NTB Borong 3 Penghargaan Kemendagri, Dapat Dukungan Anggaran Rp9 Miliar, Ini Peruntukannya

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 18 September 2026 - 17:06 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat menerima apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 dari Kemendagri di Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat menerima apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 dari Kemendagri di Jakarta, Kamis (17/9/2026).

SUMBAWAPOST.com |™ Mataram- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali mendapat apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) atas sejumlah Kebijakan dan Program Pembangunan yang dinilai memiliki keberpihakan terhadap kebutuhan Masyarakat.

Dalam kegiatan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Batch II Regional Maluku dan Nusa Tenggara yang digelar di Jakarta, Kamis (17/9/2026), Provinsi NTB meraih tiga penghargaan pada tiga kategori.

NTB meraih Terbaik 1 kategori Implementasi Program Pembangunan 3 Juta Rumah, serta Terbaik 2 kategori Akses Pendidikan dan Pelayanan Pendidikan dan Terbaik 2 kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan rasa syukur atas apresiasi tersebut. Menurutnya, tiga penghargaan itu menjadi refleksi atas kebijakan yang selama ini diarahkan untuk menjawab persoalan mendasar masyarakat NTB.

“Alhamdulillah, kali ini kami mendapatkan tiga apresiasi. Satu apresiasi juara pertama, yaitu di bidang pencapaian 3 juta rumah,” ujar Gubernur, dalam keterangan yang diterima media ini, Jum’at (18/9/2026).

Dari penghargaan tersebut, NTB juga memperoleh dukungan anggaran dengan total Rp9 miliar. Anggaran tersebut mencakup program bedah rumah sebesar Rp6 miliar untuk 300 rumah, serta masing-masing Rp1,5 miliar untuk bidang pelayanan fasilitas kesehatan dan pendidikan serta pengelolaan sampah dan lingkungan.

Gubernur menilai penghargaan tersebut tidak semata-mata menggambarkan hasil akhir pembangunan, melainkan menunjukkan bahwa NTB telah memiliki arah kebijakan yang dinilai kuat pada tiga isu tersebut.

Baca Juga :  Reses di Kampus Bima-Dompu, Anggota DPRD NTB Nadirah Al-Habsyi Siap Perjuangkan Beasiswa S1-S3 dan Kesejahteraan Dosen

“Semua penilaian ini masih berdasarkan kebijakan. Artinya, dalam tiga isu tadi, NTB dipandang memiliki kebijakan yang solid dan keberpihakan yang jelas,” jelasnya.

Pada program pembangunan 3 juta rumah, Gubernur menjelaskan bahwa Pemprov NTB memberikan perhatian besar terhadap program bedah rumah, khususnya di desa-desa dengan tingkat kemiskinan ekstrem.

Menurutnya, persoalan hunian menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan kondisi kemiskinan ekstrem. Karena itu, intervensi terhadap kualitas rumah masyarakat menjadi bagian dari strategi penanggulangan kemiskinan.

“Memang kami mengalokasikan cukup banyak untuk bedah rumah, khususnya di desa-desa kemiskinan ekstrem. Karena salah satu persoalan yang menyebabkan tingginya kemiskinan ekstrem itu adalah persoalan rumah. Karena itu yang menjadi sasaran kami,” katanya.

Kebijakan tersebut diharapkan tidak berhenti pada capaian administratif, tetapi dapat menghasilkan perubahan nyata bagi masyarakat yang menjadi sasaran program.

Di sektor pendidikan, Gubernur mengatakan Pemprov NTB terus mendorong pembenahan tata kelola SMA, SMK, dan SLB. Salah satunya melalui pengembangan sekolah tematik yang disesuaikan dengan potensi lokal.

Untuk mempercepat pemerataan kualitas pendidikan, Pemprov NTB juga menyiapkan kebijakan golden ticket, yakni memberikan kesempatan kepada kepala sekolah dengan kinerja terbaik untuk ditempatkan di wilayah pelosok dengan dukungan insentif tambahan.

“Kita berikan kepada kepala sekolah-kepala sekolah yang terbaik, kita letakkan di daerah-daerah yang pelosok, tetapi mereka diberikan insentif tambahan. Ini bagian dari upaya kita untuk memeratakan kualitas pendidikan antara kota dengan di pelosok,” jelas Gubernur.

