Lombok Barat Luncurkan Gerakan 1.000 Telur dan Program Pendampingan Bidan untuk Cegah Stunting

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 27 Juni 2026 - 07:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha bersama Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Lombok Barat saat peluncuran Gerakan 1.000 Telur dan Program Pendampingan Bidan dalam rangka memperkuat upaya pencegahan stunting di Aula Kantor Bupati Lombok Barat, Kamis (26/6/2026).

Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha bersama Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Lombok Barat saat peluncuran Gerakan 1.000 Telur dan Program Pendampingan Bidan dalam rangka memperkuat upaya pencegahan stunting di Aula Kantor Bupati Lombok Barat, Kamis (26/6/2026).

SUMBAWAPOST.com | Lombok Barat- Pemerintah Kabupaten Lombok Barat bersama Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Lombok Barat terus memperkuat langkah pencegahan stunting melalui peluncuran Gerakan 1.000 Telur bagi balita berisiko stunting dan Program Pendampingan Bidan melalui inovasi Bidan Asuh Mengawal Nutrisi Cegah Stunting (Bidan Penting).

Program tersebut diluncurkan dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) IBI ke-75 yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Lombok Barat, Kamis (26/6/2026).

Peluncuran Gerakan 1.000 Telur dan Program Pendampingan Bidan menjadi bentuk komitmen bersama dalam mempercepat penurunan angka stunting melalui peningkatan asupan gizi, pendampingan keluarga, serta penguatan kolaborasi lintas sektor.

Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Nurul Adha, mengapresiasi peran aktif IBI yang selama ini terus mendukung pembangunan kesehatan daerah, khususnya dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting.

Baca Juga :  Wagub NTB Dukung Duta Pendidikan Indonesia 2026, Generasi Muda Diminta Jadi Agen Perubahan Pendidikan

Menurutnya, stunting merupakan persoalan yang kompleks sehingga membutuhkan penanganan yang dilakukan sejak dini dan berkelanjutan. Upaya pencegahan tidak hanya dilakukan setelah anak lahir, tetapi harus dimulai sejak masa persiapan pernikahan, kehamilan, persalinan hingga pemantauan tumbuh kembang anak.

“Stunting tidak terjadi secara tiba-tiba. Prosesnya panjang, mulai dari kesiapan calon orang tua, kondisi kehamilan, proses kelahiran, hingga pemenuhan gizi dan pemantauan pertumbuhan anak. Karena itu, pencegahan harus dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan menekan angka stunting membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, organisasi perempuan, tenaga kesehatan hingga masyarakat.

“Gerakan 1.000 Telur dan inovasi Bidan Penting menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi dapat dilakukan untuk memperkuat upaya pencegahan stunting di Lombok Barat,” katanya.

Baca Juga :  Polres Bima Kota Pimpin Upacara Pemakaman Nur Khadijah Polwan Cantik Asal Lambitu di TPU Desa Kuta

Sementara itu, Ketua IBI Kabupaten Lombok Barat, Rohayati, menjelaskan bahwa Gerakan 1.000 Telur merupakan bentuk kontribusi nyata IBI dalam membantu memenuhi kebutuhan protein hewani bagi balita yang berisiko mengalami stunting.

Melalui program tersebut, IBI berharap kebutuhan gizi anak dapat terpenuhi dengan lebih baik sehingga mendukung pertumbuhan dan perkembangan balita secara optimal. Selain itu, pendampingan yang dilakukan para bidan diharapkan mampu memperkuat edukasi keluarga mengenai pentingnya pemenuhan gizi dan kesehatan anak sejak dini.

Dengan kolaborasi antara pemerintah Daerah, Tenaga Kesehatan, dan masyarakat, Lombok Barat optimistis upaya percepatan penurunan stunting dapat berjalan lebih efektif demi menciptakan generasi yang sehat, kuat, dan berkualitas di masa depan.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Gubernur NTB Turun Langsung ke Arena Panjat Tebing, Ketua FPTI Nadirah Al-Habsyi: Jadi Suntikan Semangat Atlet
Gubernur NTB Pastikan Pemerintahan Lombok Barat Tetap Berjalan Meski Bupati Jadi Tersangka KPK
Panitia Optimistis Shorinji Kempo Porprov XII Cetak Atlet Nasional, Hari Ketiga Berlangsung Sengit dan Sportif
Gubernur NTB Ajak Koperasi Tinggalkan Dualisme, Saatnya Bertransformasi Jadi Badan Usaha Modern
Wagub NTB dan Bupati Dompu Hadir, Hari Ketiga Shorinji Kempo Porprov XII Makin Semarak
Ketua PERKEMI NTB Syamsuriansyah: Porprov Bukan Sekadar Rebut Medali, Tapi Merajut Persaudaraan
Di Tengah Dinamika Porprov, Ketua PERKEMI NTB Pilih Bangun Kebersamaan, Atlet hingga Wasit Dapat Saweran
DKP NTB Susun Rencana Pengelolaan Kawasan Konservasi Hiu Paus Teluk Saleh, Perkuat Sinergi Lindungi Spesies Langka
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 00:52 WIB

Gubernur NTB Turun Langsung ke Arena Panjat Tebing, Ketua FPTI Nadirah Al-Habsyi: Jadi Suntikan Semangat Atlet

Selasa, 21 Juli 2026 - 22:24 WIB

Gubernur NTB Pastikan Pemerintahan Lombok Barat Tetap Berjalan Meski Bupati Jadi Tersangka KPK

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:44 WIB

Panitia Optimistis Shorinji Kempo Porprov XII Cetak Atlet Nasional, Hari Ketiga Berlangsung Sengit dan Sportif

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:18 WIB

Gubernur NTB Ajak Koperasi Tinggalkan Dualisme, Saatnya Bertransformasi Jadi Badan Usaha Modern

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:21 WIB

Wagub NTB dan Bupati Dompu Hadir, Hari Ketiga Shorinji Kempo Porprov XII Makin Semarak

Berita Terbaru