NTB Siapkan Pengiriman 20 Ribu Sapi Qurban 2026, Harga dan Transportasi Jadi Sorotan

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 18 Februari 2026 - 19:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB bersama jajaran Perumda Dharma Jaya saat membahas pengiriman dan kebutuhan sapi qurban tahun 2026

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB bersama jajaran Perumda Dharma Jaya saat membahas pengiriman dan kebutuhan sapi qurban tahun 2026

Mataram| SUMBAWAPOST.com- Dalam upaya memperlancar pengiriman hewan qurban tahun 2026, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, Muhamad Riadi, S.P., M.Ec.Dev., bersama Tim Ahli Gubernur NTB Dr. Basuki Prayitno melakukan kunjungan ke PERUMDA Dharma Jaya, Rumah potong untuk sapi dan kerbau ini berlokasi di Jalan Raya Penggilingan Nomor 25, Kelurahan Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur. pada Kamis (12/2/2026). Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Direktur Bisnis Irwan Nusyirwan bersama jajaran.

Pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah poin penting terkait kebutuhan dan peluang kerja sama pengiriman ternak dari NTB. Perumda Dharma Jaya diketahui melakukan pemotongan sekitar 100 ekor sapi per hari, dengan kebutuhan tahunan mencapai 7.500 hingga 10.000 ekor, baik sapi eksotis maupun sapi lokal.

Selain itu, kebutuhan hewan qurban Perumda Dharma Jaya pada tahun 2026 diperkirakan sekitar 800 ekor, terdiri dari 80 persen Sapi Bali dan 20 persen sapi eksotis. Harga pembelian sapi qurban dan sapi bibit ditetapkan sebesar Rp57.500 per kilogram berat hidup dengan penimbangan di kantor Cakung.

“Perumda Dharma Jaya membuka peluang masuknya sapi dari NTB, baik Sapi Bali maupun Sapi Eksotis, untuk kebutuhan sapi bibit maupun sapi potong,” jelas Muhamad Riadi, dalam keterangan yang diterima media ini. Rabu (18/2/2026).

Baca Juga :  FKMHB Unram Gedor Pintu BNNP NTB: Bima Krisis Narkoba, Jangan Diam Saja!

Tak hanya itu, Perumda Dharma Jaya juga membuka opsi kerja sama dengan BUMD Provinsi NTB maupun kabupaten/kota dalam pengembangan bisnis ternak sapi Bali maupun sapi eksotis.

Setelah kunjungan tersebut, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB bersama Tim Ahli Gubernur NTB melanjutkan pertemuan dengan sejumlah pelaku usaha ternak di wilayah Jabodetabek. Dari pertemuan itu terungkap sejumlah tantangan di lapangan, di antaranya praktik perusahaan sapi yang telah menerima kuota pengiriman lebih awal sehingga membatasi ruang bagi pelaku usaha lain.

Kondisi tersebut dinilai berpengaruh pada harga sapi dari NTB yang cenderung lebih tinggi dibanding harga pasar di DKI Jakarta. Sebagai contoh, harga sapi di Bima saat ini mencapai Rp55 ribu per kilogram berat hidup, sementara harga pasar di Jakarta berada di kisaran Rp57.500 per kilogram berat hidup.

Selain persoalan harga, ketidakstabilan harga sapi di NTB dan belum adanya standarisasi seperti di daerah lain juga menjadi perhatian. Permasalahan lain yang kerap muncul ialah pengiriman sapi dari Kabupaten Bima yang belum memiliki calon pembeli di kawasan Jakarta, sehingga menimbulkan persoalan ketika ternak tidak habis terjual setelah Idul Adha.

Kuota pengiriman Sapi Bali dari NTB untuk Idul Adha 2026 diperkirakan mencapai 20.000 ekor, dengan sekitar 9.000 ekor telah memiliki kontrak bisnis melalui asosiasi resmi, terutama yang berasal dari Kabupaten Bima dan Pulau Sumbawa.

Baca Juga :  Gubernur Iqbal Ubah Total Arah Pariwisata NTB, Banyak Wisatawan Bukan Lagi Ukuran Keberhasilan

Solusi Transportasi dan Regulasi
Persoalan transportasi menjadi salah satu isu penting yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Terbatasnya sarana transportasi lalu lintas ternak mendorong pemerintah mencari solusi melalui jalur Tol Laut serta pembatasan penerbitan rekomendasi dan izin pengiriman harian pada pelayaran publik.

“Persoalan transportasi menjadi hal penting yang harus disikapi dengan solusi konkret agar kegaduhan yang sering terjadi tidak terulang kembali,” ungkapnya.

Asosiasi pedagang di Jakarta juga mengusulkan agar pengiriman ternak dapat dilakukan langsung dari pelabuhan terdekat sesuai lokasi pengumpulan sapi, tanpa harus melalui jalur darat lintas kabupaten yang selama ini menyebabkan penumpukan di pelabuhan penyeberangan Lembar dan Gili Mas.

Selain itu, praktik tata niaga ternak menjelang Idul Adha diharapkan tetap mengikuti regulasi yang berlaku, baik dari sisi administrasi maupun kesehatan ternak, termasuk uji laboratorium dan PCR, agar persoalan pengiriman dan penjualan dapat diminimalisir.

“Harapannya, persoalan pengiriman ternak asal NTB jelang Idul Adha tidak terjadi lagi dan bisnis ternak di NTB dapat berkembang pesat,” pungkasnya.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Bima-Dompu Bukan Anak Tiri, HMI Sentil Pemprov NTB, 574 Hari Pascabanjir Jalan Rusak Diabaikan
Menuju PON 2028, Wagub Umi Dinda Dorong PERBASASI NTB Cetak Talenta Muda
Dae Yandi Resmi Pimpin Perbasasi NTB, Bawa Misi Besar Menuju PON 2028
KONI Pusat Ambil Alih KONI NTB, Pemilihan Diulang dari Nol dan Tak Ada Uang Pendaftaran
Mori Hanafi Tinggalkan Legasi Besar, NTB Berhasil Jadi Tuan Rumah PON 2028
KONI Pusat Sebut NTB Gudangnya Atlet, PON 2028 Jadi Momentum Pembuktian
KONI NTB Jangan Terjebak Konflik, Mori Hanafi: PON 2028 Sudah di Depan Mata
Wagub Umi Dinda Buka Musorprov XIII KONI NTB, PON 2028 Jadi Tantangan Besar
Berita ini 72 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:02 WIB

Bima-Dompu Bukan Anak Tiri, HMI Sentil Pemprov NTB, 574 Hari Pascabanjir Jalan Rusak Diabaikan

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:22 WIB

Menuju PON 2028, Wagub Umi Dinda Dorong PERBASASI NTB Cetak Talenta Muda

Senin, 31 Agustus 2026 - 06:08 WIB

Dae Yandi Resmi Pimpin Perbasasi NTB, Bawa Misi Besar Menuju PON 2028

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:45 WIB

KONI Pusat Ambil Alih KONI NTB, Pemilihan Diulang dari Nol dan Tak Ada Uang Pendaftaran

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:59 WIB

Mori Hanafi Tinggalkan Legasi Besar, NTB Berhasil Jadi Tuan Rumah PON 2028

Berita Terbaru