Baca Juga :  Kasus Dana Siluman DPRD NTB Naik ke Penyidikan, Aji Maman Santai Fokus Suarakan Aspirasi Rakyat, Biarkan Urusan APH

Ia menegaskan, apresiasi Kemendagri menjadi pemacu agar kebijakan-kebijakan tersebut benar-benar menghasilkan capaian konkret sesuai target yang telah ditetapkan.

“Targetnya adalah kita ingin supaya kebijakan ini betul-betul menghasilkan hasil-hasil yang konkret seperti yang ditargetkan dari sejak awal,” ujarnya.

Gubernur menjelaskan, berbagai kebijakan tersebut merupakan bagian dari tiga pilar yang menjadi fokus pembangunan NTB.

Pilar pertama adalah pengentasan kemiskinan, antara lain melalui program Desa Berdaya dengan fokus pada desa-desa yang memiliki tingkat kemiskinan ekstrem. Pemprov NTB menargetkan angka kemiskinan dapat turun menjadi satu digit pada 2030.

Pilar kedua adalah ketahanan pangan, sementara pilar ketiga adalah menjadikan NTB sebagai destinasi wisata berkelas dunia.

“Ini hanya refleksi dari visi-visi Presiden juga yang kami bawa ke level daerah,” kata Gubernur.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan pemberian apresiasi tersebut menjadi bagian dari upaya melihat pelaksanaan standar pelayanan minimal pemerintah daerah, khususnya dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan perumahan.

Selain itu, Kemendagri memberikan perhatian terhadap pengelolaan sampah dan program Indonesia Asri yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah pusat.

“Itu hal yang wajib dilakukan. Ditambah dengan satu lagi, yaitu penanganan sampah dan Indonesia Asri yang menjadi program unggulan Bapak Presiden,” ujar Tito.

Tito juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan Kemendagri untuk mengonsolidasikan kepala daerah bersama unsur Forkopimda dalam membahas agenda Indonesia Asri, termasuk penanganan sampah dan penataan lingkungan.

Ia berharap dukungan yang diperoleh pemerintah daerah melalui apresiasi tersebut dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat, termasuk membantu wilayah yang terdampak bencana.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Pernah Jadi Orang Nomor Satu di Polri, Kini Tersangka! Ini Jejak Karier dan Kekayaan Jenderal Bintang Empat Listyo Sigit
Geger Kabar Sejumlah Jenderal Polri Ditangkap dan Diamankan di Mako Brimob, Ini Respons Mabes Polri
Bikin ASN Betah Ngantor, Wagub NTB Puji Disnakertrans Sulap Pekarangan Jadi Kebun Produktif
Okupansi Hotel di NTB Merosot, Tingkat Hunian Hotel Berbintang Turun Jadi 44,86 Persen
Bukan Sekadar Terima Beasiswa, 100 Mahasiswa Unram Ditantang Jadi Penggerak Pertanian Modern
Tak Cuma Beri Beasiswa ke Mahasiswa Unram, JHL Siapkan Investasi Pabrik Kelapa di NTB
100 Mahasiswa Pertanian Unram Terima Beasiswa Kelapa dari Yayasan JHL Merah Putih Kasih
Ekspor NTB Tembus Rp6,94 Triliun, Daya Tukar Petani Menguat, Produksi Padi dan Jagung Naik
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 21:45 WIB

Pernah Jadi Orang Nomor Satu di Polri, Kini Tersangka! Ini Jejak Karier dan Kekayaan Jenderal Bintang Empat Listyo Sigit

Selasa, 3 November 2026 - 17:05 WIB

Geger Kabar Sejumlah Jenderal Polri Ditangkap dan Diamankan di Mako Brimob, Ini Respons Mabes Polri

Selasa, 3 November 2026 - 13:11 WIB

Bikin ASN Betah Ngantor, Wagub NTB Puji Disnakertrans Sulap Pekarangan Jadi Kebun Produktif

Selasa, 3 November 2026 - 08:07 WIB

Okupansi Hotel di NTB Merosot, Tingkat Hunian Hotel Berbintang Turun Jadi 44,86 Persen

Senin, 2 November 2026 - 17:44 WIB

Bukan Sekadar Terima Beasiswa, 100 Mahasiswa Unram Ditantang Jadi Penggerak Pertanian Modern

Berita Terbaru