SUMBAWAPOST.com | Lombok Barat- Pemerintah Kabupaten Lombok Barat bersama Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Lombok Barat terus memperkuat langkah pencegahan stunting melalui peluncuran Gerakan 1.000 Telur bagi balita berisiko stunting dan Program Pendampingan Bidan melalui inovasi Bidan Asuh Mengawal Nutrisi Cegah Stunting (Bidan Penting).
Program tersebut diluncurkan dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) IBI ke-75 yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Lombok Barat, Kamis (26/6/2026).
Peluncuran Gerakan 1.000 Telur dan Program Pendampingan Bidan menjadi bentuk komitmen bersama dalam mempercepat penurunan angka stunting melalui peningkatan asupan gizi, pendampingan keluarga, serta penguatan kolaborasi lintas sektor.
Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Nurul Adha, mengapresiasi peran aktif IBI yang selama ini terus mendukung pembangunan kesehatan daerah, khususnya dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting.
Menurutnya, stunting merupakan persoalan yang kompleks sehingga membutuhkan penanganan yang dilakukan sejak dini dan berkelanjutan. Upaya pencegahan tidak hanya dilakukan setelah anak lahir, tetapi harus dimulai sejak masa persiapan pernikahan, kehamilan, persalinan hingga pemantauan tumbuh kembang anak.
“Stunting tidak terjadi secara tiba-tiba. Prosesnya panjang, mulai dari kesiapan calon orang tua, kondisi kehamilan, proses kelahiran, hingga pemenuhan gizi dan pemantauan pertumbuhan anak. Karena itu, pencegahan harus dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan menekan angka stunting membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, organisasi perempuan, tenaga kesehatan hingga masyarakat.
“Gerakan 1.000 Telur dan inovasi Bidan Penting menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi dapat dilakukan untuk memperkuat upaya pencegahan stunting di Lombok Barat,” katanya.
Sementara itu, Ketua IBI Kabupaten Lombok Barat, Rohayati, menjelaskan bahwa Gerakan 1.000 Telur merupakan bentuk kontribusi nyata IBI dalam membantu memenuhi kebutuhan protein hewani bagi balita yang berisiko mengalami stunting.
Melalui program tersebut, IBI berharap kebutuhan gizi anak dapat terpenuhi dengan lebih baik sehingga mendukung pertumbuhan dan perkembangan balita secara optimal. Selain itu, pendampingan yang dilakukan para bidan diharapkan mampu memperkuat edukasi keluarga mengenai pentingnya pemenuhan gizi dan kesehatan anak sejak dini.
Dengan kolaborasi antara pemerintah Daerah, Tenaga Kesehatan, dan masyarakat, Lombok Barat optimistis upaya percepatan penurunan stunting dapat berjalan lebih efektif demi menciptakan generasi yang sehat, kuat, dan berkualitas di masa depan.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










