KPR NTB Kembali Geruduk Kantor DPD RI Mataram, Status Instagram ‘Demo Cari Duit’ Bikin Suhu Aksi Makin Panas

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 26 September 2025 - 09:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram- Koalisi Pemuda dan Rakyat (KPR) NTB menggelar unjuk rasa jilid II di depan Kantor DPD RI Provinsi NTB, Rabu (24/9/2025). Massa menyuarakan aspirasi terkait dugaan suap dalam pemilihan Ketua DPD RI periode 2024-2029. Aksi ini merupakan kelanjutan dari demonstrasi pertama pada 19 September lalu yang menyoroti dugaan suap pemilihan Ketua DPD RI.

Dalam aksi kali ini, demonstran menampilkan teatrikal dengan membentangkan spanduk kain putih sepanjang 200 meter, berisi kecaman terhadap dugaan keterlibatan dua senator muda asal NTB, Muhammad Rifky Farabi (MRF) dan Mirah Midadan Fahmid (MMF).

Koordinator aksi, Saidin Alfajari, menegaskan aksi itu bertajuk ‘Bongkar: Dari NTB untuk Indonesia’.

“Ini aksi jilid II. Kami ingin publik seluruh Indonesia mendengar dan memahami dugaan suap ini,” kata Saidin saat berorasi.

Aktivis mendesak KPK segera menindaklanjuti laporan mantan staf DPD RI, Fithrat Irfan, yang menyebut sekitar 95 anggota DPD menerima suap untuk memenangkan kandidat Ketua DPD periode 2024–2029. Nilai suap disebut mencapai 13 ribu dolar AS per orang, dengan skema 5 ribu dolar untuk Ketua DPD dan 8 ribu dolar untuk Wakil Ketua MPR RI dari unsur DPD.

Baca Juga :  Malam Munajat HUT ke-67 NTB: Ada Doa, Musik Religi, sampai Hadiah Umrah dan Motor, Lengkap!

Korlap aksi, Lukmanul Hakim, menilai dugaan keterlibatan senator asal NTB itu mencoreng nama daerah.

“Jujur kami malu. Mereka seharusnya membawa nama baik NTB di tingkat nasional, bukan memperdagangkan suara,” ujarnya.

Koalisi menantang kedua senator tampil ke publik untuk menjelaskan posisi mereka secara terbuka.

“Kalau memang tidak menerima, sampaikan secara terbuka. Diam itu hanya memperkuat dugaan,” tambah Lukman.

Aksi jilid II ini dipastikan akan berlanjut hingga KPK mengumumkan perkembangan penyidikan. Bahkan, koalisi menyiapkan aksi gabungan dengan aktivis dari Provinsi lain.

“Bongkar dari NTB untuk Indonesia. Kami mengajak semua aktivis bersuara, karena kasus ini bukan hanya soal NTB, tapi menyangkut kehormatan DPD secara keseluruhan,” tegasnya.

Sampai berita ini diturunkan, KPK belum memberikan keterangan resmi. Publik menunggu apakah lembaga antirasuah berani masuk hingga ruang kerja senator di Senayan.

Selain menekan KPK, aksi jilid II juga memantik polemik baru. Koalisi keberatan dengan unggahan di Instagram yang dinilai melecehkan gerakan mereka.

Saidin menyebut, setelah aksi jilid pertama berakhir, muncul story Instagram dari akun pribadi @nonecha9, diduga milik seorang perempuan berinisial E, staf ahli salah satu senator NTB. Story itu berisi tulisan: MODAL NAKUTIN ORANG Mau Dapat Duit Zaman Sekarang Demo Cari Duit Gampang Bangat! ASLI GAK TAHU MALU!!!

Menurut Saidin bahwa salah satu staf ahli-nya MMF buat story. “Maksud dari status itu seolah-olah menganggap kami, kalau gerakan kami ini hanya cari duit. Itu yang buat kami keberatan. Status itu setelah aksi kami pertama. Itu di Instagram nonecha9 milik pribadi yang diduga milik perempuan E,” tegas Saidin.

Baca Juga :  Diduga Terima Suap, Empat Hakim PN Sumbawa Pemutus Perkara yang Dimenangkan Ali BD Dilaporkan

Atas dasar itu, Koalisi menuntut agar staf tersebut diberikan sanksi tegas.

“Tidak boleh ngomong seperti itu, saling menghargai aja. Intinya kami minta segera minta maaf secara terbuka,” tambahnya.

Koalisi menilai unggahan tersebut tidak hanya merendahkan martabat gerakan mahasiswa dan pemuda, tapi juga berpotensi menggeser fokus publik dari isu utama dugaan praktik suap yang melibatkan senator DPD RI.

Terpisah, salah satu oknum Anggota DPD RI MMF yang dihubungi media ini hingga berita ini diterbitkan belum mendapatkan tanggapan terkait aksi.

 

 

Berita Terkait

Bima-Dompu Bukan Anak Tiri, HMI Sentil Pemprov NTB, 574 Hari Pascabanjir Jalan Rusak Diabaikan
Menuju PON 2028, Wagub Umi Dinda Dorong PERBASASI NTB Cetak Talenta Muda
Dae Yandi Resmi Pimpin Perbasasi NTB, Bawa Misi Besar Menuju PON 2028
KONI Pusat Ambil Alih KONI NTB, Pemilihan Diulang dari Nol dan Tak Ada Uang Pendaftaran
Mori Hanafi Tinggalkan Legasi Besar, NTB Berhasil Jadi Tuan Rumah PON 2028
KONI Pusat Sebut NTB Gudangnya Atlet, PON 2028 Jadi Momentum Pembuktian
KONI NTB Jangan Terjebak Konflik, Mori Hanafi: PON 2028 Sudah di Depan Mata
Wagub Umi Dinda Buka Musorprov XIII KONI NTB, PON 2028 Jadi Tantangan Besar
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:02 WIB

Bima-Dompu Bukan Anak Tiri, HMI Sentil Pemprov NTB, 574 Hari Pascabanjir Jalan Rusak Diabaikan

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:22 WIB

Menuju PON 2028, Wagub Umi Dinda Dorong PERBASASI NTB Cetak Talenta Muda

Senin, 31 Agustus 2026 - 06:08 WIB

Dae Yandi Resmi Pimpin Perbasasi NTB, Bawa Misi Besar Menuju PON 2028

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:45 WIB

KONI Pusat Ambil Alih KONI NTB, Pemilihan Diulang dari Nol dan Tak Ada Uang Pendaftaran

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:59 WIB

Mori Hanafi Tinggalkan Legasi Besar, NTB Berhasil Jadi Tuan Rumah PON 2028

Berita Terbaru