Ngeri! Segini Banyak Nyawa Melayang Akibat Kecelakaan di NTB Dalam Setahun

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 28 Desember 2024 - 02:44 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram-Berbagai upaya untuk menekan kecelakaan lalu lintas, meski begitu angkat kecelakaan khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) masih cukup tinggi. Dalam catatan Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat, Ratusan warga masyarakat meninggal dunia sia-sia akibat Kecelakaan lalu lintas selama tahun 2024.

Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Kapolda NTB) melalui Kepala Bidang Humas (Kabid Humas), AKBP Mohammad Kholid, S.I.K., M.M., mengungkapkan sepanjang tahun 2024 terjadi kenaikan kecil pada jumlah kejahatan di NTB, namun tingkat penyelesaian kasus oleh kepolisian mencatat lonjakan signifikan.

Baca Juga :  TGH Najamuddin Desak Bupati Lotim Inventarisasi Tanah Terlantar di Pesisir Selatan: Ancaman Demo Jika Tak Ditindak

Dalam konferensi pers akhir tahun 2024, Jumat (27/12/2024) pagi, yang di Tribun Lapangan Bhara Daksa Mapolda NTB, AKBP Kholid menyampaikan jika pada tahun 2024 tercatat sebanyak 7.017 kasus kriminal, naik sebesar 0,82 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 6.960 kasus.

Meski demikian, angka penyelesaian kasus menunjukkan peningkatan drastis sebesar 38,09 persen, dari 4.187 kasus di 2023 menjadi 5.782 kasus pada 2024.

“Data ini menunjukkan komitmen Polda NTB, dalam meningkatkan penegakan hukum dan kepercayaan masyarakat. Penyelesaian kasus naik berkat upaya intensif seluruh jajaran kepolisian,” ujar AKBP Kholid.

Baca Juga :  Anak Butuh Pelukan Bukan Pukulan, Pesan Menyentuh Wagub NTB Umi Dinda dari Kota Bima

Terkait kasus kecelakaan lalu lintas juga menunjukkan peningkatan sebesar 15,36 persen dengan 304 korban meninggal dunia sepanjang tahun 2024.

“Kami terus berupaya menekan angka kecelakaan melalui edukasi keselamatan berkendara,” ucapnya.

Sementara Kasus menonjol, lanjut Kabid Humas Polda NTB, jumlahnya menurun sebesar 44 persen dibandingkan tahun 2023.

“Namun, beberapa wilayah seperti Polres tertentu mencatatkan peningkatan. Untuk kasus pencurian dengan kekerasan (curas), waktu rawan adalah pukul 18.00 hingga 20.59, dengan jalan umum sebagai lokasi dominan,” ungkapnya.

 

Berita Terkait

PDIP NTB Pecat Musyafirin, Polemik Komisaris Bank NTB Syariah Berujung Keputusan Bulat
Matadata Institute Siapkan 25 Rekomendasi untuk Pemerintahan Iqbal-Dinda, Ini Fokusnya
Gubernur Iqbal Buka Pintu Kritik, Akui NTB Sangat Kompleks
Warga Dompu Meninggal di Kontrakan Mataram, Polisi Ungkap Kronologi dan Sikap Keluarga
NTB Kembali Masuk 3 Besar Pariwisata Ramah Muslim Nasional, Sekda Ungkap Tantangan Berikutnya
Investor Arab Saudi Lirik Sembalun untuk Vila Ramah Muslim, Wagub NTB Gandeng MUI Perkuat Wisata Halal
UMKM Kerajinan Lombok Binaan Disperindag NTB Kantongi Kerja Sama Rp9 Miliar dengan Australia di TEI 2026
Wagub NTB Umi Dinda Jajaki Investasi Wisata Buatan untuk Dongkrak Ekonomi
Berita ini 63 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:54 WIB

PDIP NTB Pecat Musyafirin, Polemik Komisaris Bank NTB Syariah Berujung Keputusan Bulat

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:26 WIB

Matadata Institute Siapkan 25 Rekomendasi untuk Pemerintahan Iqbal-Dinda, Ini Fokusnya

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Gubernur Iqbal Buka Pintu Kritik, Akui NTB Sangat Kompleks

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Warga Dompu Meninggal di Kontrakan Mataram, Polisi Ungkap Kronologi dan Sikap Keluarga

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:20 WIB

NTB Kembali Masuk 3 Besar Pariwisata Ramah Muslim Nasional, Sekda Ungkap Tantangan Berikutnya

Berita Terbaru

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Menghadiri Kegiatan Silaturahmi Pemikiran dan Tasyakur Satu Tahun Matadata Institute di Mataram.

Pemerintahan

Gubernur Iqbal Buka Pintu Kritik, Akui NTB Sangat Kompleks

Sabtu, 17 Okt 2026 - 12:00 WIB