SUMBAWAPOST.com |™ Jakarta- Wakil Ketua I DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Wirajaya Mengapresiasi Langkah Badan Penghubung Daerah NTB yang kembali Menghidupkan Ruang pertunjukan Seni dan Budaya NTB di Ibu Kota.
Menurut Lalu Wirajaya, penguatan Promosi Budaya harus berjalan beriringan dengan Sektor Pariwisata. Promosi yang dilakukan secara Konsisten dan Masif dinilai mampu memperluas jangkauan Seni Budaya NTB sekaligus mendorong semakin banyak Wisatawan berkunjung ke berbagai Destinasi Wisata di NTB.
Lalu Wirajaya berharap Promosi tersebut terus diperkuat sehingga Kekayaan Budaya dan Destinasi Wisata NTB semakin dikenal, baik di Tingkat Nasional maupun Internasional.
“Promosi Budaya perlu berjalan beriringan dengan Sektor Pariwisata. Promosi tersebut harus dilakukan semakin Masif sehingga Destinasi Wisata NTB mampu menarik lebih banyak Wisatawan,” demikian inti pernyataan Lalu Wirajaya dalam keterangannya, dalam keterangan yang diterima media ini. Kamis (13/8/2026).
Lalu Wirajaya menilai Pengembangan Senin dan Budaya NTB memiliki misi yang lebih panjang. Upaya tersebut tidak hanya untuk mempertahankan tradisi, tetapi juga membuka Ruang bagi Generasi Muda untuk belajar sekaligus memperluas jangkauan Seni Budaya NTB kepada Publik.
Menurutnya, penguatan Sanggar Seni, Regenerasi Pelaku Budaya, Konsistensi Pertunjukan, serta perluasan Promosi menjadi fondasi penting agar Seni Budaya NTB tidak berhenti sebagai Identitas Daerah.
Jika dikembangkan secara Konsisten dan dikemas dengan pendekatan yang relevan dengan perkembangan zaman, Seni Budaya NTB dinilai memiliki peluang untuk bergerak lebih jauh.
Dari Anjungan NTB di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, panggung Seni Budaya dan ruang-ruang komunitas dapat menjadi sarana untuk terus memperkenalkan tradisi Lombok, Sumbawa, serta Bima-Dompu kepada publik yang lebih luas.
Bukan tidak mungkin, panggung Jakarta menjadi salah satu pintu bagi seni budaya NTB untuk melangkah menuju Panggung Nasional hingga Dunia demi mewujudkan semangat NTB Makmur Mendunia.
Secara langsung, Wakil Ketua I DPRD Provinsi NTB Lalu Wirajaya menyaksikan sejumlah Pertunjukan Seni Budaya NTB, yakni Dramatari Puteri Mandalika, Tari Persembahan Sekar Rinjani, dan Peresean.
Tari Sekar Rinjani merupakan Tarian penyambutan Tamu Kehormatan yang terinspirasi dari Anggrek Endemik dataran tinggi Gunung Rinjani, seperti Vanda lombokensis dan Dendrobium Rinjaniensis.
Tarian tersebut merefleksikan Keanggunan, Keindahan, serta Kemegahan Alam Pegunungan Lombok
Sementara itu, Drama Tari Puteri Mandalika mengangkat legenda asal-usul cacing laut atau nyale dari Kerajaan Tonjeng Beru.
Pengorbanan Puteri Mandalika yang menceburkan diri ke laut demi mencegah perang antarpangeran menjadi latar belakang lahirnya Tradisi tahunan Festival Bau Nyale di pantai selatan Lombok.
Tradisi penangkapan Nyale tersebut telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia oleh Kemendikbud RI pada 2016.
Adapun Peresean merupakan Seni bela diri Tradisional Masyarakat Sasak yang mempertemukan dua petarung atau Pepadu menggunakan tongkat rotan atau penjalin dan perisai kulit kerbau atau ende.
Peresean memiliki nilai historis sebagai ritual memohon hujan sekaligus latihan ketangkasan Perang. Tradisi tersebut juga telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia sejak 2014.
Pementasan Peresean di Jakarta menjadi bagian dari upaya mempererat tali persaudaraan sekaligus memperluas jangkauan Promosi Budaya NTB.
Melalui Kolaborasi antara Badan Penghubung Daerah, Pemerintah Provinsi NTB, Tokoh Masyarakat, serta keterlibatan aktif Komunitas Diaspora Lombok, Samawa, dan Mbojo di Jabodetabek, perhelatan tersebut juga membuka jalan bagi rencana kegiatan yang lebih besar bertajuk “Semalam di NTB” di Kawasan Jakarta Pusat.
Konsep tersebut nantinya dapat memadukan Seni Pertunjukan, Kuliner, dan Promosi Destinasi Wisata NTB secara Konsisten.
Dengan demikian, Panggung Budaya NTB di Jakarta tidak hanya menjadi ruang pertunjukan, tetapi juga sarana menjaga akar Tradisi tetap hidup sekaligus memperkenalkan Potensi Pariwisata NTB kepada Masyarakat yang lebih luas.
Lalu Wirajaya menilai langkah tersebut sejalan dengan semangat Membangun NTB yang semakin dikenal di tingkat Nasional dan Internasional.
Dari panggung Budaya di Jakarta, Tradisi Lombok, Sumbawa, serta Bima-Dompu diharapkan terus mendapatkan Ruang untuk Berkembang dan Menjadi bagian dari Kekuatan Promosi Daerah menuju NTB Makmur Mendunia.
“Para Pepadu sudah terlatih, usai berlaga, kembali Semeton bersaudara,” menjadi pesan yang menggambarkan nilai persaudaraan yang tetap dijunjung dalam tradisi Peresean.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










