Geger Kabar Sejumlah Jenderal Polri Ditangkap dan Diamankan di Mako Brimob, Ini Respons Mabes Polri

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 3 November 2026 - 17:05 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir Saat Memberikan Keterangan Pers di Mabes Polri, Jakarta.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir Saat Memberikan Keterangan Pers di Mabes Polri, Jakarta.

SUMBAWAPOST.com |™ Jakarta- Kabar Sejumlah Jenderal Polri Ditangkap dan diamankan di Markas Komando (Mako) Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, menjadi perhatian publik. Hingga Selasa (3/11/2026), Mabes Polri belum memberikan kepastian mengenai identitas maupun jumlah perwira yang disebut-sebut diamankan.

Informasi yang beredar menyebut sejumlah Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen) Polri diduga diamankan dan menjalani pemeriksaan oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri.

Kabar tersebut bahkan dikaitkan dengan dugaan keterlibatan sejumlah personel dalam pengerahan massa aksi yang berujung ricuh di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Sejumlah Perwira berpangkat Inspektur Jenderal (Irjen) atau Jenderal Bintang Dua disebut-sebut dibawa ke Mako Brimob di Kelapa Dua, Depok. Namun, hingga kini belum ada keterangan resmi yang memastikan kebenaran informasi tersebut.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir mengatakan pihaknya akan mengecek informasi yang beredar, termasuk melalui proses evaluasi terhadap pelaksanaan pengamanan aksi unjuk rasa.

“Tadi yang disampaikan nanti kami akan cek, karena selalu ada bagian kemudian proses evaluasi,” ujar Johnny di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (3/11/2026) usai menggelar syukuran hari Jadi Divisi Humas Mabes Polri.

Johnny menjelaskan, evaluasi merupakan bagian dari prosedur Kepolisian setelah pelaksanaan Pengamanan aksi. Polri juga terus memperbaiki pendekatan dalam menangani demonstrasi, dari sebelumnya berorientasi pada crowd control menjadi crowd management.

Baca Juga :  Seorang Guru Di Kota Mataram Jadi Pengedar Narkoba

Ia menegaskan Polri menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Meski demikian, aparat tetap akan menindak pihak-pihak yang melakukan tindakan anarkis atau melanggar hukum.

“Tentunya berbasis ilmiah artinya ketika proses penegakan hukum, siapapun dia akan kemudian kita minta pertanggungjawaban,” ucapnya.

Saat kembali ditanya mengenai kabar sejumlah petinggi Polri yang diamankan terkait dugaan pengerahan massa di Yogyakarta, Johnny belum memberikan penjelasan lebih jauh. “Nanti kami cek proses evaluasinya,” kata dia.

Sebelumnya, dalam jumpa pers memperingati hari jadi Divisi Humas Polri di Mabes Polri, Johnny sempat memberikan sinyal bahwa informasi lebih lanjut akan disampaikan pada waktunya. “Nanti ada waktunya itu. Nanti ada saatnya ya, mungkin gak lama lagi,” ujarnya.

Johnny juga mengaku memahami pembicaraan di kalangan wartawan mengenai kabar sejumlah jenderal yang disebut diamankan.

“Saya paham rekan-rekan lagi (kasak-kusuk membicarakan sesuatu),” ungkap Johnny.

Di tengah kabar yang belum terkonfirmasi tersebut, sejumlah wartawan mengaku melihat personel Brimob mendatangi kawasan Mabes Polri pada Senin (2/11/2026) sore hingga malam.

Sementara itu, kabar dugaan keterlibatan Oknum Kepolisian dalam tindakan Makar turut mendapat sorotan dari mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Martinus Hukom.

Baca Juga :  Brimob Polda NTB Turun Tangan Bantu Warga Korban Banjir Bandang Wera Bima

Melalui status WhatsApp, Martinus melontarkan kritik keras terhadap mantan pimpinan Polri yang tidak disebutkan namanya. Ia menyebut, apabila desas-desus mengenai keterlibatan sejumlah anggota kepolisian dalam tindakan makar benar adanya, peristiwa tersebut akan menjadi catatan tersendiri dalam sejarah kepolisian dunia.

