Mahasiswa NTB Didorong Jadi ‘Satpam’ Demokrasi, Bawaslu Ungkap Alasannya

Avatar

- Jurnalis

Minggu, 21 Juni 2026 - 04:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Bawaslu NTB Hasan Basri saat menyampaikan materi sosialisasi pengawasan pemilu kepada mahasiswa di Mataram.

Anggota Bawaslu NTB Hasan Basri saat menyampaikan materi sosialisasi pengawasan pemilu kepada mahasiswa di Mataram.

SUMBAWAPOST.com | Mataram- Peran generasi muda kembali mendapat perhatian serius dalam upaya memperkuat kualitas demokrasi di Indonesia. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan bahwa mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pemilih, tetapi juga dapat menjadi garda terdepan pengawasan partisipatif dalam menjaga integritas pemilu.

Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan sosialisasi yang digelar di Mataram, yang menghadirkan Anggota Bawaslu NTB, Hasan Basri, sebagai narasumber utama.
Dalam pemaparannya, Hasan Basri menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap tugas dan kewenangan Bawaslu dalam sistem demokrasi Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa mekanisme pengawasan pemilu mencakup berbagai aspek penting, mulai dari pencegahan, pengawasan tahapan, hingga penanganan dugaan pelanggaran.

“Pemahaman masyarakat mengenai pencegahan, pengawasan tahapan hingga penanganan dugaan pelanggaran sangat penting agar masyarakat mengetahui mekanisme pengawasan yang tersedia dalam sistem demokrasi Indonesia,” ujar Hasan Basri. Dalam keterangan yang diterima media ini. Minggu (21/6/2026).

Menurutnya, pemahaman tersebut menjadi kunci untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mengawasi jalannya pemilu sekaligus memperkuat integritas demokrasi di Indonesia.

Baca Juga :  Pelantikan Tak Biasa, Gubernur Iqbal Lantik PJ Sekda NTB di Tenda Darurat Banjir

Hasan Basri juga memperkenalkan kewenangan Bawaslu dalam mengawasi seluruh proses penyelenggaraan pemilu. Ia menegaskan bahwa semakin tinggi literasi demokrasi masyarakat, maka akan tumbuh kesadaran kolektif untuk bersama-sama menjaga kualitas demokrasi yang sehat.

Dalam kesempatan itu, ia menyoroti posisi strategis mahasiswa sebagai kelompok intelektual sekaligus agen perubahan yang memiliki peran penting dalam menyebarkan informasi yang benar di tengah masyarakat, terutama di era digital yang sarat disinformasi dan hoaks.

“Mahasiswa sebagai kelompok intelektual dan agen perubahan memiliki peran penting dalam membangun budaya demokrasi yang sehat serta mendorong partisipasi masyarakat dalam mengawasi jalannya demokrasi,” kata Hasan Basri.

Kegiatan tersebut juga menghadirkan narasumber lain, yakni Zihani Ilman Fayadi dari DPRD Kota Mataram dan Suaeb Qury dari Komisi Informasi NTB. Kehadiran keduanya memperkaya perspektif peserta mengenai demokrasi, keterbukaan informasi publik, serta pentingnya partisipasi warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Baca Juga :  Pemprov NTB Buka Seleksi KPID 2026-2029, Ayo Daftar Jika Merasa Punya Integritas dan Kompetensi

Suasana diskusi berlangsung interaktif dan dinamis. Para mahasiswa tampak antusias menyampaikan pertanyaan dan pandangan terkait berbagai tantangan demokrasi di era digital, termasuk literasi informasi, pengawasan publik, dan penguatan partisipasi masyarakat.

Sejumlah topik yang mengemuka juga menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam menjaga kualitas demokrasi yang sehat, kritis, dan berintegritas.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Provinsi NTB berharap semakin banyak generasi muda yang memahami pentingnya pengawasan partisipatif dan terlibat aktif dalam menjaga kualitas demokrasi di daerah.

Kolaborasi antara Bawaslu, perguruan tinggi, serta berbagai pemangku kepentingan dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat upaya mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas di Nusa Tenggara Barat (NTB)

“Kolaborasi antara Bawaslu, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan dapat memperkuat upaya mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas di Nusa Tenggara Barat,” tutup Hasan Basri.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Puluhan Tahun Perangi Narkotika, Mengapa Pasarnya Tak Pernah Mati?
300 Warga Bima NTB Mengungsi Usai Gempa M7,7, Warga dari Desa Mana Saja? Ini Rinciannya
Ratusan Maba FHISIP Unram 2026 Mulai Langkah Baru, PKKMB Jadi Gerbang Kehidupan Kampus
Menenun “GAPUK Sejahtera”: Dosen UIN Mataram Pengabdian Integratif di Desa Lingkar Kampus
Inilah Lokasi Kerusakan di Bima Usai Diguncang Gempa M7,7 Flores
Gempa M7,7 Flores Terasa hingga Bima: Rumah, Masjid hingga Gudang Bulog Rusak, Warga Luka
270 ASN dari 30 OPD NTB Lupa Jadi Pejabat, Mendadak Jadi Atlet, Ini Cabornya
HUT ke-81 RI, Wagub NTB Ajak ASN Lepas Penat dan Perkuat Persaudaraan
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 22:05 WIB

Puluhan Tahun Perangi Narkotika, Mengapa Pasarnya Tak Pernah Mati?

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 18:23 WIB

300 Warga Bima NTB Mengungsi Usai Gempa M7,7, Warga dari Desa Mana Saja? Ini Rinciannya

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:01 WIB

Ratusan Maba FHISIP Unram 2026 Mulai Langkah Baru, PKKMB Jadi Gerbang Kehidupan Kampus

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:56 WIB

Menenun “GAPUK Sejahtera”: Dosen UIN Mataram Pengabdian Integratif di Desa Lingkar Kampus

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:18 WIB

Inilah Lokasi Kerusakan di Bima Usai Diguncang Gempa M7,7 Flores

Berita Terbaru

Dr. Ufran, Ketua Bagian Hukum Pidana FHISIP Universitas Mataram (Unram), Penulis artikel Puluhan Tahun Perang Narkotika, Mengapa Pasarnya Tak Pernah Mati?

Hukum & Kriminal

Puluhan Tahun Perangi Narkotika, Mengapa Pasarnya Tak Pernah Mati?

Sabtu, 15 Agu 2026 - 22:05 WIB

Sejumlah Titik di Kota Bima dan Kabupaten Bima Dilaporkan Terdampak Gempa M7,7 yang Berpusat di Wilayah Flores, NTT, Sabtu (15/8/2026). BPBD NTB melakukan pendataan dan verifikasi kerusakan di lapangan.

Pemerintahan

Inilah Lokasi Kerusakan di Bima Usai Diguncang Gempa M7,7 Flores

Sabtu, 15 Agu 2026 - 12:18 WIB