Kelor, Nira, dan Rumput Laut Diseriusi! BRIDA NTB dan UNRAM Siap Ubah Daun Kampung Jadi Inovasi Kelas Dunia

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 10 Juni 2025 - 15:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Siapa sangka kelor, nira aren, dan rumput laut yang dulu cuma jadi teman lauk dan minuman kampung, kini dilirik serius jadi komoditas masa depan NTB.

Mengikuti arahan Gubernur NTB dalam pertemuan dengan Dekan Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri (Fatepa) UNRAM, Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) NTB langsung tancap gas menggandeng UNRAM dalam riset terpadu dari hulu ke hilir.

Misi utamanya yakni mengangkat derajat daun kelor, manisnya nira, dan lendir rumput laut menjadi produk bernilai tinggi yang bisa bersaing di pasar nasional bahkan internasional. Kolaborasi ini tak sekadar soal pangan, tapi juga tentang masa depan ketahanan ekonomi desa.

Dalam keterangan resmi, BRIDA dan UNRAM menetapkan tiga fokus utama untuk riset jangka pendek.

Baca Juga :  ‘Dubai Baru NTB,’ Smart City atau Smart Tipu? Pakar Unram Bongkar Ancaman di Balik Proyek Rp90 Triliun Lombok

1. Pemanfaatan kelor sebagai alternatif sumber protein, untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor pakan berbasis jagung. Potensi kelor yang kaya protein akan dioptimalkan sebagai substitusi dalam sektor peternakan.

2. Pengembangan produk kombinasi kelor dan rumput laut, mengingat kandungan air kelor yang dapat bersinergi secara fungsional dengan rumput laut. Kombinasi ini berpotensi menghasilkan produk kesehatan dan pangan inovatif.

3. Diversifikasi pengolahan nira aren, tidak hanya terbatas sebagai gula aren, namun juga diarahkan sebagai bahan dasar minuman siap saji yang memenuhi standar BPOM.

Ternyata, Fatepa UNRAM sudah punya peta digital sentra pengolahan nira aren. Tapi ada PR besar diantaranya masyarakat belum banyak paham cara olah yang higienis dan sesuai standar ilmiah. Makanya, edukasi dan penyuluhan bakal jadi senjata utama agar riset ini tak hanya hidup di laboratorium, tapi juga membumi di dapur dan kantong petani.

Baca Juga :  Dari Anak Panah ke Barang Haram, Deretan Pelaku Kejahatan Tak Berkutik di Hadapan Polres Dompu

Kepala BRIDA NTB I Gede Putu Aryadi sendiri minta agar program ini tak cuma jadi wacana. Ia menegaskan pentingnya perencanaan konkret yang melibatkan semua lini dinas terkait, penyuluh lapangan, akademisi, hingga pelaku industri.

“Kolaborasi ini diharapkan tak sekadar jadi proyek riset, tapi jadi tonggak perubahan bahwa inovasi bisa datang dari kebun belakang rumah, dari daun yang dulu dianggap remeh, hingga dari air manis yang menetes dari pohon,”ungkapnya.

 

Berita Terkait

Bima-Dompu Bukan Anak Tiri, HMI Sentil Pemprov NTB, 574 Hari Pascabanjir Jalan Rusak Diabaikan
Menuju PON 2028, Wagub Umi Dinda Dorong PERBASASI NTB Cetak Talenta Muda
Dae Yandi Resmi Pimpin Perbasasi NTB, Bawa Misi Besar Menuju PON 2028
KONI Pusat Ambil Alih KONI NTB, Pemilihan Diulang dari Nol dan Tak Ada Uang Pendaftaran
Mori Hanafi Tinggalkan Legasi Besar, NTB Berhasil Jadi Tuan Rumah PON 2028
KONI Pusat Sebut NTB Gudangnya Atlet, PON 2028 Jadi Momentum Pembuktian
KONI NTB Jangan Terjebak Konflik, Mori Hanafi: PON 2028 Sudah di Depan Mata
Wagub Umi Dinda Buka Musorprov XIII KONI NTB, PON 2028 Jadi Tantangan Besar
Berita ini 73 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:02 WIB

Bima-Dompu Bukan Anak Tiri, HMI Sentil Pemprov NTB, 574 Hari Pascabanjir Jalan Rusak Diabaikan

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:22 WIB

Menuju PON 2028, Wagub Umi Dinda Dorong PERBASASI NTB Cetak Talenta Muda

Senin, 31 Agustus 2026 - 06:08 WIB

Dae Yandi Resmi Pimpin Perbasasi NTB, Bawa Misi Besar Menuju PON 2028

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:45 WIB

KONI Pusat Ambil Alih KONI NTB, Pemilihan Diulang dari Nol dan Tak Ada Uang Pendaftaran

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:59 WIB

Mori Hanafi Tinggalkan Legasi Besar, NTB Berhasil Jadi Tuan Rumah PON 2028

Berita Terbaru