“Dalam sejarah dunia tidak pernah ada Kepolisian melakukan makar terhadap pemerintah. Tapi kalau desas desus hari ini benar benar ADANYA, yang katanya ada segelincir oknum kepolisian melakukan makar, maka Anda sebagai mantan pemimpin Polri telah merubah sejarah dunia. Dengan demikian semua prestasi anda adalah prestasi nomor satu. Terkorup, terjelek, terusak dan terakhir adalah mencatat untuk pertama kalinya melakukan MAKAR,” tulis Martinus.

 Status WhatsApp Martinus Hukom mantan Kepala BNN tentang dugaan makar di tubuh Polri.
Tangkapan Layar Status WhatsApp Mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Martinus Hukom, Yang Menyoroti isu Dugaan Makar di Tubuh Polri di Tengah Beredarnya Kabar Sejumlah Jenderal Polisi Diamankan.

Dalam unggahan yang sama, Martinus juga menggunakan istilah “terkorup”, “terjelek”, dan “terusak” sebagai bentuk sindiran terhadap rekam jejak kepemimpinan mantan petinggi Polri tersebut.

Pernyataan Martinus itu disampaikan secara bersyarat. Artinya, ia merespons isu yang tengah beredar dan tidak menyatakan bahwa tindakan makar maupun keterlibatan anggota Polri telah terbukti.

Martinus merupakan purnawirawan Polri yang pernah menjabat Kepala BNN dan Kepala Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri. Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1991 tersebut memiliki pengalaman di bidang reserse, intelijen, dan pemberantasan terorisme.

Hingga berita ini ditulis, Mabes Polri belum mengungkap identitas para perwira yang disebut diamankan maupun memastikan apakah kabar tersebut berkaitan dengan dugaan pengerahan massa di Yogyakarta.

 

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Bikin ASN Betah Ngantor, Wagub NTB Puji Disnakertrans Sulap Pekarangan Jadi Kebun Produktif
Okupansi Hotel di NTB Merosot, Tingkat Hunian Hotel Berbintang Turun Jadi 44,86 Persen
Bukan Sekadar Terima Beasiswa, 100 Mahasiswa Unram Ditantang Jadi Penggerak Pertanian Modern
Tak Cuma Beri Beasiswa ke Mahasiswa Unram, JHL Siapkan Investasi Pabrik Kelapa di NTB
100 Mahasiswa Pertanian Unram Terima Beasiswa Kelapa dari Yayasan JHL Merah Putih Kasih
Ekspor NTB Tembus Rp6,94 Triliun, Daya Tukar Petani Menguat, Produksi Padi dan Jagung Naik
Jelang Kunjungan Mendag, Disperindag NTB Siapkan Pasar Murah dan Bazar, 30 UMKM Diajak Berdialog
Cuma Gegara Ayam Aduan Rp3,5 Juta Diduga Hilang, Pemuda di Dompu Malah Kena Bacok
Berita ini 73 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 17:05 WIB

Geger Kabar Sejumlah Jenderal Polri Ditangkap dan Diamankan di Mako Brimob, Ini Respons Mabes Polri

Selasa, 3 November 2026 - 13:11 WIB

Bikin ASN Betah Ngantor, Wagub NTB Puji Disnakertrans Sulap Pekarangan Jadi Kebun Produktif

Selasa, 3 November 2026 - 08:07 WIB

Okupansi Hotel di NTB Merosot, Tingkat Hunian Hotel Berbintang Turun Jadi 44,86 Persen

Senin, 2 November 2026 - 17:44 WIB

Bukan Sekadar Terima Beasiswa, 100 Mahasiswa Unram Ditantang Jadi Penggerak Pertanian Modern

Senin, 2 November 2026 - 16:02 WIB

Tak Cuma Beri Beasiswa ke Mahasiswa Unram, JHL Siapkan Investasi Pabrik Kelapa di NTB

Berita Terbaru