SUMBAWAPOST.com|™ Mataram- Potensi besar perikanan tuna di Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali menarik perhatian Investor. Pemerintah Provinsi NTB kini membuka peluang Investasi yang lebih luas untuk memperkuat sektor Kelautan dan Perikanan, termasuk pengembangan Pelabuhan Perikanan Soroadu di Kabupaten Dompu yang diproyeksikan menjadi salah satu pusat aktivitas perikanan tangkap dan logistik perikanan di kawasan timur NTB.
Peluang tersebut mengemuka saat Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB menerima kunjungan silaturahmi rombongan Investor yang dipimpin Tedi Sugianto dalam rangka penjajakan Investasi sektor Kelautan dan Perikanan, Senin (29/6/2026).
Pertemuan itu menjadi langkah awal untuk menjajaki berbagai peluang kerja sama Investasi, khususnya pada sektor penangkapan ikan Tuna dan pengembangan usaha budidaya yang dinilai memiliki prospek besar di NTB.
Selain membahas peluang Investasi, diskusi juga menyoroti potensi kawasan Budidaya, Pengembangan Usaha Perikanan Tangkap, serta mekanisme dan persyaratan perizinan usaha yang diperlukan untuk mendukung investasi di sektor Kelautan dan Perikanan.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Muslim, menjelaskan bahwa NTB memiliki posisi strategis karena berada di dua Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) nasional, yakni WPP 573 dan WPP 713 yang menjadi kawasan penting bagi pengembangan Industri Perikanan Nasional.
Menurutnya, WPP 573 merupakan salah satu wilayah potensial penghasil tuna sirip kuning (yellowfin tuna) dan tuna sirip biru (bluefin tuna) yang memiliki nilai Ekonomi tinggi dan menjadi komoditas unggulan di pasar Internasional.
“NTB memiliki dua Wilayah Pengelolaan Perikanan strategis, yaitu WPP 573 dan WPP 713. Khusus WPP 573 dikenal sebagai salah satu kawasan potensial penangkapan Tuna Sirip kuning dan Tuna Sirip Biru,” jelasnya, dalam keterangan yang diterima media ini. Selasa (30/1/2026).
Meski memiliki sumber daya laut yang melimpah, sektor perikanan tangkap di wilayah tersebut masih menghadapi tantangan infrastruktur, terutama belum tersedianya pelabuhan perikanan yang representatif untuk mendukung aktivitas pendaratan ikan dan logistik perikanan secara optimal.
Karena itu, Pemerintah Provinsi NTB mendorong masuknya Investasi guna memperkuat infrastruktur Pelabuhan, sistem logistik perikanan, hingga pengembangan cold chain system atau rantai dingin yang berfungsi menjaga kualitas dan meningkatkan nilai tambah hasil perikanan.
“Salah satu tantangan utama di kawasan tersebut adalah belum tersedianya pelabuhan perikanan yang representatif sebagai tempat sandar dan pendaratan hasil tangkapan ikan, sehingga diperlukan dukungan investasi dan pengembangan infrastruktur untuk memperkuat aktivitas perikanan tangkap, logistik, serta rantai dingin (cold chain system) guna menjaga kualitas dan nilai Ekonomi hasil Perikanan di NTB,” paparnya.
Dalam kesempatan tersebut, pimpinan rombongan Investor, Tedi Sugianto, menyampaikan ketertarikannya untuk mengembangkan Pelabuhan Perikanan Soroadu di Kabupaten Dompu.
Menurutnya, pelabuhan tersebut memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi salah satu pusat pengembangan perikanan tangkap dan logistik perikanan yang mampu mendukung aktivitas Ekonomi Kelautan di kawasan Timur NTB.
“Kami tertarik untuk mengembangkan Pelabuhan Perikanan Soroadu di Kabupaten Dompu sebagai salah satu pusat pengembangan perikanan tangkap dan logistik perikanan di kawasan Timur NTB,” ujar Tedi Sugianto.
Untuk mendukung rencana tersebut, Pemerintah Provinsi NTB menegaskan komitmennya dalam menciptakan iklim Investasi yang kondusif dan ramah Investor.
Berbagai dukungan telah disiapkan, mulai dari fasilitasi perizinan, penyediaan infrastruktur pendukung seperti akses jalan dan listrik, hingga percepatan pelayanan Investasi di sektor Kelautan dan Perikanan.
Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, rombongan Investor dijadwalkan melakukan peninjauan langsung ke Pelabuhan Perikanan Soroadu guna melihat kondisi kawasan serta memetakan peluang Investasi yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










