SUMBAWAPOST.com, Mataram – Pernyataan mengejutkan datang dari Ketua DPRD NTB, Hj. Isvie Rupaeda. Ia mengungkapkan fakta mencengangkan bahwa NTB masih belum menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi perempuan. Tingginya angka kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), pelecehan, dan perceraian menjadi alarm bahaya yang tak bisa diabaikan.
“Persoalan perempuan di NTB sangat banyak. KDRT merajalela, pelecehan masih tinggi, dan angka perceraian terus meningkat. Jelas ini bukan situasi yang bisa kita diamkan,” tegas Isvie dalam acara buka puasa bersama di kediamannya di Jalan Langko, Kota Mataram, pada 28 Maret 2025.
Ia menegaskan bahwa NTB membutuhkan badan khusus yang benar-benar fokus menangani masalah perempuan, bukan sekadar formalitas belaka.
“Harus ada dinas yang khusus menangani persoalan perempuan secara serius. Tapi ingat, pemimpin dinas ini harus orang yang kompeten. Jangan hanya karena perempuan, tapi juga harus paham betul akar masalah yang dihadapi,” tambahnya dengan nada tajam.
Menurut Isvie, reformasi birokrasi yang sedang berjalan di NTB harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat, termasuk dalam melindungi hak-hak perempuan.
“Kita butuh kebijakan yang berani dan berdampak. Jangan hanya janji manis, tapi tidak ada perubahan,” tandasnya.










