Okupansi Hotel di NTB Merosot, Tingkat Hunian Hotel Berbintang Turun Jadi 44,86 Persen

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 3 November 2026 - 08:07 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah Hotel di Kawasan Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Yang Menjadi Bagian Dari Sektor Pariwisata dan Akomodasi.

Sejumlah Hotel di Kawasan Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Yang Menjadi Bagian Dari Sektor Pariwisata dan Akomodasi.

SUMBAWAPOST.com |™ Mataram- Tingkat hunian Hotel di Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalami penurunan pada September 2026. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang tercatat hanya 44,86 persen, merosot 6,93 poin dibandingkan Agustus 2026.

Penurunan juga terjadi pada hotel Non-Bintang. Tingkat penghunian kamar pada kelompok hotel tersebut tercatat sebesar 31,17 persen atau turun 0,87 poin secara bulanan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dr. Drs. Wahyudin, M.M., menyampaikan bahwa perkembangan indikator Pariwisata tersebut merupakan bagian dari dinamika kunjungan wisatawan dan mobilitas Masyarakat di NTB.

Data tersebut dipaparkan dalam Berita Resmi Statistik (BRS) BPS NTB di Aula Tambora, Kantor BPS Provinsi NTB, Senin (2/11/2026).

Penurunan tingkat hunian hotel terjadi bersamaan dengan berkurangnya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara maupun perjalanan wisatawan nusantara pada September 2026.

“BPS mencatat jumlah wisatawan mancanegara yang datang melalui Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid sebanyak 7.657 Orang. Jumlah tersebut turun 18,86 persen dibandingkan bulan sebelumnya,”ujarnya.

Sementara itu, jumlah perjalanan wisatawan nusantara mencapai 1.294.580 perjalanan atau mengalami penurunan 4,53 persen secara bulanan.

Meski mengalami penurunan dibandingkan Agustus, perjalanan wisatawan nusantara masih tumbuh 1,99 persen dibandingkan September 2025.

Menurut Wahyudin, perkembangan indikator Pariwisata dan transportasi pada September perlu dilihat dalam konteks dinamika mobilitas masyarakat serta pergerakan kunjungan setelah periode puncak perjalanan pada bulan sebelumnya.

“Kondisi tersebut menjadi salah satu gambaran perkembangan sektor pariwisata NTB, terutama dari sisi tingkat hunian akomodasi dan pergerakan wisatawan,”terang Wahyudin.

TPK merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat pemanfaatan fasilitas kamar hotel dalam periode tertentu.

Penurunan TPK hotel berbintang maupun nonbintang, Sambung Wahyudin, menunjukkan berkurangnya tingkat pemanfaatan kamar dibandingkan bulan sebelumnya.

“Penurunan sejumlah indikator pariwisata tersebut menjadi perhatian dalam upaya menjaga momentum pertumbuhan sektor pariwisata NTB,”ujarnya.

Selain meningkatkan kunjungan wisatawan, penguatan sektor akomodasi juga penting untuk menjaga tingkat hunian hotel, baik berbintang maupun nonbintang.

Berdasarkan data BPS, sektor Pariwisata NTB pada September 2026 menghadapi tekanan dari sisi tingkat penghunian kamar dan kunjungan wisatawan mancanegara.

“Meski demikian, pertumbuhan perjalanan wisatawan nusantara secara tahunan masih memberikan sinyal positif bagi pergerakan Pariwisata Domestik,”imbuhnya.

Perkembangan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pemangku kepentingan untuk memperkuat promosi destinasi, meningkatkan daya tarik wisata, serta menjaga keberlanjutan aktivitas pariwisata di NTB.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Geger Kabar Sejumlah Jenderal Polri Ditangkap dan Diamankan di Mako Brimob, Ini Respons Mabes Polri
Bikin ASN Betah Ngantor, Wagub NTB Puji Disnakertrans Sulap Pekarangan Jadi Kebun Produktif
Bukan Sekadar Terima Beasiswa, 100 Mahasiswa Unram Ditantang Jadi Penggerak Pertanian Modern
Tak Cuma Beri Beasiswa ke Mahasiswa Unram, JHL Siapkan Investasi Pabrik Kelapa di NTB
100 Mahasiswa Pertanian Unram Terima Beasiswa Kelapa dari Yayasan JHL Merah Putih Kasih
Ekspor NTB Tembus Rp6,94 Triliun, Daya Tukar Petani Menguat, Produksi Padi dan Jagung Naik
Jelang Kunjungan Mendag, Disperindag NTB Siapkan Pasar Murah dan Bazar, 30 UMKM Diajak Berdialog
Cuma Gegara Ayam Aduan Rp3,5 Juta Diduga Hilang, Pemuda di Dompu Malah Kena Bacok
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 17:05 WIB

Geger Kabar Sejumlah Jenderal Polri Ditangkap dan Diamankan di Mako Brimob, Ini Respons Mabes Polri

Selasa, 3 November 2026 - 13:11 WIB

Bikin ASN Betah Ngantor, Wagub NTB Puji Disnakertrans Sulap Pekarangan Jadi Kebun Produktif

Selasa, 3 November 2026 - 08:07 WIB

Okupansi Hotel di NTB Merosot, Tingkat Hunian Hotel Berbintang Turun Jadi 44,86 Persen

Senin, 2 November 2026 - 17:44 WIB

Bukan Sekadar Terima Beasiswa, 100 Mahasiswa Unram Ditantang Jadi Penggerak Pertanian Modern

Senin, 2 November 2026 - 16:02 WIB

Tak Cuma Beri Beasiswa ke Mahasiswa Unram, JHL Siapkan Investasi Pabrik Kelapa di NTB

Berita Terbaru