalah Jangkar Perdamaian Global
Sekolah Rakyat Pertama di Pulau Sumbawa Disiapkan di Bima, Jadi Harapan Baru Pemerataan Pendidikan NTB
KPU NTB Berkurban di Idul Adha, Agus Hilman: Yang Dinilai Bukan Dagingnya, Tapi Ketakwaannya
PKS NTB Sembelih 193 Hewan Kurban, Sebanyak 2.000 Paket Daging Dibagikan untuk Warga
Momentum Halal Bihalal Idul Adha, Harmoni Kepemimpinan Lombok Timur Tuai Apresiasi
Bahlil Lahadalia dan Sari Yuliati Salurkan Sapi Kurban untuk NTB, Golkar Potong Lima Ekor di Mataram
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 19:49 WIB

Saat Dunia Makin Ribut, KPU NTB Ingatkan Satu Obat Ampuh: Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 - 18:13 WIB

Dulu Terseok, Kini Ngebut Usai Utang Beres! RSUP NTB Siap Naik Kelas Jadi Rumah Sakit Pendidikan Unggulan

Senin, 1 Juni 2026 - 13:55 WIB

Hari Lahir Pancasila 2026 di NTB, Miq Iqbal Tegaskan Pancasila Adalah Jangkar Perdamaian Global

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:55 WIB

Sekolah Rakyat Pertama di Pulau Sumbawa Disiapkan di Bima, Jadi Harapan Baru Pemerataan Pendidikan NTB

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:04 WIB

KPU NTB Berkurban di Idul Adha, Agus Hilman: Yang Dinilai Bukan Dagingnya, Tapi Ketakwaannya

Berita Terbaru