Letusan Tambora 1815 Terekam dalam Naskah Kuno Bima, Bo’ Sangaji Kai Kini Diakui UNESCO

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 7 November 2026 - 10:45 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gunung Tambora di Pulau Sumbawa, Salah Satu Peristiwa Alam Yang Berkaitan Dengan Catatan Sejarah Dalam Naskah Bo’ Sangaji Kai

Gunung Tambora di Pulau Sumbawa, Salah Satu Peristiwa Alam Yang Berkaitan Dengan Catatan Sejarah Dalam Naskah Bo’ Sangaji Kai

SUMBAWAPOST.com |™ Jakarta- Peristiwa dahsyat letusan Gunung Tambora pada 1815 ternyata menjadi salah satu catatan penting dalam Naskah Kuno Bo’ Sangaji Kai, warisan dokumenter Kesultanan Bima yang kini mendapat pengakuan Internasional dari UNESCO.

Naskah bersejarah yang merekam perjalanan masyarakat Bima sejak abad ke-17 hingga abad ke-19 tersebut resmi ditetapkan dalam Register Regional Memory of the World Asia-Pasifik UNESCO (MOWCAP) 2026.

Keberadaan catatan letusan Tambora menjadikan Bo’ Sangaji Kai memiliki nilai penting bukan hanya bagi Sejarah Daerah, tetapi juga bagi pengembangan Pengetahuan mengenai Peristiwa Alam.

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal mengungkapkan, kandungan naskah tersebut tidak sebatas mencatat perjalanan pemerintahan Kesultanan Bima. Di dalamnya terdapat berbagai informasi mengenai Geologi, Vulkanologi, Kehidupan Sosial, Diplomasi, dan Perdagangan.

“Dokumen ini berisi banyak aspek, bahkan di situ juga bicara mengenai Geologi, mengenai Vulkanologi, dan sebagainya, selain hal-hal yang bersifat sejarah dan etik,” jelasnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Iqbal saat menghadiri Pertemuan Umum ke-11 MOWCAP di kantor Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Menurutnya, kekayaan informasi dalam Bo’ Sangaji Kai menunjukkan bahwa naskah kuno tersebut memiliki nilai pengetahuan yang luas dan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan penelitian.

Iqbal pun mendorong agar naskah tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sehingga kandungannya dapat dipahami lebih luas oleh masyarakat, terutama generasi muda di Bima.

“Alhamdulillah, salah satu warisan dokumenter kita akhirnya bisa diregister sebagai warisan budaya dunia untuk Asia Pasifik, yaitu Bo’ Sangaji. Kita harapkan ke depan diterjemahkan kembali ke dalam bahasa Indonesia dan menjadi bagian dari kurikulum masyarakat kita, khususnya mereka yang di Bima,” ujar Iqbal.

Bo’ Sangaji Kai merupakan satu dari tiga warisan dokumenter Indonesia yang masuk Register Regional MOWCAP 2026, bersama Kidung Bhuwana Wināśa dan koleksi Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin.

Nominasi naskah tersebut diajukan melalui kolaborasi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Yayasan Museum Sampa Radja, dan Pemerintah Provinsi NTB.

Pengakuan UNESCO membuka peluang pengembangan penelitian, digitalisasi naskah, penerbitan, serta pameran edukatif untuk memperkenalkan kekayaan sejarah dan pengetahuan masyarakat Bima.

Iqbal menegaskan, kekayaan sejarah dan budaya merupakan bagian penting dari identitas NTB yang harus terus dilestarikan dan diwariskan.

“Kita ingin NTB Mendunia bukan hanya karena Keindahan alamnya, tetapi juga karena kekayaan Sejarah, Budaya, dan Pengetahuan yang kita miliki. Bo’ Sangaji Kai membuktikan bahwa dari Bima, kita punya warisan intelektual yang nilainya diakui Dunia. Tugas Kita sekarang memastikan warisan itu tetap hidup, dipelajari oleh generasi muda, dan memberikan manfaat bagi Masyarakat,” tegasnya.

Berita Terkait

Polisi Bongkar Dugaan Transaksi Sabu di Kempo Dompu, 32,11 Gram Narkoba dan Uang Rp8,3 Juta Disita
Pokir APBD-P 2026 Dihapus, Anggota DPRD NTB Sudirsah Hadapi Kekesalan Warga dan Minta Maaf saat Reses
Terungkap dari Naskah Kuno Bima, Bo’ Sangaji Kai Catat Penguasa Perempuan hingga Perlindungan Hukum
UNESCO Akui Naskah Kuno Bima, Gubernur Iqbal Ingin Sejarah Kesultanan Masuk Kurikulum Sekolah
Nama Gubernur dan Wagub NTB Dicatut untuk Minta Uang, Pemprov Telusuri Dugaan Keterlibatan Inisial DK
Hadapi Persaingan Pariwisata Global, NTB Gembleng Generasi Muda Kuasai Bahasa Inggris dan Arab
Umur Harapan Hidup Masyarakat NTB Meningkat Jadi 72,81 Tahun pada 2026
Pengangguran NTB Turun Jadi 3,03 Persen, 3,15 Juta Orang Tercatat Bekerja
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 08:00 WIB

Polisi Bongkar Dugaan Transaksi Sabu di Kempo Dompu, 32,11 Gram Narkoba dan Uang Rp8,3 Juta Disita

Sabtu, 7 November 2026 - 20:22 WIB

Pokir APBD-P 2026 Dihapus, Anggota DPRD NTB Sudirsah Hadapi Kekesalan Warga dan Minta Maaf saat Reses

Sabtu, 7 November 2026 - 12:18 WIB

Terungkap dari Naskah Kuno Bima, Bo’ Sangaji Kai Catat Penguasa Perempuan hingga Perlindungan Hukum

Sabtu, 7 November 2026 - 10:45 WIB

Letusan Tambora 1815 Terekam dalam Naskah Kuno Bima, Bo’ Sangaji Kai Kini Diakui UNESCO

Sabtu, 7 November 2026 - 09:59 WIB

UNESCO Akui Naskah Kuno Bima, Gubernur Iqbal Ingin Sejarah Kesultanan Masuk Kurikulum Sekolah

Berita Terbaru