SUMBAWAPOST.com | Mataram- Peran generasi muda kembali mendapat perhatian serius dalam upaya memperkuat kualitas demokrasi di Indonesia. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan bahwa mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pemilih, tetapi juga dapat menjadi garda terdepan pengawasan partisipatif dalam menjaga integritas pemilu.
Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan sosialisasi yang digelar di Mataram, yang menghadirkan Anggota Bawaslu NTB, Hasan Basri, sebagai narasumber utama.
Dalam pemaparannya, Hasan Basri menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap tugas dan kewenangan Bawaslu dalam sistem demokrasi Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa mekanisme pengawasan pemilu mencakup berbagai aspek penting, mulai dari pencegahan, pengawasan tahapan, hingga penanganan dugaan pelanggaran.
“Pemahaman masyarakat mengenai pencegahan, pengawasan tahapan hingga penanganan dugaan pelanggaran sangat penting agar masyarakat mengetahui mekanisme pengawasan yang tersedia dalam sistem demokrasi Indonesia,” ujar Hasan Basri. Dalam keterangan yang diterima media ini. Minggu (21/6/2026).
Menurutnya, pemahaman tersebut menjadi kunci untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mengawasi jalannya pemilu sekaligus memperkuat integritas demokrasi di Indonesia.
Hasan Basri juga memperkenalkan kewenangan Bawaslu dalam mengawasi seluruh proses penyelenggaraan pemilu. Ia menegaskan bahwa semakin tinggi literasi demokrasi masyarakat, maka akan tumbuh kesadaran kolektif untuk bersama-sama menjaga kualitas demokrasi yang sehat.
Dalam kesempatan itu, ia menyoroti posisi strategis mahasiswa sebagai kelompok intelektual sekaligus agen perubahan yang memiliki peran penting dalam menyebarkan informasi yang benar di tengah masyarakat, terutama di era digital yang sarat disinformasi dan hoaks.
“Mahasiswa sebagai kelompok intelektual dan agen perubahan memiliki peran penting dalam membangun budaya demokrasi yang sehat serta mendorong partisipasi masyarakat dalam mengawasi jalannya demokrasi,” kata Hasan Basri.
Kegiatan tersebut juga menghadirkan narasumber lain, yakni Zihani Ilman Fayadi dari DPRD Kota Mataram dan Suaeb Qury dari Komisi Informasi NTB. Kehadiran keduanya memperkaya perspektif peserta mengenai demokrasi, keterbukaan informasi publik, serta pentingnya partisipasi warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Suasana diskusi berlangsung interaktif dan dinamis. Para mahasiswa tampak antusias menyampaikan pertanyaan dan pandangan terkait berbagai tantangan demokrasi di era digital, termasuk literasi informasi, pengawasan publik, dan penguatan partisipasi masyarakat.
Sejumlah topik yang mengemuka juga menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam menjaga kualitas demokrasi yang sehat, kritis, dan berintegritas.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Provinsi NTB berharap semakin banyak generasi muda yang memahami pentingnya pengawasan partisipatif dan terlibat aktif dalam menjaga kualitas demokrasi di daerah.
Kolaborasi antara Bawaslu, perguruan tinggi, serta berbagai pemangku kepentingan dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat upaya mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas di Nusa Tenggara Barat (NTB)
“Kolaborasi antara Bawaslu, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan dapat memperkuat upaya mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas di Nusa Tenggara Barat,” tutup Hasan Basri.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










